Kamis, 23 Jul 2026 08:49 WIB

PKB Isyaratkan Bangun Koalisi Lawan Khofifah, Gandeng PDIP Kah?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Jun 2024 18:55 WIB
Foto: PKB x PDIP
Foto: PKB x PDIP

selalu.id - Saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah memastikan akan membentuk poros koalisi yang bertujuan untuk melawan Khofifah di ajang Pilkada Jatim 2024. Adapun beberapa partai yang sudah berkomunikasi dengan PKB yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sejauh ini, PKB masih terus intens berkomunikasi lintas parpol khususnya di luar partai koalisi pendukung Khofifah-Emil. Bahkah, PKB pun sudah mengisyaratkan dalam waktu dekat akan ada parpol yang akan bergabung untuk membangun poros baru di Pilgub Jatim 2024 ini. Terkait apakah itu PDIP ataukah yang lain, itu masih menjadi rahasia PKB.

Meski begitu, Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut, bahwa partainya belum mengambil keputusan terkait calon yang di usungnya. Namun, Daniel mengaku PKB akan segera mengumumkan soal Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024.

"PKB selalu terbuka dengan sahabat partai. Tentu (berkoalisi), agar basis pemilih semakin kuat nanti," katanya, Senin (10/6/2024).

Sekadar diketahui, dalam perolehan suara DPRD Jawa Timur (Jatim), PKB mendapatkan suara sekitar 27 persen, dan prosentase tersebut telah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri. Meski begitu, Daniel menyebut PKB akan membuka komunikasi dengan partai lain.

Disisi lain, PDIP juga tengah memberi sinyal bekerja sama dengan PKB untuk melawan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur 2024. "Jangan-jangan kita bisa bersama, sama PKB di Jawa Timur, betul," cetus Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga.

Sebelumnya, Khofifah-Emil terus mendapat dukungan sejumlah partai politik untuk maju dalam Pilgub Jatim 2024. Tercatat, sudah ada enam partai yang sudah menyatakan dukungannya. Diantaranya yaitu Demokrat, Golkar, Perindo, PAN, PSI serta Gerindra.

Sementara itu, menurut Pengamat Politik Tanah Air, Surokim mengungkapkan sepertinya, jika PKB bakal bangun poros sendiri tentu akan sulit, begitu pula dengan PDIP. "Kalau mau menandingi khofifah, mau gak mau harus berkoalisi antara PKB dengan PDIP (Koalisi Merah Hijau)," cetusnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (11/6/2024) petang.

"Saya kira, pilihan yang lebih realitis harus berkoalisi, karena yang dilawan ini petahana yang kuat dalam dunia politik Jatim," imbuhnya.

Semisal koalisi ini pun terbentuk, lanjut Surokim mengatakan, artinya PKB harus merelakan ketika posisi Calon Gubernur harus diberikan kepada Risma dan Calon Wakil Gubernur harus ditempati oleh KH. Marzuki Mustamar. "Dengan begitu, ini tentunya menjadi kompetitif yang imbang antara Khofifah-Emil dan Risma-Marzuki," tandasnya.

Namun demikian, Surokim menyebut ketika koalisi Merah Hijau jadi dibentuk, tentu ini akan menjadi persaingan yang sangat sengit di putaran Pilgub Jatim 2024 ini. "Jika ini terjadi, maka pilgub di Jatim ini akan lebih menarik," tutupnya.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.