Senin, 02 Feb 2026 03:57 WIB

Hari Pahlawan, Kemensos Gelar Ajangsana di Surabaya dan Pasuruan

Anjangsana Kemensos
Anjangsana Kemensos

selalu.id - Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh tepat pada 10 November, Kementrian Sosial (Kemensos) melakukan Anjangsana Hari Pahlawan 2024 dengan mengunjungi keluarga pahlawan. Tahun ini untuk Jawa Timur anjangsana dilakukan di 2 tempat yaitu Surabaya dan Pasuruan.

Untuk di Surabaya sendiri, kegiatan ini dipimpin oleh Pembina Darma Wanita Persatuan Kemensos RI Hj Fatma Saifullah Yusuf dengan mendatangi keluarga pahlawan nasional yang juga pernah menjabat Gubernur Jawa Timur yang pertama, yakni RTA Suryo atau lebih dikenal dengan sebutan Gubernur Suryo.

Pembina Darma Wanita Persatuan Kemensos Hj Fatma Saifullah Yusuf menyampaikan, bahwa kehadirannya ke rumah keluarga Gubernur Suryo adalah bagian dari program Kemensos RI menjelang Hari Pahlawan untuk mempererat silaturahmi kepada keluarga pahlawan.

"Saya sebagai Pembina Darma Wanita Kemensos bersama teman-teman dari Kemensos juga hadir di sini sebagai penyambung kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Pahlawann. Kami memilih di Surabaya. Sebenarnya ada banyak tempat-tempat yang kita harus kunjungi. Kebetulan hari ini di Surabaya dan besok di kota Pasuruan," ujar istri Gus Ipul ini kepada selalu.id, Sabtu (2/11/2024).

Dalam kunjungan dan anjangsana tersebut, Kemensos juga menyerahkan bantuan untuk keluarga pahlawan. Meski begitu, khusus untuk keluarga Gubernur Suryo, bantuan yang diberikan berupa kursi roda, sembako dan barang kebutuhan lainnya.

"Karena memperingati Hari Pahlawan, kami memberikan bantuan kepada keluarga pahlawan dalam hal ini adalah keluarga Gubernur Suryo, Gubernur Jawa Timur yang pertama. Kita memberikan bantuan untuk Ibu Elly Mun yang merupakan cucu Gubernur Suryo," lanjut Fatma.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, Fatma Saifullah Yusuf berharap menjadi hal yang bermanfaat bagi keluarga pahlawan, yang telah rela berjuang untuk Indonesia.

"Saya berharap bahwa kegiatan ini sebagai anjangsana Dharma Wanita jajaran Kemensos Jakarta ini menjadi sebuah bantuan yang kita memberikan manfaat seluas-luasnya, di mana semua yang kita berikan adalah yang dibutuhkan oleh si pasien tersebut," tandasnya.

Sementara itu, Danardono salah satu keluarga Gubernur Suryo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kemensos RI yang peduli dengan keluarga pahlawan.Danardono mengaku sangat terharu dengan kegiatan tersebut, meski digelar tiap tahun.

"Meski ini kegiatan rutin yang biasanya memang dilakukan oleh Kemensos, ya kita sangat mengapresiasi mungkin kalau dulu kita hanya melihat ini sebagai acara seremonial aja, tapi saat kita membutuhkan itu beda rasanya gitu. Saya berterima kasih kepada Kemensos dan segala jajarannya apalagi ibu Fatma yang berkenan untuk hadir di tempat tinggal kita dan menyerahkan secara langsung kepada kita," pungkas Danardono salah satu Cucu Gubernur Suryo.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.