Rabu, 22 Jul 2026 04:25 WIB

Soal Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri: Dari Tahun-tahun Sebelumnya Terjadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 31 Des 2021 17:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menilai sampahlah yang menjadi penyebab banjir atau yang biasa disebut genangan air di Surabaya. Diketahui, beberapa wilayah di Surabaya terendam banjir setelah hujan deras kemarin, Kamis (30/12/2021). Selain beberepa kendaraan mogok, satu mobil tercebur selokan di Jalan Indrapura.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan usai acara pelantikan massal 1400 pejabat di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Eri mengatakan bahwa masalah genangan tidak dapat diselesaikan dalam satu lokasi saja, namun secara wilayah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Tidak bisa diselesaikan dalam satu tempat, diselesaikan dalam beberapa area," ujar Eri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/12/2021).

Eri juga menyebut bahwa masalah banjir di Surabaya tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, namun juga tejadi pada tahun - tahun sebelumnya. Pernyataan Eri ini seakan menyatakan bahwa banjir tidak terjadi pada masa kepemimpinanya saja, namun juga masa kepemimpinan wali kota sebelum-sebelumnya dimana Eri masih menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dengan jabatan terakhir Kepala Bappeko serta plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Tebuka Hijau (DKRTH) sebelum menjadi wali kota.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Kita tau genangan iki terjadi terus. Contoh dari tahun-tahun sebelumnya terjadi.," elak Eri Cahyadi.

Terkait banjir di sebagaian wilayah Surabaya kemarin, Eri Cahyadi menyebut adanya rumah pompa yang tertutup sampah yang memungkinkan mengurangi kinerja rumah pompa tersebut dalam mengurangi genangan air. Eri juga menyebut akan mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai agar tidak menghambat aliran air.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Saluranya wes dadi gede tapi sek tetep onok sampah (saluran sudah besar tapi tetap ada sampah). Wingi rumah pompa ketutup sampah (kemarin rumah pompa tertutup sampah) yang inilah yang terus kita edukasi. Edukasi yang kita butuhkan," tutup mantan plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Tebuka Hijau (DKRTH) ini. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.