Kamis, 04 Jun 2026 18:55 WIB

PKB Isyaratkan Bangun Koalisi Lawan Khofifah, Gandeng PDIP Kah?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Jun 2024 18:55 WIB
Foto: PKB x PDIP
Foto: PKB x PDIP

selalu.id - Saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah memastikan akan membentuk poros koalisi yang bertujuan untuk melawan Khofifah di ajang Pilkada Jatim 2024. Adapun beberapa partai yang sudah berkomunikasi dengan PKB yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sejauh ini, PKB masih terus intens berkomunikasi lintas parpol khususnya di luar partai koalisi pendukung Khofifah-Emil. Bahkah, PKB pun sudah mengisyaratkan dalam waktu dekat akan ada parpol yang akan bergabung untuk membangun poros baru di Pilgub Jatim 2024 ini. Terkait apakah itu PDIP ataukah yang lain, itu masih menjadi rahasia PKB.

Meski begitu, Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut, bahwa partainya belum mengambil keputusan terkait calon yang di usungnya. Namun, Daniel mengaku PKB akan segera mengumumkan soal Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024.

"PKB selalu terbuka dengan sahabat partai. Tentu (berkoalisi), agar basis pemilih semakin kuat nanti," katanya, Senin (10/6/2024).

Sekadar diketahui, dalam perolehan suara DPRD Jawa Timur (Jatim), PKB mendapatkan suara sekitar 27 persen, dan prosentase tersebut telah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri. Meski begitu, Daniel menyebut PKB akan membuka komunikasi dengan partai lain.

Disisi lain, PDIP juga tengah memberi sinyal bekerja sama dengan PKB untuk melawan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur 2024. "Jangan-jangan kita bisa bersama, sama PKB di Jawa Timur, betul," cetus Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga.

Sebelumnya, Khofifah-Emil terus mendapat dukungan sejumlah partai politik untuk maju dalam Pilgub Jatim 2024. Tercatat, sudah ada enam partai yang sudah menyatakan dukungannya. Diantaranya yaitu Demokrat, Golkar, Perindo, PAN, PSI serta Gerindra.

Sementara itu, menurut Pengamat Politik Tanah Air, Surokim mengungkapkan sepertinya, jika PKB bakal bangun poros sendiri tentu akan sulit, begitu pula dengan PDIP. "Kalau mau menandingi khofifah, mau gak mau harus berkoalisi antara PKB dengan PDIP (Koalisi Merah Hijau)," cetusnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (11/6/2024) petang.

"Saya kira, pilihan yang lebih realitis harus berkoalisi, karena yang dilawan ini petahana yang kuat dalam dunia politik Jatim," imbuhnya.

Semisal koalisi ini pun terbentuk, lanjut Surokim mengatakan, artinya PKB harus merelakan ketika posisi Calon Gubernur harus diberikan kepada Risma dan Calon Wakil Gubernur harus ditempati oleh KH. Marzuki Mustamar. "Dengan begitu, ini tentunya menjadi kompetitif yang imbang antara Khofifah-Emil dan Risma-Marzuki," tandasnya.

Namun demikian, Surokim menyebut ketika koalisi Merah Hijau jadi dibentuk, tentu ini akan menjadi persaingan yang sangat sengit di putaran Pilgub Jatim 2024 ini. "Jika ini terjadi, maka pilgub di Jatim ini akan lebih menarik," tutupnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.