Kamis, 03 Sep 2026 14:28 WIB

Dinilai Tak Adil, Pencopotan Prof Budi Santoso Jadi Sorotan Dokter Indonesia

Dokter-dokter lakukan aksi tolak pencopotan Prof Bus
Dokter-dokter lakukan aksi tolak pencopotan Prof Bus

selalu.id - Pencopotan Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER, sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair mengundang prihatin kalangan akademisi. Apalagi pencopotan pria yang kerap disapa Prof.BUS itu dinilai terlalu mendadak. Hal ini seperti diungkapkan mantan rektor Unair, Prof Dr Med Puruhito dr SpB(K) TKV.

Mantan rektor Unair periode 2001-2006 ini menyebut, civitas akademika dijadikan 'katak dalam tempurung', ketidakadilan semakin merajarela. "Ini harusnya tidak sesuai dengan syarat diberhentikannya Prof.BUS," ungkap Puruhito kepada selalu.id, Kamis (4/7/2024).

Seperti diketahui, ratusan dokter di Surabaya menggelar aksi untuk Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER. Aksi ini buntut dari pencopotan Prof Budi dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) usai menolak kedatangan dokter asing di Indonesia.

Aksi yang bertajuk "Save Prof BUS Dekan Kita, Save Dokter Indonesia", menyampaikan dua tuntutannya. Diantaranya yaitu, Kembalikan Prof BUS sebagai Dekan FK Unair sekarang juga. Yang kedua, Berikan kebebasan berpendapat untuk seluruh akademisi dan dokter Indonesia.

Salah satu koordinator aksi, dr Moh Agung Marzah mengatakan aksi tersebut untuk membela Prof BUS sapaan Prof Budi. dr Agung mengingatkan bahwa aksi hanya digelar di lingkungan kampus A. Sehingga para peserta yang ikut dalam aksi ini dimohon tidak melebihi pagar kampus.

Beberapa dokter Surabaya juga terlihat membuat postingan di status WhatsApp terkait "Save Prof BUS". Hal ini sebagai inisiatif dukungan terhadap rekan sejawatnya. Sebelumnya, Dekan FK Unair Prof Budi dicopot dari jabatannya per Rabu (3/7/2024). "Pencopotan itu setelah responsnya menolak rencana Kemenkes mendatangkan dokter asing ke tanah air," terangnya.

Sebelum dicopot, Prof Budi mendapat panggilan terkait responsnya soal rencana Kemenkes yang akan mendatangkan dokter asing ke Indonesia. Prof Budi sendiri, pada Senin (1/7/2024), dia dipanggil Rektor Unair Prof Nasih.

Panggilan itu dilayangkan usai dirinya berkomentar tidak setuju atau menolak rencana Menkes mendatangkan dokter asing. Kemudian pada Selasa (2/7/2024), Prof Budi diminta menghadap rektor, senat akademis, dan sekretaris universitas. Namun, ia tak bisa hadir karena sedang ada di Jakarta menjadi narasumber sebuah acara.

Baca Juga: Kapolres Tuban AKBP Wiliam Tanasale Dicopot! Ini Dugaan Kasusnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.