Kamis, 05 Feb 2026 00:54 WIB

Sisihkan 400 Perusahaan, SIER Raih Penghargaan ASEAN Risk Award 2024

PT SIER pada ASEAN Risk Award 2024
PT SIER pada ASEAN Risk Award 2024

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) berhasil meraih penghargaan dalam ajang prestisius dan membanggakan di kawasan Asia Tenggara yakni pada Malam Penganugerahan ASEAN Risk Award 2024 baru saja digelar di Bangkok, Thailand pada, Jumat (5/7/2024).

Perusahaan pengelola kawasan industri milik pemerintah ini, berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Pada ASEAN Risk Award 2024, SIER meraih penghargaan dalam kategori ‘Risk Innovation and Technology’. Sedangkan pada ASEAN Risk Award 2023 lalu, SIER meraih kategori ‘Risk Champion’.



Sekadar informasi, ASEAN Risk Awards 2024 merupakan acara tahunan yang diadakan untuk mengapresiasi perusahaan dan individu, yang telah menunjukkan keunggulan dalam manajemen risiko di kawasan ASEAN. Penghargaan ini mencakup berbagai kategori yang menyoroti inovasi, teknologi, dan praktik terbaik dalam manajemen risiko.

Baca Juga: Kado Istimewa di Peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIER Raih Sertifikat SMK3 dari Kemnaker RI



Penghargaan diterima langsung Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar.

“Kita sangat bersyukur karena mendapat penghargaan dalam ajang ASEAN Risk Award 2024 ini. Penghargaan ini sangat berharga bagi kami, karena SIER berhasil menyisihkan sebanyak 400 perusahaan lainnya di Asia Tenggara yang ikut dalam ajang ini,” ujar Rizka.

Dengan diterima penghargaan ini, kata Rizka, menjadi bukti komitmen SIER dalam penentuan strategi bisnis perusahaan yang berkelanjutan, dengan pengaplikasian nilai-nilai manajemen risiko dan teknologi terkini. Sehingga SIER mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan lingkungan hidup.

“Menjadi sebuah kehormatan bagi SIER karena bisa menerima penghargaan ASEAN Risk Award untuk kedua kalinya. Ini adalah wujud pengakuan atas upaya keras dan dedikasi seluruh lini insan SIER dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dan manajemen risiko, untuk menentukan arah strategi bisnis perusahaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT SIER Didik Prasetiyono mengaku sangat bangga atas penghargaan ini. Sebab penghargaan ini bisa menjadi peneguh komitmen SIER menjadi perusahaan yang sadar dan berkomtimen pada bisnis berkelanjutan tanpa mengabaikan lingkungan.

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) memastikan, SIER akan terus berkomitmen untuk menjadi pelopor kawasan industri yang mengaplikasikan nilai-nilai manajemen risiko dan teknologi untuk menentukan strategi bisnis di masa mendatang.

“Kami ingin menjadi salah satu pengelola kawasan industri di ASEAN yang menerapkan nilai-nilai manajemen risiko dan teknologi. Kami juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi perekonomian, serta penyerapan tenaga kerja di Indonesia khususnya di Jawa Timur,” tandasnya. [*]

Baca Juga: SIER dan PPM Jalin Kerja Sama Pengolahan Air Limbah Berbasis Teknologi Nano Bio

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).