Kamis, 04 Jun 2026 14:36 WIB

Naik hingga 100 Persen, Ini Daftar Harga Sembako di Surabaya Pascalebaran

Ilustrasi sayur-sayuran
Ilustrasi sayur-sayuran

selalu.id - Memasuki hari keempat pascalebaran harga bahan pokok (bapok) masih terus mengalami kenaikan. Selain beras, harga sayuran dan bumbu dapur ikut melonjak drastis pada periode lebaran 2024 ini.

Berdasarkan pantauan selalu.id di sejumlah pasar di Surabaya, kenaikan komoditas sayuran ini disebutkan oleh cuaca buruk tak menentu yang menyebabkan sayuran tersebut busuk sehingga pasokan barang pun menjadi berkurang.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Seperti hal nya di Pasar Keputran, Surabaya, harga sayuran seperti sawi, buncis, dan wortel naik hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, harga tomat kini mencapai Rp 38.000 per kg. Pekan sebelumnya harga tomat Rp 17.500 per kg.

"Sudah tiga hari ini harga naik," cetus Rohman (25) salah satu pedagang di Pasar Keputran, Sabtu (13/4/2024).

Seperti diketahui, para pedagang ini mengambil barang dari produsen di sentra sayur di Jawa Timur seperti di Pacet, Malang hingga Lumajang. Menurut dia, harga bawang putih juga naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 50.000 per kg. Sedangkan bawang merah yang sebelumnya di angka Rp 35.000 per kg, sekarang menjadi Rp 58.000 per kg.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sementara itu, di Pasar Manggadua, Surabaya, harga sawi sendok mencapai Rp 20.000 per kg, dari sebelumnya yang hanya dikisaran Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Cabai merah besar mencapai Rp 65.000 per kg dan cabai rawit mencapai Rp 45.000 per kg dari sebelumnya yang hanya Rp 23.000 per kg. Sedangkan untuk harga wortel dari yang sebelumnya hanya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg.

Selain itu, harga jagung yang biasanya hanya Rp 4.000 per bungkus (isi 2 buah) menjadi Rp 7.500 per bungkusnya. Harga bawang putih juga naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 55 ribu untuk jenis bawang putih kating. Bawang putih jenis sicu juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Meski kondisi harga komoditi sayuran ini terbilang naik ugal-ugalan, namun daya beli masyarakat tetap tinggi. Hanya saja prosentase kapasitas jumlah pembelian berkurang. Dari yang biasa beli dengan jumlah 5 kg berkurang menjadi 3kg.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Abah Syafi'i (54) salah seorang tengkulak (reseler) di pasar tersebut mengatakan, jika kemarin dia biasa belanja sayur dengan kapasitas 10 sampai 20 kg, kini ia hanya mampu membeli setengah jumlah tersebut. Hal ini lantaran mahalnya harga sayuran tersebut.

"Kalau biasanya saya beli sayur-sayuran ini bisa rata-rata 10-20 kilo, sekarang cuma bisa ambil dibawah 10 kilogram mas, karena uangnya buat kulakan barang dagangan lainnya. Kalau gak gitu, barang dagangan lainnya gak bisa kebeli mas," keluhnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.