Kembangkan Ekosistem Ekonomi Pasar, Dinkopdag Surabaya Naungi 8 Koperasi
- Penulis : Dony Maulana
- | Selasa, 10 Sep 2024 17:09 WIB
selalu.id - Koperasi punya peran penting dalam pertumbuhan dan keberlanjutan perdagangan di pasar tradisional. Tak sebatas membuka akses modal, akses pasar, dan peningkatan keahlian manajerial saja. Melainkan, juga mampu membuka ekosistem perekonomian baru.
Ketua Koperasi Semolowaru Dadi Rukun (KSDR) Prioaji Pambudi mengatakan, ekosistem perekonomian baru tak hanya dapat terwujud di marketplace secara daring. Menurutnya, di pasar tradisional secara tak langsung telah terbentuk meski dengan skala kecil, dan koperasi dapat mengikat ekosistem perekonomian itu.
"Sejauh ini di pasar Semolowaru sudah ada dan terlaksana, hanya saja belum diwujudkan aplikasi atau skema khusus," kata pria yang akrab disapa Yoyok itu saat dihubungi selalu.id, Selasa (10/9/2024).
Yoyok mencontohkan, skema ekosistem itu tergambar dari proses pengiriman logistik dan jasa transportasi. Kendati demikian, proses itu dilakukan oleh pedagang pasar atau anggota koperasi yang memiliki aktivitas penjualan cukup banyak.
Prosesnya, para pedagang merekrut warga untuk tergabung sebagai pengguna jasa pengiriman kepada pelanggan. "Ada mungkin 18 outlet yang sudah berjalan, biasanya jasa pengiriman itu gratis karena sudah include dengan harga pembelian," jelasnya.
Sementara, lanjut ia menjelaskan, proses itu berjalan manual. Namun begitu, pihaknya pun punya keinginan besar dengan melalui koperasi dapat mewujudkan ekosistem baru sesuai karakteristik pasar. "Ingin merambah digitalisasi, meski berat tetap harus dimulai. Toh sarana itu juga ada, Pemkot kalau tidak salah juga punya kan," harapnya.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan serangkaian edukasi dan sosialisasi tentang perkembangan ekonomi dan teknologi. "Memang kami di pasar tradisional, tapi rasa modern," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Reza Fahreddy mengatakan, bahwa idealisme koperasi itu bergerak dengan asas kekeluargaan. Hal itu, ditandai dengan terlibatnya pedagang dalam mengelola koperasi.
"Ini nilai plus, sebagai pedagang, sekaligus pengurus koperasi, koteksnya juga akan kembali kepada mereka, bukan?," ujar Reza.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada pasar yang memiliki koperasi pasar. Salah satunya dengan melibatkan satu staf khusus untuk memonitoring perkembangan koperasi.
Dia mengungkapkan jumlah koperasi di Surabaya per 31 Juli 2024 mencapai 2015 unit dengan berbagai jenis. Sedangkan jumlah koperasi aktif mencapai 634 unit dan koperasi yang sudah melakukan Rapat Akhir Tahun (RAT) mencapai 323 unit. "Alhamdulilah jumlah itu meningkat dari juli 2023," cetusnya.
Diterangkannya, jumlah tersebut sudah termasuk dengan koperasi pasar tradisional. Dengan begitu, jumlah koperasi pasar di Surabaya ada 8 unit koperasi yang aktif beroperasi. Diantaranya terdapat di daerah Jambangan 1, Sukolilo 1, Wiyung 1, Benowo 1, serta Kenjeran terdapat 4 koperasi.
Jumlah itu termasuk Koperasi Semolowaru Dadi Rukun (KSDR). Oleh katena itu, koperasi dinilai cocok dalam operasional pasar tradisional.
"Target kami tetap ada penambahan koperasi pasar di tahun ini dan selanjutnya. Manfaat yang diprogramkan juga kembali ke pedagang, landasan hukum juga jelas dan terpenting gotong royong," pungkasnya.
Baca Juga: Gara-Gara Konten Viral, Pemkot Surabaya Ancam Cabut Izin Toko Mihol Nakal
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-8005-kembangkan-ekosistem-ekonomi-pasar-dinkopdag-surabaya-naungi-8-koperasi
