Jumat, 04 Sep 2026 15:52 WIB

Mahasiswa UK Petra Tampilkan Karya Film Dokumenter tentang Kehidupan Difabel

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Des 2021 22:15 WIB
Film Life of Silence (LOS)
Film Life of Silence (LOS)

Surabaya (selalu.id)- Lima mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen (UK) Petra, gelar screening film dokumenter karya mereka, di CGV Cinemas BG Junction Surabaya, Selasa (21/12/2021).

Film yang diproduksi oleh lima mahasiswa ini berjudul Life of Silence (LOS) bergenre Dokumenter Biografi. Film berdurasi 20-25 menit ini berkisah mengenai pemeran utama, Maulana Aditya. Ia merupakan seorang pemuda aktivis tuli asal kota Pasuruan.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Pemeran utama dari film ini pun diambil kisah Aditya dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, mulai berbisnis dan bersosialisasi bahkan pergumulannya sebagai kaum difabel di Indonesia.

Sutradara Film LOS, Thomas Lesmono mengatakan, karya film ini berawal dari tugas kuliah, Lalu tim kelompoknya mempunyai ide mengangkat kisah teman-teman tuli. Sehingga, mereka berinisiatif mempublikasikan filmnya yang bekerjasama dengan CGV.

"Setelah kita melakukan peliputan, kita lakukan syuting dan melewati banyak hal. Kami merasa apa yang kami anggap ini bukan sekedar tugas kuliah," kata Thomas.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Thomas dan tim kelompoknya berharap, film ini bisa menyampaikan pesan kepada khalayak, karena teman-teman tuli ini sama seperti orang pada umumnya.

"Teman teman tuli bisa membaur seperti kita. Tapi kadang kita juga gak mengerti kondisinya mereka. Kadang kita juga memaksakan berbicara. Kalau mereka diam dianggap sombong. Padalah bukan gitu maksud mereka. Jadi kita merasa teman tuli ini adalah orang-orang yang sama seperti kita. Tapi kok gak segitunya dilihat," terangnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Oleh karena itu, lanjut ia, film ini bisa ditayangkan dan mengundang beberapa orang penting seperti Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi, dan teman-teman dari komunitas Akar Tuli Malang.

"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk membuatnya, sejak bulan September," terangnya.

Rencana ke depannya, setelah melakukan screening dan perbaikan, film ini akan diikutsertakan dalam beberapa Festival Film di 2022. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.