Rabu, 23 Sep 2026 14:41 WIB

Kemensos Beri Penanganan Menyeluruh Korban Rudapaksa di Lubuk Linggau

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 07 Mei 2024 09:59 WIB
Foto: korban rudapaksa di Linggau
Foto: korban rudapaksa di Linggau

selalu.id - Kasus rudapaksa yang dialami seorang anak berusia 14 tahun di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan mendapatkan perhatian serius dari Kemensos.

Korban dirudapaksa oleh kakek berusia 63 tahun yang merupakan tetangga korban. Kemensos pun melakukan berbagai upaya baik dari segi medis maupun sosial agar korban bisa kembali pulih dan beraktivitas seperti anak seusianya kembali.

Kemensos yang mengetahui tentang kasus ini dari media, segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Polres, Dinas Sosial, Kejaksaan Negeri Kota Lubuk Linggau dan lain-lain.

Kemensos pun segera melakukan asesmen untuk mengetahui  keadaan korban lebih lanjut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Dari hasil asesmen, Kementerian Sosial melalui Sentra Dharma Guna Bengkulu melakukan intervensi psikososial dan memfasilitasi keperluan medis korban di RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau. Koordinasi dengan aparat penegak hukum pun dijalin guna memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

"Pekerja sosial dan penyuluh sosial Sentra Dharma Guna Bengkulu memberikan terapi relaksasi dan CBT (Cognitive Behavioral Therapy). Selain itu Kemensos juga memfasilitasi pendampingan psikologis oleh psikolog klinis RSUD Siti Aisyah," kata Kepala Sentra Dharma Guna Syam Suryani dalam laporan kepada Menteri Sosial.

Meski masih belia, korban merupakan sosok yang tangguh. Pasca kejadian yang menimpanya, korban cenderung malu dan merasa sedih serta takut. Akan tetapi, saat ini korban merasa senang karena banyak pihak termasuk Kementerian Sosial yang memperhatikannya.

Selain intervensi medis dan hukum, Kemensos juga akan membantu pendidikan gadis belia tersebut. Korban yang putus sekolah saat kelas 4 Sekolah Dasar, kini bertekad akan melanjutkan sekolahnya melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Paket A karena usianya yang tak lagi memungkinan mengulang Sekolah Dasar.

Keluarga Dinda yang tergolong dalam keluarga pra-sejahtera pun tak luput dari perhatian Kemensos. Ayah Dinda yang bekerja sebagai buruh harian di kebun karet milik orang hanya berpenghasilan rata-rata Rp. 800.000 sebulan, sedangkan ibunya bekerja sebagai pengepak kerupuk dengan penghasilan rata-rata Rp. 80.000 hingga Rp. 100.000 per minggunya. Dengan penghasilan tersebut, orang tua korban harus menafkahi korban dan keempat saudaranya.

Untuk menunjang kebutuhan keluarga korban, Kemensos pun memberikan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa pemenuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan dasar, alat kebersihan diri, sandang dan perlengkapan kamar. Selain berbagai bantuan tersebut, Kemensos juga tetap melakukan monitoring terkait proses hukum yang sedang berlaku.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Bekali Warga Skill Terampil Demi Kemandirian Ekonomi

Bersama Balai Latihan Kerja Mojokerto, pemerintah kota kembali membuka Batch II tahun 2026.

Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah

Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.