Kamis, 04 Jun 2026 23:19 WIB

Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Peringkat Indeks Masyarakat Digital

Pemprov Jatim
Pemprov Jatim

selalu.id - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima audiensi Kepala Puslitbang APTIKA dan IKP - BPSDM Kementerian Kominfo, Said Mirza Pahlevi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Adhy menyampaikan komitmennya dalam upaya peningkatan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jatim. Salah satunya dengan fokus pada kemampuan pemberdayaan rakyat sebagai bagian dari pilar IMDI.

Sebagai informasi, pilar IMDI terbagi menjadi empat bagian. Antara lain, Infrastruktur dan Ekosistem, Keterampilan Digital, Pemberdayaan, serta Pekerjaan.

"Seperti yang disampaikan tadi, pilar yang paling sulit adalah pemberdayaan. Sub pilarnya konsumen dan penjual. Jadi masyarakat kita sudah familiar dengan digital dan teknologi informasi, tapi yang menggunakan untuk meningkatkan taraf hidup masih rendah," ujarnya.

"Semua pilar kita usahakan. Tapi untuk pemberdayaan ini kita dongkrak di Jawa Timur. Nah, masyarakat ini membutuhkan sekali kemampuan dasar untuk menghasilkan dari teknologi digital ini," tambah Adhy.

Menurut data Kementerian Kominfo RI, tingkat IMDI Jatim selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Yakni sebesar 39,42 pada 2022, 45,59 pada 2023, serta 46,07 pada 2024.

Untuk itu, Adhy setuju akan pembangunan Digital Talent Center yang rencananya akan dibangun di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk di wilayah Jawa Timur nanti.

"Masyarakat kita harus mengerti bagaimana teknologi bisa meningkatkan omzet, membangun jaringan, dan menembus pasar internasional. Selama ini di Jawa Timur yang telah kami lakukan adalah memfasilitasi mereka lewat Millenial Job Center (MJC). Kita juga punya KEK Singhasari, Silicon Valley-nya Jawa Timur. Tapi memang harus ada pusat talenta yang bisa masyarakat lihat," katanya.

"Tapi untuk peningkatan signifikan harus ada Surat Edaran Gubernur. Nanti kita bisa menjelaskan peringkat tiap kabupaten/kota, kita bandingkan juga dengan provinsi lain. Jadi apa saja indikator yang harus ditingkatkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puslitbang APTIKA dan IKP - BPSDM Kementerian Kominfo Said Mirza Pahlevi mengatakan, untuk meningkatkan IMDI tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi saja. Sehingga, harus ada kerja sama dari seluruh pihak terkait.

"Untuk IMDI ini memang criss cross. Tidak bisa hanya diusahakan dari Kominfo saja, tapi juga dari dinas-dinas lain. Makanya harus ada kolaborasi untuk kita bersama-sama menaikkan IMDI ini," pungkas Said.

Baca Juga: Komitmen Jawa Timur jadi Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.