Selasa, 20 Okt 2026 03:48 WIB

Kemensos Sejahterakan Petani Gula Aren di Sulawesi Tengah

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 06 Mei 2024 10:04 WIB
Petani gula aren
Petani gula aren

selalu.id --  Para perajin gula aren di Desa Ogotumubu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah sangat berterima kasih kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Berkat peran dan bantuan Kemensos, kesejahteraan warga meningkat, penghasilan bertambah, bisa mendapatkan rumah dan tidak kesulitan lagi menyekolahkan anak-anaknya.

“Kalau tidak dibantu Kementerian Sosial, tidak mungkin kami bisa begini,” kata Asri, Ketua Kelompok Petani Aren, yang merupakan warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (5/5). Desa yang terletak di Teluk Tomini ini lokasinya sekitar 300 kilometer sebelah utara Kota Palu yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Kesuksesan warga bermula ketika tahun 2018 Kementerian Sosial mendampingi  77 kepala keluarga warga Komunitas Adat Terpencil (KAT)  Dusun V Molomamua, Desa Ogotumubu dalam pembangunan pemukiman sosial berupa 73 unit rumah. Selain itu Kemensos juga  memberikan bantuan jaminan hidup, peralatan kerja, peralatan rumah tangga serta pendampingan sosial.

Saat melakukan pendampingan sosial inilah warga yang biasanya membuat gula aren dari hasil penyadap nira dan mengolahnya menjadi gula, diubah oleh Kementerian Sosial. Tidak terlalu sulit mengubah dari kebiasaan membuat gula aren menjadi gula semut, karena bahan bakunya sama dan tersedia melimpah di dusun tersebut. Hanya proses akhirnya saja yang berbeda.

Ketika diolah menjadi gula semut, harga jualnya langsung naik tajam. Jika sebelumnya  dari hasil mengolah gula aren para perajin   hanya mendapatkan penghasilan Rp 500.000 – Rp 700.000 setiap kali  mengolah,  kini setelah cairan nira diolah menjadi gula semut harganya melonjak tajam menjadi sekitar Rp 2.000.000 dengan bahan baku yang jumlahnya sama. “Tidak sulit pula melakukan pemasaran,” kata Dini, pendamping KAT para pembuat gula semut  di Desa Ogotumubu.

Konsumen gula semut  sebagian besar kafe-kafe serta hotel berbintang yang membutuhkan gula semut untuk campuran kopi, teh atau makanan lainnya. Para perajin biasanya menyebut gula semut Kemensos karena proses pembuatannya diawali melalui pelatihan dan pendampingan oleh Kemensos.

Kini warga merasakan manfaat dari perubahan mengolah gula aren menjadi gula semut karena penghasilan dan kesejahteraan warga meningkat. “Terima kasih Kemensos yang telah banyak membantu dan memberdayakan kami,” kata Asri dengan suara mantap.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).