Jumat, 04 Sep 2026 15:10 WIB

Meraih Masa Depan Lewat Pelatihan Vokasional Kemensos

Salah satu pelatihan di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.
Salah satu pelatihan di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.

selalu.id - Semangat belajar dan rasa ingin tahu terlihat dari 46 peserta pelatihan vokasional di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Para peserta dengan beragam disabilitas, pada Kamis (4/4) terlihat bersemangat mengikuti pelatihan sesuai minat dan bakatnya selama tiga bulan.

"Mereka dapat memilih salah satu dari tujuh pelatihan yang diberikan," kata Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Dr. M.O. Royani.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

Ketujuh pelatihan tersebut adalah menjahit, desain grafis, logam, komputer, contact center, otomotif dan elektro. Ketujuh program pelatihan tersebut merupakan pengembangan. Semula saat pelatihan vokasional dimulai 1998, hanya empat program pelatihan vokasional yang disediakan yakni menjahit, percetakan yang sekarang menjadi desain grafis, logam dan computer.

"Pengembangan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Royani memberikan penjelasan.

Para peserta berasal dari berbagai daerah yang masuk wilayah satuan kerja Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong Bogor. Ada peserta dari Bogor, Cianjur bahkan Lampung. Sistem perekrutan peserta dilakukan secara terbuka. Pada tahap pertama, STIS Bogor menginformasikan kepada para pihak melalui media sosial dan website STIS. Selain itu STIS juga bersurat dan berkoordinasi dengan kepada dinas sosial setempat.

Tahap selanjutnya, peserta melakukan pendaftaran melalui link yang disediakan masing-masing dinas sosial kabupaten/ kota. Setelah peserta melakukan pendaftaran, barulah STIS Bogor melakukan assessment dengan mendatangi para calon peserta.

Assesment ini penting untuk mengetahui minat dan bakat calon peserta pelatihan serta disesuaikan dengan kondisi disabilitas masing-masing peserta. Tahap terakhir, dilakukan pemanggilan peserta untuk mengikuti pelatihan vokasional yang dilaksanakan di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor.

"Tidak ada kriteria khusus bagi peserta yang ingin mengikuti pelatihan vokasional. Tetapi, saat ini kami lebih memprioritaskan penyandang disabilitas, baik disabilitas fisik, disabilitas rungu, disabilitas wicara dan sebagainya," kata Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Royani.

Baca Juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Pelatihan berlangsung selama tiga bulan. Untuk gelombang kali ini mulai 8 Maret hingga 7 Juni 2004. Selama pelatihan, para peserta tinggal di STIS dan dipenuhi segala kebutuhannya termasuk kebutuhan makan dan tempat tinggal. Bahkan biaya transportasi dari tempat tinggal menuju STIS Bogor semuanya dijamin Kemensos.

Mengenai tenaga pelatih atau instruktur, semuanya merupakan tenaga professional di bidangnya yang memiliki sertifikat kepelatihan. Adapula aparatur sipil negara (ASN) yang sudah pensiun, karena keahliannya sangat dibutuhkan maka diberdayakan Kembali untuk memberikan pelatihan. Khusus untuk vokasional contact center, menjalin kerja sama dengan Indonesia Contact Center Association (ICCA).

Melalui pelatihan vokasional ini, para peserta yang merupakan penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang menjadi bekal berharga untuk hidupnya. Hal ini sudah terbukti hasilnya. Dari beberapa kali penyelenggarakan pelatihan, lulusannya ada yang menjadi karyawan instansi pemerintah dan swasta maupun menjadi pengusaha.

Seperti disampaikan Resti Aprilaini (25) penyandang disabilitas fisik yang tinggal di Cikarang, Kabupaten Karawang. Ia mengikuti pelatihan vokasional contact center karena ingin bekerja di perusahaan.

Baca Juga: Perkuat Budaya K3, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Ngobras  

"Saya aslinya pendiam. Sekarang selama mengikuti pelatihan, setiap hari dilatih untuk mahir berbicara. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang, karena saya ingin meraih kesuksesan dengan bekerja di perusahaan," ujarnya penuh semangat.

Hal serupa disampaikan Muhamad Rio (25) penyandang disabilitas netra low vision asal Brebes, Jawa Tengah. Ia mengikuti pelatihan vokasional komputer. Rio mengakui ada kendala penglihatan dalam mengikuti pelatihan. Namun dengan tekad dan semangatnya yang tinggi, ia yakin bisa mengatasi berbagai kendala yang dihadapi tersebut sehingga bisa meraih kesuksesan.

"Di rumah sudah ada usaha printer dan aksesoris handphone. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, kemampuan di bidang komputer saya semakin bertambah sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan. Kalaupun tidak, usaha yang sudah dijalani di rumah bisa semakin berkembang," ujarnya bersemangat dan penuh harapan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.