• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 19 Mei 2024 00:43 WIB

Naik hingga 100 Persen, Ini Daftar Harga Sembako di Surabaya Pascalebaran

Ilustrasi sayur-sayuran

Ilustrasi sayur-sayuran

selalu.id - Memasuki hari keempat pascalebaran harga bahan pokok (bapok) masih terus mengalami kenaikan. Selain beras, harga sayuran dan bumbu dapur ikut melonjak drastis pada periode lebaran 2024 ini.

Berdasarkan pantauan selalu.id di sejumlah pasar di Surabaya, kenaikan komoditas sayuran ini disebutkan oleh cuaca buruk tak menentu yang menyebabkan sayuran tersebut busuk sehingga pasokan barang pun menjadi berkurang.

Baca Juga: Gerindra Ancang-ancang Usung Kader Sendiri di Pilwali Surabaya

Seperti hal nya di Pasar Keputran, Surabaya, harga sayuran seperti sawi, buncis, dan wortel naik hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, harga tomat kini mencapai Rp 38.000 per kg. Pekan sebelumnya harga tomat Rp 17.500 per kg.

"Sudah tiga hari ini harga naik," cetus Rohman (25) salah satu pedagang di Pasar Keputran, Sabtu (13/4/2024).

Seperti diketahui, para pedagang ini mengambil barang dari produsen di sentra sayur di Jawa Timur seperti di Pacet, Malang hingga Lumajang. Menurut dia, harga bawang putih juga naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 50.000 per kg. Sedangkan bawang merah yang sebelumnya di angka Rp 35.000 per kg, sekarang menjadi Rp 58.000 per kg.

Baca Juga: Empat Anak Dijadikan PSK dan Layani Puluhan Tamu Tiap Hari Tanpa Dibayar di Surabaya

Sementara itu, di Pasar Manggadua, Surabaya, harga sawi sendok mencapai Rp 20.000 per kg, dari sebelumnya yang hanya dikisaran Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Cabai merah besar mencapai Rp 65.000 per kg dan cabai rawit mencapai Rp 45.000 per kg dari sebelumnya yang hanya Rp 23.000 per kg. Sedangkan untuk harga wortel dari yang sebelumnya hanya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg.

Selain itu, harga jagung yang biasanya hanya Rp 4.000 per bungkus (isi 2 buah) menjadi Rp 7.500 per bungkusnya. Harga bawang putih juga naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 55 ribu untuk jenis bawang putih kating. Bawang putih jenis sicu juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Meski kondisi harga komoditi sayuran ini terbilang naik ugal-ugalan, namun daya beli masyarakat tetap tinggi. Hanya saja prosentase kapasitas jumlah pembelian berkurang. Dari yang biasa beli dengan jumlah 5 kg berkurang menjadi 3kg.

Baca Juga: Pria di Surabaya Curi Motor dari 20 TKP, Ini Alasannya

Abah Syafi'i (54) salah seorang tengkulak (reseler) di pasar tersebut mengatakan, jika kemarin dia biasa belanja sayur dengan kapasitas 10 sampai 20 kg, kini ia hanya mampu membeli setengah jumlah tersebut. Hal ini lantaran mahalnya harga sayuran tersebut.

"Kalau biasanya saya beli sayur-sayuran ini bisa rata-rata 10-20 kilo, sekarang cuma bisa ambil dibawah 10 kilogram mas, karena uangnya buat kulakan barang dagangan lainnya. Kalau gak gitu, barang dagangan lainnya gak bisa kebeli mas," keluhnya.

Editor : Arif Ardianto