Senin, 02 Feb 2026 07:58 WIB

Soal Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri: Dari Tahun-tahun Sebelumnya Terjadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 31 Des 2021 17:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menilai sampahlah yang menjadi penyebab banjir atau yang biasa disebut genangan air di Surabaya. Diketahui, beberapa wilayah di Surabaya terendam banjir setelah hujan deras kemarin, Kamis (30/12/2021). Selain beberepa kendaraan mogok, satu mobil tercebur selokan di Jalan Indrapura.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan usai acara pelantikan massal 1400 pejabat di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Eri mengatakan bahwa masalah genangan tidak dapat diselesaikan dalam satu lokasi saja, namun secara wilayah.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Tidak bisa diselesaikan dalam satu tempat, diselesaikan dalam beberapa area," ujar Eri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/12/2021).

Eri juga menyebut bahwa masalah banjir di Surabaya tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, namun juga tejadi pada tahun - tahun sebelumnya. Pernyataan Eri ini seakan menyatakan bahwa banjir tidak terjadi pada masa kepemimpinanya saja, namun juga masa kepemimpinan wali kota sebelum-sebelumnya dimana Eri masih menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dengan jabatan terakhir Kepala Bappeko serta plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Tebuka Hijau (DKRTH) sebelum menjadi wali kota.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Kita tau genangan iki terjadi terus. Contoh dari tahun-tahun sebelumnya terjadi.," elak Eri Cahyadi.

Terkait banjir di sebagaian wilayah Surabaya kemarin, Eri Cahyadi menyebut adanya rumah pompa yang tertutup sampah yang memungkinkan mengurangi kinerja rumah pompa tersebut dalam mengurangi genangan air. Eri juga menyebut akan mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai agar tidak menghambat aliran air.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Saluranya wes dadi gede tapi sek tetep onok sampah (saluran sudah besar tapi tetap ada sampah). Wingi rumah pompa ketutup sampah (kemarin rumah pompa tertutup sampah) yang inilah yang terus kita edukasi. Edukasi yang kita butuhkan," tutup mantan plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Tebuka Hijau (DKRTH) ini. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.