Minggu, 08 Nov 2026 04:56 WIB

Luluk Usung Program Satu Juta UMKM Pemodalan 0 Persen

Luluk Nur Hamidah
Luluk Nur Hamidah

selalu.id - Setelah melakukan agenda kampanye blusukan di Jember, Luluk Nur Hamidah juga berlanjut blusukan ke beberapa pasar tradisional yang ada di Surabaya. Diantaranya yakni Pasar Tempurejo, Dukuh Sutorejo dan Pasar Yamuri yang ada di Jalan Kalisari Timur, Surabaya.

Dalam kalender kampanye blusukannya di pasar, Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 1 ini juga melakukan sesi dialog bersama para pedagang. Hal itu ia lakukan guna mengetahui kondisi pasar tersebut. Selain bertujuan menjaring simpati para pedagang, juga untuk mencari tahu permasalahan dan keluhan dari para pedagang.

Baca Juga: Karang Taruna Trisula Padangasri Mojokerto Lolos Verifikasi Nasional, Andalkan Kopi Excelsa, Helm dan Jok

Kegiatan seperti kunjungannya di pasar-pasar tradisional ini akan dilanjutkan ketempat-tempat yang lain. Sebab, sampai saat ini sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jawa Timur berada dalam angka kemiskinan tertinggi se-Indonesia.

Untuk itu, wanita kelahiran Jombang 25 Juni 1971 ini, gencar mensosialisasikan program-programnya dalam membangun Jawa Timur agar lebih maju lagi. "Maka program yang akan kita hadirkan jika menang adalah menghadirkan satu juta UMKM selama 5 tahun kepemimpinan Luluk-Lukman," tegas Luluk saat ditemui selalu.id di Pasar Tempurejo Surabaya, Selasa (22/10/2024).

Baca Juga: Gebyar UMKM 2026 jadi Sarana Promosi Produk Unggulan Sidoarjo

Kunjungannya kali ini pun selain mengusung program satu juta UMKM, Luluk juga mengusung program Pemodalan 0 Persen. Luluk sendiri mengungkapkan, bahwa sektor usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan perlu mendapatkan dukungan yang lebih baik, terutama akses modal yang mudah dan terjangkau.

Pelaku UMKM khususnya seperti pedagang di pasar-pasar, lanjut Luluk mengatakan, sangat potensial, tapi sering kali terkendala modal. Inilah yang membuat pihaknya menggagas program pinjaman tanpa bunga (0 persen) dan agunan untuk UMKM. "Program ini, tentunya akan dapat membantu para pengusaha kecil untuk berkembang tanpa terbebani biaya tambahan," cetusnya.

Baca Juga: Sidoarjo Genjot Modal UMKM, BPR Delta Artha Salurkan Kurda Bunga 2 Persen ke Ribuan Debitur

Sekadar diketahui, program pemodalan bunga 0 persen ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memacu pertumbuhan UMKM di Jatim. Dengan skema pinjaman tersebut, UMKM yang sudah terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat mengakses bantuan modal tanpa harus membayar bunga, sehingga peluang mereka untuk berkembang semakin besar.

"Tentunya, jika ini (program) berjalan, akan semakin mengurangi angka kemiskinan di Jatim. Karena mereka tidak terbebani, dan terlebih lagi mampu meningkatkan sektor ekonomi Jatim," tukasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.