Selasa, 20 Okt 2026 00:52 WIB

Waspada Omicron, Pemkot Surabaya Perketat Protokol Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Des 2021 17:29 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Febria Racmanita
Kepala Dinas Kesehatan Febria Racmanita

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya berusaha mengantisipasi masuknya sebaran mutasi virus Covid-19, yakni varian virus Omicron yang telah terdeteksi masuk ke Indonesia. Sebab itu, Dinkes Surabaya akan melakukan tracing secara berkala untuk mencari temuan kasus baru virus Covid-19.

"Tetap kita perketat penerapan protokol kesehatan, kemudian kita juga melakukan tracing, seluruh masyarakat harus tetap prokes di luar maupun di dalam rumah" kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Sabtu (25/12/2021).

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Feny sapaan akrab Febria Rachmanita menerangkan, meskipun angka kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya sudah mulai melandai, dia bersama jajarannya terus aktif melakukan tracing.

"Minimal 10 persen dari institusi harus kita tes, jadi memang kita mencari ada yang positif atau tidak," terang dia.

Dari hasil tracing itu, kata dia, jika ditemukan kasus positif Covid-19, Dinkes Surabaya melalui Puskesmas setempat akan meminta pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk melakukan isolasi.

"Surabaya tidak ada (Omicron). Sampai hari ini Surabaya belum ada laporan, hanya (mutasi) Delta," ujar dia.

Lebih lanjut Feny juga mengaku, saat ini seluruh rumah sakit dan rumah sakit darurat di Surabaya sedang dalam status waspada terhadap mutasi varian virus Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Rumah sakit itu semuanya waspada dan kita siap, tapi mudah-mudahan tidak terisi," ungkap dia.

Sedangkan, untuk mengantisipasi mutasi varian virus dari wisatawan asing dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pihaknya akan melakukan karantina atau isolasi.

Baik sebelum masuk ke Kota Surabaya atau saat hendak pulang ke daerahnya masing-masing.

"Harus karantina, jadi harus ada di perbatasan. Kalau ada dari luar negeri (warga asing atau PMI) kita (lakukan) karantina," tegas dia.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Ia menambahkan, untuk capaian vaksin di Kota Surabaya sudah mencapai 100 persen lebih, baik untuk vaksin dosis satu dan dosis dua. Pelaksanaan vaksinasi tersebut akan terus digelar.

"Anak-anak juga hampir 100 ribu dosis yang sudah disuntikkan, pelaksanaan vaksin tidak berhenti," terangnya.

"Warga harus menjaga prokes, Insya Allah kalau kita taat mudah-mudahan virus ini bisa pergi,” imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.