Selasa, 21 Jul 2026 18:33 WIB

Kemensos Beri Penanganan Menyeluruh Korban Rudapaksa di Lubuk Linggau

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 07 Mei 2024 09:59 WIB
Foto: korban rudapaksa di Linggau
Foto: korban rudapaksa di Linggau

selalu.id - Kasus rudapaksa yang dialami seorang anak berusia 14 tahun di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan mendapatkan perhatian serius dari Kemensos.

Korban dirudapaksa oleh kakek berusia 63 tahun yang merupakan tetangga korban. Kemensos pun melakukan berbagai upaya baik dari segi medis maupun sosial agar korban bisa kembali pulih dan beraktivitas seperti anak seusianya kembali.

Kemensos yang mengetahui tentang kasus ini dari media, segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Polres, Dinas Sosial, Kejaksaan Negeri Kota Lubuk Linggau dan lain-lain.

Kemensos pun segera melakukan asesmen untuk mengetahui  keadaan korban lebih lanjut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Dari hasil asesmen, Kementerian Sosial melalui Sentra Dharma Guna Bengkulu melakukan intervensi psikososial dan memfasilitasi keperluan medis korban di RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau. Koordinasi dengan aparat penegak hukum pun dijalin guna memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

"Pekerja sosial dan penyuluh sosial Sentra Dharma Guna Bengkulu memberikan terapi relaksasi dan CBT (Cognitive Behavioral Therapy). Selain itu Kemensos juga memfasilitasi pendampingan psikologis oleh psikolog klinis RSUD Siti Aisyah," kata Kepala Sentra Dharma Guna Syam Suryani dalam laporan kepada Menteri Sosial.

Meski masih belia, korban merupakan sosok yang tangguh. Pasca kejadian yang menimpanya, korban cenderung malu dan merasa sedih serta takut. Akan tetapi, saat ini korban merasa senang karena banyak pihak termasuk Kementerian Sosial yang memperhatikannya.

Selain intervensi medis dan hukum, Kemensos juga akan membantu pendidikan gadis belia tersebut. Korban yang putus sekolah saat kelas 4 Sekolah Dasar, kini bertekad akan melanjutkan sekolahnya melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Paket A karena usianya yang tak lagi memungkinan mengulang Sekolah Dasar.

Keluarga Dinda yang tergolong dalam keluarga pra-sejahtera pun tak luput dari perhatian Kemensos. Ayah Dinda yang bekerja sebagai buruh harian di kebun karet milik orang hanya berpenghasilan rata-rata Rp. 800.000 sebulan, sedangkan ibunya bekerja sebagai pengepak kerupuk dengan penghasilan rata-rata Rp. 80.000 hingga Rp. 100.000 per minggunya. Dengan penghasilan tersebut, orang tua korban harus menafkahi korban dan keempat saudaranya.

Untuk menunjang kebutuhan keluarga korban, Kemensos pun memberikan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa pemenuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan dasar, alat kebersihan diri, sandang dan perlengkapan kamar. Selain berbagai bantuan tersebut, Kemensos juga tetap melakukan monitoring terkait proses hukum yang sedang berlaku.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.