Rabu, 14 Okt 2026 01:40 WIB

Geruduk Kantor PT Granting Jaya, Warga Pesisir Tetap Tolak Reklamasi Surabaya

Aksi warga pesisir geruduk Kantor PT Granting Jaya
Aksi warga pesisir geruduk Kantor PT Granting Jaya

selalu.id - Ratusan warga membubarkan paksa kegiatan sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL yang digelar PT Granting Jaya selaku operasional Proyek Strategis Nasional (PSN) reklamasi Surabaya Water Frontland (SWL) seluas 1084 hektar di wilayah pesisir Pantai Surabaya Jawa Timur, Selasa (3/9/2024).

Warga dengan tegas menolak proyek reklamasi yang dianggap menimbulkan dampak negatif bagi warga di sepanjang pesisir Pantai Surabaya. Seruan tolak reklamasi digelorakan ratusan warga saat PT Granting Jaya selaku operasional PSN reklamasi SWL, menggelar acara sosialisasi analisis dampak lingkungan di sentra wisata kuliner di kawasan jalan Keputih, Surabaya, Selasa (3/9/2024) siang.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Ungkap Penyebab Pipanya Bocor di Surabaya yang Bikin Heboh

Sementara itu ratusan warga lainnya juga menggelar aksi serupa di depan kantor PT Granting Jaya, yang berada di Kenpark Surabaya. Warga dengan tegas menolak reklamasi yang rencananya akan dibangun di lahan seluas 1084 hektar di wilayah pesisir pantai surabaya Jawa Timur.

Indi Nuroini selaku Ketua LPMK Keputih menegaskan dari 1084 hektar mega proyek reklamasi yang rencananya akan dibangun oleh PT Granting Jaya, sebagian besar ada di wilayah keputih yakni sekitar 600 hektar.

Memang di wilayah Keputih tidak terdapat banyak nelayan, namun di kawasan tersebut masih banyak ratusan tambak yang luasnya ratusan hektar di mana tambak ini menggantungkan hidup dari air laut.

Baca Juga: Semburan Air di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Ternyata Pipa Petrokimia Gresik Bocor

"Ketika reklamasi ini dilakukan sudah bisa dipastikan ratusan hektar tambak milik warga akan mati dan ribuan orang akan kehilangan mata pencaharian," ungkap Indi Nuroini kepada selalu.id di Surabaya, Selasa (3/9/2024).

Sementara itu Iwan Setiawan selaku Ketua Tim AMDAL dari PT Widya Cipta Buana yang di kontrak oleh PT Granting Jaya untuk melakukan analisis dampak lingkungan terkait proyek reklamasi tersebut mengaku, meski mendapat banyak penolakan keluarga, hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya untuk membuat rekomendasi.

Pasalnya, dalam tahap sosialisasi AMDAL, pihaknya hanya menjaring saran dan kritik dari masyarakat warga terdampak dan mencari titik tengah terkait analisis dampak lingkungan yang disebabkan oleh proyek nasional tersebut.

Baca Juga: Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya

Seperti diketahui, proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang dilakukan dengan tujuan untuk memperluas area pantai dan mengembangkan infrastruktur seperti kawasan bisnis, perumahan, dan fasilitas publik di sepanjang pesisir pantai Surabaya.

Namun karena dikhawatirkan akan berdampak negatif secara sosial terhadap masyarakat pesisir, mega proyek reklamasi ini mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan termasuk warga terdampak.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Pada bulan Oktober ini, masyarakat sudah bisa melakukan pengecekan status pencairan BPNT Tahap 4 secara mandiri cukup melalui handphone.

Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

Langkah tegas ini merupakan komitmen Polres Mojokerto dalam memberantas tindak kejahatan jalanan dan menjaga kondusivitas keamanan di Bumi Majapahit.

DPRD Nganjuk Hentikan Total Pembangunan Wisata Watu Lawang, Ini Duduk Perkaranya

Endah membeberkan, DPRD Nganjuk sebenarnya sudah mewanti-wanti agar seluruh pengerjaan fisik di lapangan disetop sementara waktu, namun kini makin ngawur.

Di Sidoarjo, Mendikdasmen Perintahkan Sekolah Harus Perkuat Sains dan Teknologi

Di sisi lain, persoalan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian pemerintah. 

Melihat Tubuh Lewat Seni Lukis dalam Pameran The Imaginary Bodies di ARTOTEL Grand Prima Surabaya

Penikmat seni maupun masyarakat umum bisa menikmati deretan karya ini mulai 12 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027 mendatang.

Tekan Pengangguran, Disnaker Nganjuk Buka Pelatihan Babershop dan Barista

Kegiatan pelatihan kali ini juga dalam rangka mendukung peringatan Hari Santri 2026. Pelatihan akan berlangsung selama 12 hari ke depan.