Rabu, 22 Mei 2024 03:52 WIB

Ketua Golkar Surabaya Sebut Dukungan ke Eri Cahyadi Tidak Bergantung Sikap PDIP

  • Reporter : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Apr 2024 23:42 WIB
Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni

Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id - Ketua Golkar Surabaya Arif Fathoni menyebut dukungan partai pohon beringin untuk mengusulkan nama Eri Cahyadi menjadi Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) di Pilwali 2024 tidak bergantung dengan PDI-Perjuangan.

"Sebenarnya dukungan kami ke mas Eri tidak bergantung pada sikap PDIP,"kata Toni sapaan akrabnya, usai buka bersama bersama kader Golkar Surabaya dan silatuhrami bersama Eri Cahyadi, di Hotel Wyndham Surabaya, Minggu (7/4/2024).

Baca Juga: DPC Gerindra dan DPD PSI Bakal Bentuk Koalisi Pilwali Surabaya

Toni menilai cuaca politik usai Pilpres maupun Pileg sudah berubah dan rakyat ingin partai politik bergotong royong. Ia menyebut rekomendasi Bacawalkot Pilwali Surabaya dari Golkar berdiri tunggal untuk Eri Cahyadi.

"Soal PDIP nanti belakangan atau tidak itu urusan dapurnya PDIP. Golkar tidak berpengaruh," tegasnya.

Meski begitu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu berencana konsolidasi dengan PDIP setelah lebaran nanti.

Baca Juga: Ini Tujuan Eri Sowan ke Semua Parpol Jelang Pilwali Surabaya

"Pasti, setelah lebaran. Konsolidasinya soal bagaimana cara memenangkan hati masyarakat Surabaya agar datang ke TPS dan ingat satu nama Eri Cahyadi," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Adies Kadir mengaku sudah menerima usulan Eri Cahyadi menjadi Bacawalkot dari DPD Surabaya, untuk Pilwali 2024 pada 27 November mendatang.

"Ini usulan dari DPD Golkar Surabaya, di Golkar berjenjang diusulkan ke Provinsi setelah itu ke pusat. Rekomnya belum sampai di pusat,"kata Adies Kadir.

Baca Juga: Pendaftaran Ditutup, Eri-Armuji Ngotot Daftar Pilwali ke NasDem

Adies Kadir mengatakan nantinya surat rekomendasi itu akan keluar setelah lebaran dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

"Semuanya kan harus keluar setelah hari raya, karena pendaftaran Juli-Agustus. Kalau tidak keluar kasihan yang mau maju," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto