Kamis, 03 Sep 2026 12:30 WIB

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 19 Jul 2026 16:59 WIB
Kegiatan harian Ernawati bersama karyawan untuk menghasilkan karya rajutan. (foto:Ariyanto/selalu.id)
Kegiatan harian Ernawati bersama karyawan untuk menghasilkan karya rajutan. (foto:Ariyanto/selalu.id)

selalu.id - Di rumah sederhananya di Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Ernawati tekun merajut benang menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Berawal dari satu alat rajut pada 2016, kini hasil karyanya tidak hanya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau pasar luar negeri.

Perjalanan usahanya tidak ditempuh secara instan. Saat pertama merintis usaha, seluruh proses dikerjakan sendiri, mulai dari membuat produk, mencari pelanggan, hingga mengemas pesanan.

Baca Juga: Gebyar UMKM 2026 jadi Sarana Promosi Produk Unggulan Sidoarjo

“Awalnya saya menawarkan produk ke teman-teman dan reseller. Saya juga sering mengikuti seminar serta pelatihan UMKM yang diselenggarakan dinas terkait,” ujarnya.

Pada masa awal, pemasaran produk masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Sejumlah reseller turut membantu memasarkan hasil rajutannya melalui sistem komisi. Di tengah berbagai keterbatasan, Ernawati memilih terus belajar untuk mengembangkan usahanya.

Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pembinaan UMKM guna menambah wawasan terkait pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha. Pengetahuan yang diperoleh kemudian diterapkan secara bertahap dalam bisnis yang dirintis dari rumah.

Perkembangan usaha mulai terasa setelah pandemi Covid-19. Di saat banyak pelaku usaha berupaya bertahan, permintaan terhadap produk rajut buatannya justru meningkat. Kondisi tersebut mendorong Ernawati melibatkan warga sekitar dalam proses produksi.

Produk Erna Rajut tersedia di Gerai Uniqlo Waru, Sidoarjo.Produk Erna Rajut tersedia di Gerai Uniqlo Waru, Sidoarjo.

Kini, usahanya didukung tiga pekerja tetap. Ketika pesanan meningkat, tenaga tambahan juga dilibatkan untuk memastikan seluruh permintaan dapat diselesaikan tepat waktu.

Beragam produk rajut dihasilkan dari tangan-tangan terampil para perajin. Mulai dari gantungan kunci, tas, dompet, boneka, sandal, rompi, hingga sepatu rajut. Di antara berbagai produk tersebut, gantungan kunci menjadi salah satu yang paling banyak diminati konsumen.

Seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan keterampilan tangan para perajin. Ketelitian dalam setiap tahapan pengerjaan menjadi salah satu nilai yang dipertahankan hingga saat ini.

Pemanfaatan teknologi digital turut membuka peluang pasar yang lebih luas. Melalui marketplace dan media sosial, produk Erna Rajut mulai dikenal di berbagai daerah. Pesanan pertama dari luar wilayah diterima pada 2019 dari Tangerang.

Sejak saat itu, jaringan pemasaran terus berkembang. Produk rajut asal Candipari mulai dikirim ke berbagai daerah, di antaranya Surabaya, Jombang, Bali, Batam, Sedati, Gedangan, dan sejumlah kota lainnya.

Baca Juga: Sidoarjo Genjot Modal UMKM, BPR Delta Artha Salurkan Kurda Bunga 2 Persen ke Ribuan Debitur

Salah satu capaian yang membekas bagi Ernawati adalah ketika produk Erna Rajut lolos kurasi dan ditampilkan di area promosi UMKM di gerai Uniqlo Waru. Kesempatan tersebut diperoleh setelah ia mengetahui informasi pendaftaran melalui media sosial Dinas Koperasi Kabupaten Sidoarjo.

“Saya melihat informasi dari Instagram Dinas Koperasi, kemudian mendaftar dan lolos kurasi. Sekarang produk saya dipajang di Uniqlo Waru melalui sistem display yang dilengkapi barcode untuk pemesanan langsung,” jelasnya.

Bagi Ernawati, kesempatan tersebut menjadi sarana promosi yang membantu memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

Perlahan, jangkauan pasarnya juga meluas hingga luar negeri. Produk Erna Rajut pernah dikirim ke Belanda dan Rusia melalui jaringan pemasaran yang terhubung dengan Bali. Saat ini, ia juga tengah mempersiapkan pengiriman produk ke Malaysia untuk kebutuhan industri garmen.

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar, telaten, dan terus belajar mengikuti perkembangan pasar.

Tidak hanya fokus mengembangkan usaha, ia juga aktif berbagi keterampilan. Setiap hari Senin, Ernawati mengajar di SLBN Juwet Kenongo Porong selama dua jam. Kegiatan yang sebelumnya berbayar itu kini dijalankan sebagai bentuk pengabdian sosial.

Baca Juga: Tak Hanya Lindungi Pesisir, Pemkab Sidoarjo Sulap Kawasan Mangrove jadi Penggerak Ekonomi Warga

Baginya, keterampilan merajut tidak hanya dapat menjadi sumber penghasilan, tetapi juga membuka peluang bagi orang lain untuk belajar dan mandiri.

Komitmennya terhadap dunia rajut juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam Asosiasi Rajut Indonesia (ARI) Koordinator Daerah Sidoarjo. Bersama komunitas tersebut, ia pernah berpartisipasi dalam kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui karya rajut bertema Merah Putih.

Di tengah berbagai pencapaian yang diraih, Ernawati menilai tantangan terbesar yang dihadapi banyak pelaku UMKM saat ini bukan semata persoalan modal usaha, melainkan perluasan akses promosi dan pemasaran.

“Kalau bantuan modal sekarang sudah banyak programnya. Yang paling dibutuhkan UMKM seperti kami adalah dukungan pemasaran agar produk semakin dikenal dan pasarnya semakin luas,” tuturnya.

Dari usaha rumahan yang dimulai dengan satu alat rajut, Ernawati kini mampu memperluas pasar hingga luar negeri sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Perjalanannya menjadi contoh bagaimana ketekunan, kemauan belajar, dan kemampuan memanfaatkan peluang dapat mendorong usaha kecil tumbuh dan berkembang.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.