Senin, 21 Sep 2026 00:10 WIB

Imbas Banyak Industri Gulung Tikar, Ribuan Pekerja Terkena PHK

Foto: Pabrik sepatu Bata gulung tikar
Foto: Pabrik sepatu Bata gulung tikar

selalu.id -  Penutupan pabrik PT Sepatu Bata Tbk (BATA) di Purwakarta, Jawa Barat yang belum lama ini, kian menambah deretan sejumlah industri padat karya di Tanah Air yang gulung tikar di awal tahun 2024 ini.

Meskipun demikian, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani tak menampik penutupan pabrik berimbas terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Menurutnya, untuk industri yang berorientasi di sektor ekspor saat ini masih terdampak permintaan (demand) pasar global lantaran situasi geopolitik sehingga berimbas terhadap PHK.

"Terkait adanya PHK untuk industri yang berorientasi ekspor masih terkait dengan demand pasar global karena situasi gropolitik yang mempengaruhi ekonomi banyak negara," kata Shinta, Jumat (17/5/2024).

Menurutnya, kondisi tersebut juga dialami industri padat karya seperti garmen dan alas kaki lainnya, di mana industri tersebut harus bersaing dengan produk impor ilegal. Tak hanya itu saja, lanjut ia mengatakan, industri tersebut kesulitan mendapatkan bahan baku impor dan kenaikan biaya usaha membuat pengusaha melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan.

"Selain itu kesulitan dalam memperoleh bahan baku/penolong impor, juga kenaikan cost of doing business membuat industri-industri ini semakin terdesak untuk meningkatkan efisiensi produksi agar bisa tetap eksis di pasar, salah satunya dengan pengurangan karyawan," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mencatat sebanyak 2.650 pekerja yang terkena PHK selama periode Januari sampai Maret 2024. Dengan rincian; 306 pekerja di Januari, 654 pekerja di Februari dan 1.690 pekerja di Maret 2024.

Meski begitu, Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, maraknya PHK di Jawa Barat terjadi di industri tekstil dan garmen lantaran pengusaha memutuskan untuk menutup pabriknya.

"Penyebab maraknya PHK di Jawa Barat selama tiga bulan terakhir, khususnya di sektor industri padat karya seperti tekstil dan garmen, terutama disebabkan oleh penutupan sejumlah pabrik," kata Anwar.

Anwar mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Apindo dan pemerintah daerah, penutupan pabrik terjadi lantaran biaya tenaga kerja lebih tinggi di Jawa Barat dibandingkan daerah lain. Hal ini, kata dia, membuat pengusaha memiliki pertimbangan ekonomi dan memindahkan operasi ke daerah lain.

"Penutupan pabrik ini terjadi karena sejumlah faktor ekonomi, termasuk biaya tenaga kerja yang lebih tinggi di Jawa Barat dibandingkan dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang menyebabkan sebagian pengusaha memindahkan operasi mereka ke wilayah dengan upah minimum provinsi (UMP) yang lebih rendah," terangnya.

Berdasarkan hal itu, lanjut Anwar mengatakan, dibutuhkan penguatan dialog antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk mencari solusi bersama yang dapat mengurangi kebutuhan akan PHK.

Selain itu, memperluas cakupan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan meningkatkan dukungan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan melalui program JKP yang terdiri atas bantuan tunai akibat PHK, akses pelatihan bersertifikat dan gratis baik re-skilling maupun up-skilling. "Dan bantuan akses pekerjaan melalui job matching untuk membantu mereka kembali ke pasar kerja," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.