Rabu, 26 Jun 2024 02:48 WIB

Penjualan Perumahan Meningkat 100 Persen pada Quarter ke-3 2021

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 01:25 WIB
Ketua Arebi (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Jawa Timur, Rudy Sutanto.

Ketua Arebi (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Jawa Timur, Rudy Sutanto.

Surabaya (selalu.id) - Kabar gembira, pertumbuhan proprti di quarter ketiga 2021 mengalami peningkatan hingga 100 persen dari 2019. Hal ini diasampaikan oleh Ketua Arebi (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Jawa Timur, Rudy Sutanto.

Rudi menjelaskan, bahwa kenaikan tersebut dimulai saat quarter kedua 2021. Hal tersebut karena pada quarter kedua pemerintah memberi subsidi PPN. Kenaikan tersebut terjadi pada penjualan rumah baru.

Baca Juga: PAN Jatim Kecewa Hasil Penghitungan Suara Ulang Pemilu 2024, Ini Alasannya

"Dilanjut subsidi PPN di quarter 3 dan 4. Baik yang ready stok maupun inden ini terjadi lonjakan pembelian," ungkapnya.

Sementara itu, untuk pasar properti tahun 2022, Rudi optimis akan lebih cerah dari tahun 2021. Trend properti di tahun 2022 diperkirakan akan tumbuh 50 persen.

"Bisa tumbuh 50 persen, kenapa karena tahun lalu kan minus, kita harapkan balik lah," ungkap Rudi.

Baca Juga: Golkar Surabaya Mulai Bergerak Kampanyekan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

Hal tersebut, kata Rudi, karena harga properti Secondary di tahun 2021 tidak jauh berbeda dengan harga properti primary.

Harga properti secondary akan mulai naik sedikit jika dibanding dengan properti primary, sementara harga peroperti primary tidak ada perubahan.

"Kenapa Primary meningkatnya tidak banyak, karena di secondary harga sudah mulai berkurang. Sehingga, dengan begitu harusnya untuk rumah-rumah baru atau properti primary, developer bisa lebih agresif," jelasnya.

Baca Juga: TPID Jatim Klaim Berhasil Kendalikan Inflasi Sesuai Target, Segini Besarannya

Untuk sistem pembelian sendiri, di tahun 2022 porsinya akan lebih banyak ke KPR. KPR 50 persen, Inhouse 30 persen dan cast 20 persen.

"kalau untuk intensif, ini kabar dari pihak REI dan AREBI, itu tetap meminta pemerintah agar memperpanjang intensif PPN," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi