Jumat, 23 Okt 2026 14:21 WIB

Pejabat Baru Pemkot Harus Melek Digital, Eri Cahyadi: Gak Iso Yo Wassalam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 22:56 WIB
Proses pelantikan pejabat baru Pemkot Surabaya
Proses pelantikan pejabat baru Pemkot Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melantik pejabat baru serta rotasi jabatan terkait perubahan nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan dilakukan di Balai Kota Surabaya, Senin (20/12/2021).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan dengan resminya pejabat baru tersebut, mereka harus aware dengan teknologi digital.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

"Pejabat baru hukumnya fardhu ain, karena kita sudah digital. Mau tidak mau pejabat yang baru harus aware dengan digital," kata Eri.

Para pejabat baru ini, lanjut Eri, akan ada kontrak kinerja bersama Wali Kota dan Disitu terncantum ada Output dan Outcomenya.

"Ketika mau tercapai, mau tidak mau dia harus digital, kalau gak gitu ketinggalan dia," ujarnya.

Akan tetapi, kalau output dan outcomenya tidak bisa tercapai, kata dia, maka diberikan kesempatan selama 6 bulan lagi.

"lek gak iso berarti yo onok (kalau gak bisa ya berarti ada) perubahan,"kata dia.

Terkait Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) 2022, Eri menyampaikan mutasi tersebut nanti ada penempatan-penempatan yang akan diisi sesuai STOK yang baru.

"Desember akhir itu pastinya. Januari mulai kerja. Kalau output setahun gak jalan ya 6 bulan, kalau gak iso yo wassalam. Itu pilihan kan, aku menilainya setelah dilantik,"ujar Eri.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Dalam penilaian, Eri menjelaskan, nantinya mereka diberi waktu pertanggung jawaban setahun. Ketika tidak tercapai, akan dilakukan evaluasi 6 bulan.

"6 bulan tapi kita nanti berikan waktu pertanggung jawaban 1 tahun. Gak mungkin 6 bulan dia dikatakan gagal.

Kalau 1 tahun tidak tecapai output dan outcomenya, maka kita lakukan evaluasi 6 bulan," terangnya.

Eri mewajibkan digitalisasi di semua bidang termasuk perizinan. Sehingga tidak ada lagi orang yang harus ketemu. Jika ingin bertanya harus lewat kelurahan dulu.

"Itu baru pemerintahan berjalan. Kalau masih ada orang yang tanya secara langsung ke dinas berarti pemerintahan saya gak jalan," kata Eri.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Dalam hal ini Eri memaksimalkan peran di birokrasi paling bawah dengan menempatkan tiap bagian OPD disanan. Sebagai contoh, warga tidak harus ke Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya. Namun, pihak Dinsos yabg harusnya menugaskan stafnya di Kelurahan.

"Jadi warga itu harus dapat solusi, kalau gak dapat solusi 1 kali, 2 kali sampai batas tertentu ya wassalam, ngono ae (gitu aja)."ujarnya.

"Saya gak ngangkat bukan karena suka tidak suka, tapi menjadikan seorang pemimpin itu karena kinerjanya sendiri," imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa pejabat dimutasi itu diantaranya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dimutasi mengisi jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Kepala BPB dan Linmas Irvan Widyanto dipindah menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, lalu Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan dipindah ke Asisten Administrasi Umum, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan menjadi Inspektur Pemkot Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp812 Juta Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dan Berprestasi

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.