Selasa, 21 Jul 2026 12:30 WIB

Mahasiswa UK Petra Tampilkan Karya Film Dokumenter tentang Kehidupan Difabel

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Des 2021 22:15 WIB
Film Life of Silence (LOS)
Film Life of Silence (LOS)

Surabaya (selalu.id)- Lima mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen (UK) Petra, gelar screening film dokumenter karya mereka, di CGV Cinemas BG Junction Surabaya, Selasa (21/12/2021).

Film yang diproduksi oleh lima mahasiswa ini berjudul Life of Silence (LOS) bergenre Dokumenter Biografi. Film berdurasi 20-25 menit ini berkisah mengenai pemeran utama, Maulana Aditya. Ia merupakan seorang pemuda aktivis tuli asal kota Pasuruan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Pemeran utama dari film ini pun diambil kisah Aditya dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, mulai berbisnis dan bersosialisasi bahkan pergumulannya sebagai kaum difabel di Indonesia.

Sutradara Film LOS, Thomas Lesmono mengatakan, karya film ini berawal dari tugas kuliah, Lalu tim kelompoknya mempunyai ide mengangkat kisah teman-teman tuli. Sehingga, mereka berinisiatif mempublikasikan filmnya yang bekerjasama dengan CGV.

"Setelah kita melakukan peliputan, kita lakukan syuting dan melewati banyak hal. Kami merasa apa yang kami anggap ini bukan sekedar tugas kuliah," kata Thomas.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Thomas dan tim kelompoknya berharap, film ini bisa menyampaikan pesan kepada khalayak, karena teman-teman tuli ini sama seperti orang pada umumnya.

"Teman teman tuli bisa membaur seperti kita. Tapi kadang kita juga gak mengerti kondisinya mereka. Kadang kita juga memaksakan berbicara. Kalau mereka diam dianggap sombong. Padalah bukan gitu maksud mereka. Jadi kita merasa teman tuli ini adalah orang-orang yang sama seperti kita. Tapi kok gak segitunya dilihat," terangnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Oleh karena itu, lanjut ia, film ini bisa ditayangkan dan mengundang beberapa orang penting seperti Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi, dan teman-teman dari komunitas Akar Tuli Malang.

"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk membuatnya, sejak bulan September," terangnya.

Rencana ke depannya, setelah melakukan screening dan perbaikan, film ini akan diikutsertakan dalam beberapa Festival Film di 2022. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.