Kamis, 04 Jun 2026 19:39 WIB

Luluk Usung Program Satu Juta UMKM Pemodalan 0 Persen

Luluk Nur Hamidah
Luluk Nur Hamidah

selalu.id - Setelah melakukan agenda kampanye blusukan di Jember, Luluk Nur Hamidah juga berlanjut blusukan ke beberapa pasar tradisional yang ada di Surabaya. Diantaranya yakni Pasar Tempurejo, Dukuh Sutorejo dan Pasar Yamuri yang ada di Jalan Kalisari Timur, Surabaya.

Dalam kalender kampanye blusukannya di pasar, Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 1 ini juga melakukan sesi dialog bersama para pedagang. Hal itu ia lakukan guna mengetahui kondisi pasar tersebut. Selain bertujuan menjaring simpati para pedagang, juga untuk mencari tahu permasalahan dan keluhan dari para pedagang.

Baca Juga: Kunker ke Polres Pasuruan, Ketua Bhayangkari Jatim Tumbuhkan UMKM hingga Peduli Anak Yatim

Kegiatan seperti kunjungannya di pasar-pasar tradisional ini akan dilanjutkan ketempat-tempat yang lain. Sebab, sampai saat ini sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jawa Timur berada dalam angka kemiskinan tertinggi se-Indonesia.

Untuk itu, wanita kelahiran Jombang 25 Juni 1971 ini, gencar mensosialisasikan program-programnya dalam membangun Jawa Timur agar lebih maju lagi. "Maka program yang akan kita hadirkan jika menang adalah menghadirkan satu juta UMKM selama 5 tahun kepemimpinan Luluk-Lukman," tegas Luluk saat ditemui selalu.id di Pasar Tempurejo Surabaya, Selasa (22/10/2024).

Baca Juga: Surabaya Vaganza Sukses, DPRD Usul Konser dan Teatrikal di Hari Pahlawan 

Kunjungannya kali ini pun selain mengusung program satu juta UMKM, Luluk juga mengusung program Pemodalan 0 Persen. Luluk sendiri mengungkapkan, bahwa sektor usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan perlu mendapatkan dukungan yang lebih baik, terutama akses modal yang mudah dan terjangkau.

Pelaku UMKM khususnya seperti pedagang di pasar-pasar, lanjut Luluk mengatakan, sangat potensial, tapi sering kali terkendala modal. Inilah yang membuat pihaknya menggagas program pinjaman tanpa bunga (0 persen) dan agunan untuk UMKM. "Program ini, tentunya akan dapat membantu para pengusaha kecil untuk berkembang tanpa terbebani biaya tambahan," cetusnya.

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Sekadar diketahui, program pemodalan bunga 0 persen ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memacu pertumbuhan UMKM di Jatim. Dengan skema pinjaman tersebut, UMKM yang sudah terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat mengakses bantuan modal tanpa harus membayar bunga, sehingga peluang mereka untuk berkembang semakin besar.

"Tentunya, jika ini (program) berjalan, akan semakin mengurangi angka kemiskinan di Jatim. Karena mereka tidak terbebani, dan terlebih lagi mampu meningkatkan sektor ekonomi Jatim," tukasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.