Senin, 02 Feb 2026 09:45 WIB

Butuh Cemilan Bergizi, Ini Kesulitan Orangtua Balita Stunting di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Des 2021 09:35 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau balita stunting di Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau balita stunting di Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada seluruh kader kesehatan, lurah, dan camat untuk berinovasi, terhadap penyesuaian nilai gizi makanan. Yakni, penyesuaian gizi pada camilan balita stunting di Kota Surabaya.

Orangtua balita stunting rata-rata kesulitan untuk membujuk anaknya untuk makan. Disebutkan anak-anak tersebut lebih memilih memakan camilan atau buah-buahan, ketimbang memakan makanan berat atau karbohidrat.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Makanan harus diberikan variasi agar anak-anak mau makan, bisa cemilannya dengan biskuit, buah-buahan, atau bahkan nugget sayuran. Nanti harus dipastikan juga nilai gizinya untuk anak," pesan Eri kepada pendamping kesehatan, lurah, dan camat usai mengunjungi dua anak balita stunting di Kelurahan Kertajaya, kemarin, Senin (27/12/2021).

Tak hanya itu, Eri juga memberikan pesan kepada para orangtua dari balita stunting, untuk ikut menjaga kesehatan anak, dengan tidak merokok. Serta memperhatikan pola makan dengan aktivitas anak sehari-hari.

"Karena ada yang susah makan, tapi dia sangat enerjik, jadi diperlukan perhatian lebih. Kemudian vitamin ini juga harus diminum secara rutin, harapannya InsyaAllah satu bulan anak-anak bisa lulus stunting," ujar dia.

Sementara itu, Kader Kesehatan Kelurahan Kertajaya, Lilik Sundari menerangkan, pihaknya selalu melakukan pendampingan dan pemantauan secara maksimal, dengan mendatangi ruma balita stunting selama dua hari sekali.

"Meninjau bagaimana anak itu makan dari permakanan yang kita kirimkan, dimakan atau tidak. Kalau tidak dimakan atau tidak habis, maka kita akan ganti dengan menu yang lainnya dengan menyesuaikan dengan kebutuhan gizi anak tersebut," terang Lilik.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Lilik mengaku, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Bidan Kelurahan (Bikel) beserta bagian gizi, untuk melakukan pengecekan setiap satu minggu sekali, yakni mengacu pada tinggi dan berat badan anak.

"Kita cek perkembangan anak tersebut dan juga mengirimkan vitamin dan sisi. Jadi di Kelurahan Kertajaya ini ada 8 anak stunting, tapi 1 anak telah lulus, maka totalnya menjadi 7 anak," jelas dia.

Salah satu orang tua balita stunting di Kelurahan Kertajaya, Vera Astri mengaku senang karena mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya. Dia merasa terbantu dengan perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap anaknya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan kedatangan Pak Eri Cahyadi, semoga kedepannya Surabaya bisa menjadi kota yang lebih maju dan bebas stunting," pungkasnya. (Ade/SL1)

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.