Jumat, 05 Jun 2026 18:33 WIB

Badan Anggaran DPRD Jatim Identifikasi Poin Penting Rancangan APBD 2025

paripurna DPRD Jatim, tengah menyampaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
paripurna DPRD Jatim, tengah menyampaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

selalu.id - Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd, dalam rapat paripurna DPRD Jatim, tengah menyampaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pj. Gubernur yang telah menyerahkan Nota Keuangan sebagai dasar pembahasan APBD. Sementara, Badan Anggaran (Banggar) telah melakukan pencermatan mendalam terhadap Rancangan APBD 2025 yang mengacu pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Dalam proses ini, Banggar mengidentifikasi sejumlah poin penting terkait pendapatan dan belanja daerah. Diantaranya yaitu mengenai Pendapatan Daerah. Dikatakannya, target pendapatan daerah untuk 2025 diperkirakan mencapai Rp 26,16 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer.

Namun, angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya. Hal ini tidak lain disebabkan oleh perubahan kebijakan yang mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor.

"Banggar merekomendasikan agar target PAD dikaji ulang untuk mencerminkan potensi yang lebih realistis dan proporsional, serta mendorong eksplorasi sumber pendapatan baru," ucapnya kepada selalu.id, Rabu (30/10/2024).

Sedangkan untuk total alokasi belanja daerah diusulkan sebesar Rp 27,66 triliun, yang mencakup belanja operasi, belanja modal, dan belanja transfer. Banggar menekankan perlunya alokasi yang lebih tepat untuk mendukung prioritas pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan infrastruktur. Penurunan signifikan dalam belanja modal ini, dinilai tidak sejalan dengan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.

Untuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp 1,5 triliun, Banggar menyarankan pengkajian lebih lanjut terkait proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dari tahun sebelumnya. "Data realisasi anggaran 2024 diharapkan dapat membantu dalam merumuskan angka yang lebih akurat untuk pembiayaan 2025," paparnya.

Meski begitu, Banggar berpendapat bahwa Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 telah memenuhi persyaratan regulasi dan patut untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan lebih lanjut oleh Komisi dan Fraksi DPRD.

"Ulasan pendapat banggar ini diharapkan menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan anggaran yang responsif dan berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur," tutupnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.