Minggu, 01 Feb 2026 23:46 WIB

Waspada Omicron, Pemkot Surabaya Perketat Protokol Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Des 2021 17:29 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Febria Racmanita
Kepala Dinas Kesehatan Febria Racmanita

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya berusaha mengantisipasi masuknya sebaran mutasi virus Covid-19, yakni varian virus Omicron yang telah terdeteksi masuk ke Indonesia. Sebab itu, Dinkes Surabaya akan melakukan tracing secara berkala untuk mencari temuan kasus baru virus Covid-19.

"Tetap kita perketat penerapan protokol kesehatan, kemudian kita juga melakukan tracing, seluruh masyarakat harus tetap prokes di luar maupun di dalam rumah" kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Sabtu (25/12/2021).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Feny sapaan akrab Febria Rachmanita menerangkan, meskipun angka kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya sudah mulai melandai, dia bersama jajarannya terus aktif melakukan tracing.

"Minimal 10 persen dari institusi harus kita tes, jadi memang kita mencari ada yang positif atau tidak," terang dia.

Dari hasil tracing itu, kata dia, jika ditemukan kasus positif Covid-19, Dinkes Surabaya melalui Puskesmas setempat akan meminta pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk melakukan isolasi.

"Surabaya tidak ada (Omicron). Sampai hari ini Surabaya belum ada laporan, hanya (mutasi) Delta," ujar dia.

Lebih lanjut Feny juga mengaku, saat ini seluruh rumah sakit dan rumah sakit darurat di Surabaya sedang dalam status waspada terhadap mutasi varian virus Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Rumah sakit itu semuanya waspada dan kita siap, tapi mudah-mudahan tidak terisi," ungkap dia.

Sedangkan, untuk mengantisipasi mutasi varian virus dari wisatawan asing dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pihaknya akan melakukan karantina atau isolasi.

Baik sebelum masuk ke Kota Surabaya atau saat hendak pulang ke daerahnya masing-masing.

"Harus karantina, jadi harus ada di perbatasan. Kalau ada dari luar negeri (warga asing atau PMI) kita (lakukan) karantina," tegas dia.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Ia menambahkan, untuk capaian vaksin di Kota Surabaya sudah mencapai 100 persen lebih, baik untuk vaksin dosis satu dan dosis dua. Pelaksanaan vaksinasi tersebut akan terus digelar.

"Anak-anak juga hampir 100 ribu dosis yang sudah disuntikkan, pelaksanaan vaksin tidak berhenti," terangnya.

"Warga harus menjaga prokes, Insya Allah kalau kita taat mudah-mudahan virus ini bisa pergi,” imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.