Senin, 02 Feb 2026 05:30 WIB

Penjual Seblak Berhasil Kembangkan Bisnis Berkat PENA Kemensos di Bandung

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 29 Apr 2024 10:04 WIB
Foto: Leni penjual seblak
Foto: Leni penjual seblak

selalu.id — Leni (40) sangat bersyukur, karena berkat program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) Kementerian Sosial, usahanya berkembang pesat. Warga Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat ini semula berjualan seblak, yakni makanan khas Jawa Barat berupa kerupuk, baso, makaroni dan potongan ayam yang dimasak menjadi satu.

Semula usaha Leni biasa saja. Omzetnya berkisar Rp 200.000 – Rp 300.000 per hari. Perubahan mulai tampak nyata ketika pada 2023, Leni mendapat bantuan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) Kemensos.

Selain mendapat pendampingan usaha, berkat program PENA Leni juga jadi memiliki blender baru, rak piring, kulkas yang sudah diperbaiki dan berbagai perlengkapan usaha lainnya. Saat pendampingan, Leni juga mendapat saran agar toping seblak ditambah supaya lebih variatif sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun


Leni menuruti saran tersebut. Toping seblak yang semula dua varian menjadi tujuh varian sehingga seblak jualannya semakin menarik pembeli. Rasanya yang terkenal enak dan harga jual yang terjangkau, yakni Rp 5.000 – Rp 10.000 per porsi seblak, tergantung topingnya, membuat omzet usaha Leni berkembang menjadi rata-rata Rp 600.000 per hari. Jumlah yang lumayan untuk ukuran Desa Cikadu yang terletak sekitar 40 kilometer sebelah selatan pusat Kota Bandung.

Setelah usaha seblaknya berkembang, Leni mulai mengembangkan sayap usahanya dengan berjualan sembako dan ternyata cukup laris. Tak sampai disitu, bersama suaminya Leni juga mulai beternak domba. Tidak butuh waktu lama, usaha domba yang semula satu ekor, kini sudah berkembang menjadi empat ekor. “Keberhasilan ini berkat bantuan PENA. Terima kasih Kemensos. Program PENA  terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Leni penuh rasa syukur.

Baca Juga: Tak Tertib Adminduk, Pemkot Surabaya Sebut Seribu Data Kematian Belum Dilaporkan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.