Jumat, 04 Sep 2026 14:45 WIB

Butuh Cemilan Bergizi, Ini Kesulitan Orangtua Balita Stunting di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Des 2021 09:35 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau balita stunting di Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau balita stunting di Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada seluruh kader kesehatan, lurah, dan camat untuk berinovasi, terhadap penyesuaian nilai gizi makanan. Yakni, penyesuaian gizi pada camilan balita stunting di Kota Surabaya.

Orangtua balita stunting rata-rata kesulitan untuk membujuk anaknya untuk makan. Disebutkan anak-anak tersebut lebih memilih memakan camilan atau buah-buahan, ketimbang memakan makanan berat atau karbohidrat.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Makanan harus diberikan variasi agar anak-anak mau makan, bisa cemilannya dengan biskuit, buah-buahan, atau bahkan nugget sayuran. Nanti harus dipastikan juga nilai gizinya untuk anak," pesan Eri kepada pendamping kesehatan, lurah, dan camat usai mengunjungi dua anak balita stunting di Kelurahan Kertajaya, kemarin, Senin (27/12/2021).

Tak hanya itu, Eri juga memberikan pesan kepada para orangtua dari balita stunting, untuk ikut menjaga kesehatan anak, dengan tidak merokok. Serta memperhatikan pola makan dengan aktivitas anak sehari-hari.

"Karena ada yang susah makan, tapi dia sangat enerjik, jadi diperlukan perhatian lebih. Kemudian vitamin ini juga harus diminum secara rutin, harapannya InsyaAllah satu bulan anak-anak bisa lulus stunting," ujar dia.

Sementara itu, Kader Kesehatan Kelurahan Kertajaya, Lilik Sundari menerangkan, pihaknya selalu melakukan pendampingan dan pemantauan secara maksimal, dengan mendatangi ruma balita stunting selama dua hari sekali.

"Meninjau bagaimana anak itu makan dari permakanan yang kita kirimkan, dimakan atau tidak. Kalau tidak dimakan atau tidak habis, maka kita akan ganti dengan menu yang lainnya dengan menyesuaikan dengan kebutuhan gizi anak tersebut," terang Lilik.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Lilik mengaku, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Bidan Kelurahan (Bikel) beserta bagian gizi, untuk melakukan pengecekan setiap satu minggu sekali, yakni mengacu pada tinggi dan berat badan anak.

"Kita cek perkembangan anak tersebut dan juga mengirimkan vitamin dan sisi. Jadi di Kelurahan Kertajaya ini ada 8 anak stunting, tapi 1 anak telah lulus, maka totalnya menjadi 7 anak," jelas dia.

Salah satu orang tua balita stunting di Kelurahan Kertajaya, Vera Astri mengaku senang karena mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya. Dia merasa terbantu dengan perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap anaknya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

"Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan kedatangan Pak Eri Cahyadi, semoga kedepannya Surabaya bisa menjadi kota yang lebih maju dan bebas stunting," pungkasnya. (Ade/SL1)

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.