Senin, 19 Okt 2026 21:21 WIB

Mahasiswa UM Surabaya Bikin Alat Penanam Jagung 3 in 1, Begini Cara Kerjanya

Alat penanam jagung
Alat penanam jagung

selalu.id - Berawal dari keluh kesah petani yang kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menanam jagung, mahasiswa teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya membuat inovasi alat menanam jagung 3in1.

Alat tersebut seperti traktor yang dapat menyimpan 6-7 kilogram biji jagung untuk ditanam. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan penyiraman serta pemupukan. Sehingga bisa mempermudah petani jagung dalam menanam dengan waktu yang singkat dibandingkan menggunakan bantuan manusia. Alat tersebut bernama ATJ 3in1.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Cara kerjanya dengan cara didorong seperti traktor, nah untuk alat ini untuk membuat lubangan, menaruh biji dan menyiram," kata  ketua tim inovasi ATJ 3in1, Rifqi Robbani Amin, Jumat (30/8).

Alat tersebut sudah dicoba untuk menanam jagung dengan luas lahan satu hektar. Dalam sekali tanam bisa mengeluarkan 2-3 biji dengan jarak 10 centimeter dari lobang tanaman biji jagung lainnya.

Lebih lanjut Rifqi menjelaskan, jika dibandingkan dengan penanaman jagung yang dilakukan oleh manusia membutuhkan 6 orang dengan lahan satu hektar dengan waktu kurang lebih 7-14 hari.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Kalau menggunakan ATJ 3in1, sekali dorong bisa membutuhkan waktu 15-20 menit untuk setiap garis penanaman. Sedangkan secara keseluruhan bisa rampung 3-4 hari," terangnya.

Rifqi juga menyiapkan alat untuk menyiram sekaligus memupuk. Dengan alat daur ulang botol bekas, sedotan dan kayu yang bisa menampung 5 liter air dalam satu garis penanaman.

"Jadi kami buat juga untuk penyiraman dan pemupukan untuk mempermudah petani jagung," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Meski begitu, alat yang dikerjakan tim sebanyak 20 orang tersebut masih diperlukan penyempurnaan dan dilakukan duplikasi untuk dibagikan kepada petani.

"Sejauh ini baru satu saja alatnya, rencana kalau memang dibutuhkan kami akan lakukan penyempurnaan kembali," tukasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.