Rabu, 04 Feb 2026 22:11 WIB

ALFI Maluku Apresiasi Transformasi TPK Ambon

TPK Ambon
TPK Ambon

selalu.id - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Maluku H. B. Sirait memuji langkah PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang konsisten melakukan perbaikan di TPK Ambon.

Sirait mengatakan penataan terminal yang dilakukan menjadikan TPK Ambon lebih bersih dan tertib sehingga kegiatan bongkar muat dapat dilakukan dengan cepat dan aman bagi pekerja. Dia menyebut TPK Ambon sebelum transformasi seperti pasar dimana banyak orang yang tidak berkepentingan keluar masuk bahkan berjualan di dalam area terminal.

Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG

“Sebelum transformasi bisa dibilang semrawut, tidak tertata, masih seperti pelabuhan jaman dulu, orang berjualan dan keluar masuk seenaknya,” ungkapnya, Kamis (16/10). Setelah transformasi Sirait mengatakan TPK Ambon lebih tertata.

Peti kemas ditumpuk rapi di lapangan penumpukan pelabuhan. Pelayanan semakin membaik. Terlebih untuk saat ini semua kegiatan dilakukan secara daring (online) yang memudahkan bagi para pengguna jasa. Proses keluar masuk peti kemas juga lebih cepat karena peti kemas di area penumpukan sudah tercatat pada sistem. Sirait menggambarkan proses pencarian peti kemas sebelum transformasi masih dilakukan secara manual bahkan terkadang sulit untuk menemukan lokasi peti kemas.

“Saya mengapresiasi langkah Pelindo yang memberikan pelatihan bagi para petugas operasional yang sebagian besar adalah para pemuda Maluku, jadi mereka lebih paham mengenai kegiatan operasional yang lebih baik,” lanjutnya.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Sirait berpesan Pelindo untuk selalu memperhatikan kesiapan peralatan pelabuhan. Baginya, peralatan yang ada perlu dilakukan perbaikan jika perlu dilakukan peremajaan. Agar pada saat pengguna jasa membutuhkan pelayanan bisa lebih cepat.

“Secara keseluruhan sudah sangat baik, alat harus selalu siap, jangan sampai pengguna jasa menunggu,” ucapnya.

Terminal Head TPK Ambon Yandi Sofyan Hadi menyebut transformasi TPK Ambon terus berlangsung. Baginya tidak ada akhir dari sebuah perbaikan. Tahap pertama transformasi dilakukan dengan melakukan standarisasi operasional terminal peti kemas. Mulai dari penataan lapangan penumpukan, pelatihan bagi petugas operasional, hingga proses operasional berbasis planning and control.

Baca Juga: Naik 3 Persen, Pelindo Regional 3 Layani 373 Ribu Penumpang Nataru 2025/2026

“Aspek safety menjadi salah satu perhatian serius dalam proses transformasi, bagaimana kami melakukan safety induction bagi mereka yang berkepentingan, menyiapkan standar minimal safety di terminal, sampai melakukan sterilisasi terminal bagi mereka yang tidak berkepentingan,” ucap Yandi.

Transformasi TPK Ambon juga menyentuh aspek sistem yang digunakan untuk menunjang operasional terminal. Sejak 18 Agustus 2023, TPK Ambon telah mengimplementasikan TOS Nusantara. TPK Ambon menjadi terminal ketiga di lingkungan SPTP yang menggunakan TOS Nusantara setelah 009 Tanjung Priok (IPC TPK) dan Terminal 1 TPK New Makassar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).