Selasa, 21 Jul 2026 13:55 WIB

Kemensos Sejahterakan Petani Gula Aren di Sulawesi Tengah

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 06 Mei 2024 10:04 WIB
Petani gula aren
Petani gula aren

selalu.id --  Para perajin gula aren di Desa Ogotumubu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah sangat berterima kasih kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Berkat peran dan bantuan Kemensos, kesejahteraan warga meningkat, penghasilan bertambah, bisa mendapatkan rumah dan tidak kesulitan lagi menyekolahkan anak-anaknya.

“Kalau tidak dibantu Kementerian Sosial, tidak mungkin kami bisa begini,” kata Asri, Ketua Kelompok Petani Aren, yang merupakan warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (5/5). Desa yang terletak di Teluk Tomini ini lokasinya sekitar 300 kilometer sebelah utara Kota Palu yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Kesuksesan warga bermula ketika tahun 2018 Kementerian Sosial mendampingi  77 kepala keluarga warga Komunitas Adat Terpencil (KAT)  Dusun V Molomamua, Desa Ogotumubu dalam pembangunan pemukiman sosial berupa 73 unit rumah. Selain itu Kemensos juga  memberikan bantuan jaminan hidup, peralatan kerja, peralatan rumah tangga serta pendampingan sosial.

Saat melakukan pendampingan sosial inilah warga yang biasanya membuat gula aren dari hasil penyadap nira dan mengolahnya menjadi gula, diubah oleh Kementerian Sosial. Tidak terlalu sulit mengubah dari kebiasaan membuat gula aren menjadi gula semut, karena bahan bakunya sama dan tersedia melimpah di dusun tersebut. Hanya proses akhirnya saja yang berbeda.

Ketika diolah menjadi gula semut, harga jualnya langsung naik tajam. Jika sebelumnya  dari hasil mengolah gula aren para perajin   hanya mendapatkan penghasilan Rp 500.000 – Rp 700.000 setiap kali  mengolah,  kini setelah cairan nira diolah menjadi gula semut harganya melonjak tajam menjadi sekitar Rp 2.000.000 dengan bahan baku yang jumlahnya sama. “Tidak sulit pula melakukan pemasaran,” kata Dini, pendamping KAT para pembuat gula semut  di Desa Ogotumubu.

Konsumen gula semut  sebagian besar kafe-kafe serta hotel berbintang yang membutuhkan gula semut untuk campuran kopi, teh atau makanan lainnya. Para perajin biasanya menyebut gula semut Kemensos karena proses pembuatannya diawali melalui pelatihan dan pendampingan oleh Kemensos.

Kini warga merasakan manfaat dari perubahan mengolah gula aren menjadi gula semut karena penghasilan dan kesejahteraan warga meningkat. “Terima kasih Kemensos yang telah banyak membantu dan memberdayakan kami,” kata Asri dengan suara mantap.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.