Senin, 02 Feb 2026 04:36 WIB

Cerita Kemensos Berlebaran Bersama ODGJ di Surakarta

Salat Idul Fitri di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.
Salat Idul Fitri di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

selalu.id - Lebaran milik semua orang. Bukan cuma dirayakan orang dewasa dan anak-anak, tetapi juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Itulah yang dirasakan ODGJ yang tinggal di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

Ada 42 ODGJ yang tinggal di Sentra Terpadu Prof. DR. Soeharso Surakarta, dan semuanya laki-laki berusia berkisar 20 tahun hingga yang paling tua sekitar 70 tahun. Dari ODGJ sebanyak itu, baru sembilan orang yang memiliki respon baik. Artinya bisa diajak ngobrol, belajar keterampilan dan membantu berbagai kegiatan di sentra mulai dari membersihkan halaman hingga mencuci piring.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

"Bahkan saat Ramadhan lalu, beberapa di antaranya ikut puasa dan sahur," kata Indra Trisnowijayanto, salah seorang pengasuh ODGJ di Sentra Terpadu Prof. DR. Soeharso Surakarta. Pengasuh lainnya adalah Handri Saputro dan Handi Akbar.

Mereka bergiliran mendampingi ODGJ dan juga melayani 30 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tinggal di Sentra Terpadu Prof. DR. Soeharso Surakarta, mulai dari penyandang disabilitas fisik, disabilitas mental, disabilitas rungu dan wicara serta disabilitas lainnya. Butuh kesabaran, ketulusan dan pengabdian sepenuh hati menangani ODGJ.

"Saya senang bertugas di sini dan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka," kata Indra yang bertugas menangani ODGJ sejak November 2022.



Salah satu pelajaran penting selama menangani ODGJ adalah rasa syukur kepada Tuhan karena diberikan kesehatan yang prima. Ada pepatah Latin yang bunyinya,

Baca Juga: Lewat Seminar Jurnalistik, Adies Kadir Dorong Mahasiswa jadi Influencer Berintegritas

Bona valetudo melior est quam maximae divitae, yang artinya kesehatan lebih berharga dari kekayaan yang melimpah.

"Saya bersyukur, karena diberi kesehatan oleh Tuhan. Semoga bisa terus melayani teman-teman ODGJ," kata Indra seraya menambahkan.

Kebahagiaan juga ia rasakan ketika ODGJ dinyatakan sembuh oleh dokter dan bisa dikembalikan kepada keluarganya. Sejak bertugas November 2022, setidaknya sudah enam orang ODGJ yang dikembalikan kepada keluarganya karena sudah memiliki respon bagus, sehat dan keluarga pun menerimanya kembali.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Meski demikian, ada juga kesedihan yang dirasakan Indra saat melayani ODGJ, yakni saat ODGJ sakit terutama yang responnya masih belum bagus. Mereka belum bisa diajak bicara sehingga tidak tahu apa yang menjadi keluhan mereka. Biasanya penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan dokter atau dengan rumah sakit jiwa.

Di saat Lebaran yang baru lalu, kebahagiaan juga dirasakan Indra Trisnowijayanto serta temannya, Handri Saputro dan Handi Akbar. Ketika gema takbir berkumandang saat subuh di hari Idul Fitri, beberapa ODGJ bersiap mengikuti Sholat Ied yang digelar di halaman Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. ODGJ tersebut mengenakan sarung dan pakaian terbaik kemudian Sholat Ied bersama jemaah yang lain. Mereka kelihatan khusu mendengarkan khutbah Sholat Ied.

Setelah Sholat Ied, kebagiaan terpancar dari beberapa ODGJ ketika keluarganya menjenguk di saat Lebaran. Melihat hal itu, petugas Sentra Terpadu seperti Indra dan teman-temanya juga merasa bahagia. Kebahagiaan tersebut disertai doa tulus, semoga mereka sehat kembali sehingga bisa segera berkumpul dengan keluarga yang dicintainya. Selamat Lebaran, mohon maaf lahir dan batin.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.