Minggu, 01 Feb 2026 17:11 WIB

Dinilai Tak Adil, Pencopotan Prof Budi Santoso Jadi Sorotan Dokter Indonesia

Dokter-dokter lakukan aksi tolak pencopotan Prof Bus
Dokter-dokter lakukan aksi tolak pencopotan Prof Bus

selalu.id - Pencopotan Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER, sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair mengundang prihatin kalangan akademisi. Apalagi pencopotan pria yang kerap disapa Prof.BUS itu dinilai terlalu mendadak. Hal ini seperti diungkapkan mantan rektor Unair, Prof Dr Med Puruhito dr SpB(K) TKV.

Mantan rektor Unair periode 2001-2006 ini menyebut, civitas akademika dijadikan 'katak dalam tempurung', ketidakadilan semakin merajarela. "Ini harusnya tidak sesuai dengan syarat diberhentikannya Prof.BUS," ungkap Puruhito kepada selalu.id, Kamis (4/7/2024).

Seperti diketahui, ratusan dokter di Surabaya menggelar aksi untuk Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER. Aksi ini buntut dari pencopotan Prof Budi dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) usai menolak kedatangan dokter asing di Indonesia.

Aksi yang bertajuk "Save Prof BUS Dekan Kita, Save Dokter Indonesia", menyampaikan dua tuntutannya. Diantaranya yaitu, Kembalikan Prof BUS sebagai Dekan FK Unair sekarang juga. Yang kedua, Berikan kebebasan berpendapat untuk seluruh akademisi dan dokter Indonesia.

Salah satu koordinator aksi, dr Moh Agung Marzah mengatakan aksi tersebut untuk membela Prof BUS sapaan Prof Budi. dr Agung mengingatkan bahwa aksi hanya digelar di lingkungan kampus A. Sehingga para peserta yang ikut dalam aksi ini dimohon tidak melebihi pagar kampus.

Beberapa dokter Surabaya juga terlihat membuat postingan di status WhatsApp terkait "Save Prof BUS". Hal ini sebagai inisiatif dukungan terhadap rekan sejawatnya. Sebelumnya, Dekan FK Unair Prof Budi dicopot dari jabatannya per Rabu (3/7/2024). "Pencopotan itu setelah responsnya menolak rencana Kemenkes mendatangkan dokter asing ke tanah air," terangnya.

Sebelum dicopot, Prof Budi mendapat panggilan terkait responsnya soal rencana Kemenkes yang akan mendatangkan dokter asing ke Indonesia. Prof Budi sendiri, pada Senin (1/7/2024), dia dipanggil Rektor Unair Prof Nasih.

Panggilan itu dilayangkan usai dirinya berkomentar tidak setuju atau menolak rencana Menkes mendatangkan dokter asing. Kemudian pada Selasa (2/7/2024), Prof Budi diminta menghadap rektor, senat akademis, dan sekretaris universitas. Namun, ia tak bisa hadir karena sedang ada di Jakarta menjadi narasumber sebuah acara.

Baca Juga: Disertasi Doktor Unair Ungkap Disharmonisasi Pengaturan Hak Atas Tanah Pasca UU Cipta Kerja

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Jika kalian ingin performa motor tetap bandel atau tahan lama meski diterjang hujan maupun banjir, mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.