Kamis, 04 Jun 2026 14:14 WIB

Cuaca Surabaya Menyengat Diprediksi Sampai Oktober

Ilustrasi wilayah panas
Ilustrasi wilayah panas

selalu.id - Musim kemarau di Surabaya saat ini masih berlangsung diprediksi hingga Oktober mendatang. Bahkan suhu tertinggi tercatat bisa mencapai 35-36 derajat celsius.

Kooordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Ady Hermanto, mengatakan kondisi di wilayah Surabaya masih mengalami panas terik hal itu dikarenakan saat musim kemarau tutupan awan cukup minum sehingga sinar matahari bisa langsung menuju ke permukaan bumi tanpa ada halangan.

Kemudian, lanjut Ady mengatakan, saat musim kemarau juga ada beberapa daerah yang vegetasinya mulai mengering dan permukaaan bumi tidak cukup basah akibat minumnya jumlah air yang ada dipermukaan.

"Untuk kondisi cuaca di wilayah Jatim, khususnya Surabaya memang saat ini masih dalam kondisi musim kemarau. Beberapa faktor tersebut menambah sensasi panas dan terik yang dirasakan oleh masyarakat," kata Ady, kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Rabu (11/9/2024).

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk kondisi panas terik diprediksi hingga Oktober mendatang. Karena saat ini posisi matahari menuju ke khatulistiwa. "Sekitar awal-pertengahan Oktober masuk wilayah Surabaya. Jadi potensi sensasi rasa panasnya masih bisa sampai beberapa minggu kedepan," jelasnya.

Ady pun menyebut, untuk suhu maksimum tertinggi tercatat mencapai 35-36 derajat celsius. Terutama di wilayah yang berada di utara Jatim. Sedangkan untuk wilayah selatan Jatim masih sesuai normalnya. "Suhu maksimum bisa mencapai 35-36 derajat celsius," ujar Ady.

Meskipun cukup panas, kondisi di pesisir masih kondusif. Adanya pengaruh 'La Nina' dalam kategori lemah menyebabkan disebagian kecil daerah ada yang mengalami atau memasuki musim penghujan disaat musim kemarau karena pasokan uap air di atmosfer masih cukup signifikan di daerah yang sudah hujan.

Sementara itu, peningkatan suhu yang menyebabkan panas bisa berdampak pada kondisi kesehatan. Karena dalam kondisi panas cairan yang ada di dalam tubuh akan menguap. Selain itu komposisi tubuh manusia terdiri dari cairan sebanyak 60 persen.

Tapi ketika suhu panas yang ekstrim cairan tubuh akan langsung menguap dan mengakibatkan suhu tubuh meningkat secara drastis disertai dengan hilangnya cairan.

"Pada kondisi normal ketika cairan keluar saat suhu panas maka akan diseimbangkan dengan keringat agar suhu jadi lebih dingin," kata dokter spesialis saraf Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR), Dr dr Abdulloh Machin SpS(K)

Beberapa tanda dan gejala yang bisa diwaspadai saat musim panas seperti pusing, berkunang-kunang, banyak berkeringat, dan terasa nyeri. Hilangnya cairan dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh lain.

"Suhu panas akan melepaskan zat perangsang peradangan yang bisa merusak otak, ginjal, hati, dan proses pembekuan darah," ujarnya.

Apabila tanda dan gejala sudah dirasakan maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah mendinginkan suhu tubuh. "Kalau sudah ada tanda dan gejala cari tempat yang dingin misal masuk gedung yang ada ACnya," paparnya.

Dia mengaku tidak ada ukuran pasti cairan tubuh yang dibutuhkan pada kondisi cuaca ekstrim, namun dibutuhkan cairan yang lebih banyak. Ia berpesan untuk menambah asupan cairan yang masuk dalam tubuh saat cuaca ekstrim.

"Setidaknya kita minum air lebih banyak dibanding biasanya. Misal biasa minum 8 gelas sehari bisa ditambah 10 gelas atau lebih tergantung cuaca," pungkasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.