Selasa, 21 Jul 2026 21:13 WIB

Luluk Usung Program Satu Juta UMKM Pemodalan 0 Persen

Luluk Nur Hamidah
Luluk Nur Hamidah

selalu.id - Setelah melakukan agenda kampanye blusukan di Jember, Luluk Nur Hamidah juga berlanjut blusukan ke beberapa pasar tradisional yang ada di Surabaya. Diantaranya yakni Pasar Tempurejo, Dukuh Sutorejo dan Pasar Yamuri yang ada di Jalan Kalisari Timur, Surabaya.

Dalam kalender kampanye blusukannya di pasar, Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 1 ini juga melakukan sesi dialog bersama para pedagang. Hal itu ia lakukan guna mengetahui kondisi pasar tersebut. Selain bertujuan menjaring simpati para pedagang, juga untuk mencari tahu permasalahan dan keluhan dari para pedagang.

Baca Juga: Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Kegiatan seperti kunjungannya di pasar-pasar tradisional ini akan dilanjutkan ketempat-tempat yang lain. Sebab, sampai saat ini sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jawa Timur berada dalam angka kemiskinan tertinggi se-Indonesia.

Untuk itu, wanita kelahiran Jombang 25 Juni 1971 ini, gencar mensosialisasikan program-programnya dalam membangun Jawa Timur agar lebih maju lagi. "Maka program yang akan kita hadirkan jika menang adalah menghadirkan satu juta UMKM selama 5 tahun kepemimpinan Luluk-Lukman," tegas Luluk saat ditemui selalu.id di Pasar Tempurejo Surabaya, Selasa (22/10/2024).

Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Kunjungannya kali ini pun selain mengusung program satu juta UMKM, Luluk juga mengusung program Pemodalan 0 Persen. Luluk sendiri mengungkapkan, bahwa sektor usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan perlu mendapatkan dukungan yang lebih baik, terutama akses modal yang mudah dan terjangkau.

Pelaku UMKM khususnya seperti pedagang di pasar-pasar, lanjut Luluk mengatakan, sangat potensial, tapi sering kali terkendala modal. Inilah yang membuat pihaknya menggagas program pinjaman tanpa bunga (0 persen) dan agunan untuk UMKM. "Program ini, tentunya akan dapat membantu para pengusaha kecil untuk berkembang tanpa terbebani biaya tambahan," cetusnya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi jadi Penentu Program UMKM Surabaya

Sekadar diketahui, program pemodalan bunga 0 persen ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memacu pertumbuhan UMKM di Jatim. Dengan skema pinjaman tersebut, UMKM yang sudah terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat mengakses bantuan modal tanpa harus membayar bunga, sehingga peluang mereka untuk berkembang semakin besar.

"Tentunya, jika ini (program) berjalan, akan semakin mengurangi angka kemiskinan di Jatim. Karena mereka tidak terbebani, dan terlebih lagi mampu meningkatkan sektor ekonomi Jatim," tukasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.