Selasa, 03 Feb 2026 18:33 WIB

Maraknya Mafia Tanah, Bikin AHY Geram dan Terbitkan Sertifikat Digital

AHY
AHY

selalu.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pelayanan kantor pertanahan seluruh Indonesia sudah 98 persen bertransformasi menjadi layanan digital.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir praktek tindak calo dan memberantas mafia tanah yang banyak merugikan masyarakat. Diketahui, AHY menginginkan alih transformasi digital akan membawa urusan administrasi pertanahan di lingkungan kantor layanan pertanahan di negeri ini menjadi semakin jelas.

Hal ini dilakukan karena menurutnya semakin menjadi aman, karena terdata dengan baik lewat database dan juga dan terupdate setiap saat. Pasalnya, sertifikat konvensional dalam beberapa hal bisa dipalsukan maupun bisa digandakan oleh mafia tanah, sehingga aksi main serobot sana dan serobot sini terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Menurut AHY, jika semua menjadi sertifikat digital harapannya akan menjadi aman. Akan tetapi yang namanya proses alih media, prosesnya harus di ikuti, meskipun saat ini prosesnya ada yang belum sempurna dan belum secepat yang di inginkan oleh seluruh pihak.

"Kita ingin alih media atau transformasi digital akan membawa urusan administrasi pertanahan semakin jelas. Semangatnya itu, karena semakin aman, karena terdata dengan baik dengan database, dan juga terjaga dan terupdate setiap saat," terangnya kepada selalu.id, Senin (7/10/2024).

Biasanya, lanjut AHY menerangkan, sertifikat konvensional beberapa hal bisa dipalsukan, bisa digandakan, mafia tanah main serobot sana - serobot sini. Kalau menjadi sertifikat digital harapannya menjadi aman, tetapi namanya proses alih media prosesnya harus di ikuti.

"Prosesnya belum sempurna saat ini. Belum secepat yang kita inginkan, tapi ini proses yang harus kita jalani," ungkap putra mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Lebih lanjut AHY menambahkan, saat ini sebanyak 98 persen semua layanan kantor pertanahan di Indonesia sudah menerapkan pelayanan digital arau sertifikat elektronik. Sehingga dengan begitu, pembuatan sertifikat bisa menjadi akuntabel, efisien, transparan dan mudah membuatnya bagi masyarakat.

"98 persen kantor pertanahan di Indonesia mampu melayani pelayanan digital atau sertifikat elektronik. Mudah-mudahan bisa kita sempurnakan, sehingga pembuatan sertifikat bisa akuntable, efisien, transparan dan mudah buat masyarakat," tutup AHY.

Baca Juga: Ratusan Warga Tambak Wedi Terancam Kehilangan Tanah, DPRD Panggil BPKAD dan BPN

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.