Senin, 07 Sep 2026 02:15 WIB

Naik hingga 100 Persen, Ini Daftar Harga Sembako di Surabaya Pascalebaran

Ilustrasi sayur-sayuran
Ilustrasi sayur-sayuran

selalu.id - Memasuki hari keempat pascalebaran harga bahan pokok (bapok) masih terus mengalami kenaikan. Selain beras, harga sayuran dan bumbu dapur ikut melonjak drastis pada periode lebaran 2024 ini.

Berdasarkan pantauan selalu.id di sejumlah pasar di Surabaya, kenaikan komoditas sayuran ini disebutkan oleh cuaca buruk tak menentu yang menyebabkan sayuran tersebut busuk sehingga pasokan barang pun menjadi berkurang.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Seperti hal nya di Pasar Keputran, Surabaya, harga sayuran seperti sawi, buncis, dan wortel naik hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, harga tomat kini mencapai Rp 38.000 per kg. Pekan sebelumnya harga tomat Rp 17.500 per kg.

"Sudah tiga hari ini harga naik," cetus Rohman (25) salah satu pedagang di Pasar Keputran, Sabtu (13/4/2024).

Seperti diketahui, para pedagang ini mengambil barang dari produsen di sentra sayur di Jawa Timur seperti di Pacet, Malang hingga Lumajang. Menurut dia, harga bawang putih juga naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 50.000 per kg. Sedangkan bawang merah yang sebelumnya di angka Rp 35.000 per kg, sekarang menjadi Rp 58.000 per kg.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sementara itu, di Pasar Manggadua, Surabaya, harga sawi sendok mencapai Rp 20.000 per kg, dari sebelumnya yang hanya dikisaran Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Cabai merah besar mencapai Rp 65.000 per kg dan cabai rawit mencapai Rp 45.000 per kg dari sebelumnya yang hanya Rp 23.000 per kg. Sedangkan untuk harga wortel dari yang sebelumnya hanya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg.

Selain itu, harga jagung yang biasanya hanya Rp 4.000 per bungkus (isi 2 buah) menjadi Rp 7.500 per bungkusnya. Harga bawang putih juga naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 55 ribu untuk jenis bawang putih kating. Bawang putih jenis sicu juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Meski kondisi harga komoditi sayuran ini terbilang naik ugal-ugalan, namun daya beli masyarakat tetap tinggi. Hanya saja prosentase kapasitas jumlah pembelian berkurang. Dari yang biasa beli dengan jumlah 5 kg berkurang menjadi 3kg.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Abah Syafi'i (54) salah seorang tengkulak (reseler) di pasar tersebut mengatakan, jika kemarin dia biasa belanja sayur dengan kapasitas 10 sampai 20 kg, kini ia hanya mampu membeli setengah jumlah tersebut. Hal ini lantaran mahalnya harga sayuran tersebut.

"Kalau biasanya saya beli sayur-sayuran ini bisa rata-rata 10-20 kilo, sekarang cuma bisa ambil dibawah 10 kilogram mas, karena uangnya buat kulakan barang dagangan lainnya. Kalau gak gitu, barang dagangan lainnya gak bisa kebeli mas," keluhnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.