Selasa, 22 Sep 2026 13:03 WIB

Penjual Seblak Berhasil Kembangkan Bisnis Berkat PENA Kemensos di Bandung

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 29 Apr 2024 10:04 WIB
Foto: Leni penjual seblak
Foto: Leni penjual seblak

selalu.id — Leni (40) sangat bersyukur, karena berkat program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) Kementerian Sosial, usahanya berkembang pesat. Warga Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat ini semula berjualan seblak, yakni makanan khas Jawa Barat berupa kerupuk, baso, makaroni dan potongan ayam yang dimasak menjadi satu.

Semula usaha Leni biasa saja. Omzetnya berkisar Rp 200.000 – Rp 300.000 per hari. Perubahan mulai tampak nyata ketika pada 2023, Leni mendapat bantuan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) Kemensos.

Selain mendapat pendampingan usaha, berkat program PENA Leni juga jadi memiliki blender baru, rak piring, kulkas yang sudah diperbaiki dan berbagai perlengkapan usaha lainnya. Saat pendampingan, Leni juga mendapat saran agar toping seblak ditambah supaya lebih variatif sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN


Leni menuruti saran tersebut. Toping seblak yang semula dua varian menjadi tujuh varian sehingga seblak jualannya semakin menarik pembeli. Rasanya yang terkenal enak dan harga jual yang terjangkau, yakni Rp 5.000 – Rp 10.000 per porsi seblak, tergantung topingnya, membuat omzet usaha Leni berkembang menjadi rata-rata Rp 600.000 per hari. Jumlah yang lumayan untuk ukuran Desa Cikadu yang terletak sekitar 40 kilometer sebelah selatan pusat Kota Bandung.

Setelah usaha seblaknya berkembang, Leni mulai mengembangkan sayap usahanya dengan berjualan sembako dan ternyata cukup laris. Tak sampai disitu, bersama suaminya Leni juga mulai beternak domba. Tidak butuh waktu lama, usaha domba yang semula satu ekor, kini sudah berkembang menjadi empat ekor. “Keberhasilan ini berkat bantuan PENA. Terima kasih Kemensos. Program PENA  terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Leni penuh rasa syukur.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.

Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

Mimik temukan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.

Kadin Sebut 10 SPPG Bakal Terbit SLHS, Kadinkes Sidoarjo: Baru Dua Lainnya Belum

SPPG lainnya masih harus menyelesaikan perbaikan dan menjalani pemeriksaan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Sembilan Calon Jemaah Umrah PT Annisa Ahmada di Mojokerto Lapor Polisi, Diduga Ditipu

Mereka menuduh adanya dugaan penipuan disertai penggelapan.

Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

Angka ini sudah meloncat jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

Bagi keluarga Tifa, membeli perlengkapan sekolah baru adalah kemewahan yang belum sanggup dijangkau.