Senin, 15 Jul 2024 04:02 WIB

Dinilai Tak Adil, Pencopotan Prof Budi Santoso Jadi Sorotan Dokter Indonesia

Dokter-dokter lakukan aksi tolak pencopotan Prof Bus

Dokter-dokter lakukan aksi tolak pencopotan Prof Bus

selalu.id - Pencopotan Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER, sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair mengundang prihatin kalangan akademisi. Apalagi pencopotan pria yang kerap disapa Prof.BUS itu dinilai terlalu mendadak. Hal ini seperti diungkapkan mantan rektor Unair, Prof Dr Med Puruhito dr SpB(K) TKV.

Mantan rektor Unair periode 2001-2006 ini menyebut, civitas akademika dijadikan 'katak dalam tempurung', ketidakadilan semakin merajarela. "Ini harusnya tidak sesuai dengan syarat diberhentikannya Prof.BUS," ungkap Puruhito kepada selalu.id, Kamis (4/7/2024).

Seperti diketahui, ratusan dokter di Surabaya menggelar aksi untuk Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER. Aksi ini buntut dari pencopotan Prof Budi dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) usai menolak kedatangan dokter asing di Indonesia.

Aksi yang bertajuk "Save Prof BUS Dekan Kita, Save Dokter Indonesia", menyampaikan dua tuntutannya. Diantaranya yaitu, Kembalikan Prof BUS sebagai Dekan FK Unair sekarang juga. Yang kedua, Berikan kebebasan berpendapat untuk seluruh akademisi dan dokter Indonesia.

Salah satu koordinator aksi, dr Moh Agung Marzah mengatakan aksi tersebut untuk membela Prof BUS sapaan Prof Budi. dr Agung mengingatkan bahwa aksi hanya digelar di lingkungan kampus A. Sehingga para peserta yang ikut dalam aksi ini dimohon tidak melebihi pagar kampus.

Beberapa dokter Surabaya juga terlihat membuat postingan di status WhatsApp terkait "Save Prof BUS". Hal ini sebagai inisiatif dukungan terhadap rekan sejawatnya. Sebelumnya, Dekan FK Unair Prof Budi dicopot dari jabatannya per Rabu (3/7/2024). "Pencopotan itu setelah responsnya menolak rencana Kemenkes mendatangkan dokter asing ke tanah air," terangnya.

Sebelum dicopot, Prof Budi mendapat panggilan terkait responsnya soal rencana Kemenkes yang akan mendatangkan dokter asing ke Indonesia. Prof Budi sendiri, pada Senin (1/7/2024), dia dipanggil Rektor Unair Prof Nasih.

Panggilan itu dilayangkan usai dirinya berkomentar tidak setuju atau menolak rencana Menkes mendatangkan dokter asing. Kemudian pada Selasa (2/7/2024), Prof Budi diminta menghadap rektor, senat akademis, dan sekretaris universitas. Namun, ia tak bisa hadir karena sedang ada di Jakarta menjadi narasumber sebuah acara.

Baca Juga: Diberhentikan Paksa, Prof. BUS dan Tim Advokasi Datangi Rektorat UNAIR

Editor : Ading