Senin, 07 Sep 2026 03:46 WIB

Program PENA Kemensos jadi Solusi Kemiskinan Ekstrem

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 05 Apr 2024 11:38 WIB
Foto: Pemaparan Mensos Risma terikait Program PENA
Foto: Pemaparan Mensos Risma terikait Program PENA

selalu.id – Bantuan sosial pemerintah Indonesia belum mencukupi standar bantuan untuk batas kemiskinan ekstrem yang ditetapkan Bank Dunia yakni 1,9 dolar AS per hari per keluarga atau kurang lebih Rp1 juta per bulan.

Sedangkan bantuan sosial dari Pemerintah Indonesia saat ini maksimal untuk setiap keluarga Rp 450.000 per bulan dengan tiga anak.

“Kita sulit mengatasi kemiskinan ekstrem dengan anggaran yang sangat terbatas Rp. 450.000 per bulan. Karena itu harus ada trobosan,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini  saat menggelar Konferensi Pers tentang Program PENA di Kementerian Sosial pada Kamis (4/4).

Upaya mengatasi kemiskinan ekstrem mengacu pada Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Meski demikian, dengan anggaran yang terbatas tidak mudah mengatasi kemiskinan ekstrem. Karena itu Kementerian Sosial melakukan terobosan dengan melakukan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Melalui program ini , penerima bansos mendapat bantuan permodalan usaha maksimal Rp 5 juta serta pendampingan.

“Tujuannya agar penerima bantuan sosial bisa mandiri serta bisa memperoleh penghasilan di atas upah minimum kabupaten/kota (UMK)”, kata Mensos Risma

Sejak diluncurkan pada November 2022, PENA telah menyasar ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merupakan penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sembako, Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan bantuan lainnya.

Sampai tahun 2023, PENA telah menggraduasi sebanyak 10.073 KPM, sedangkan selama tahun 2024 sampai  Maret telah digraduasi 11.260 KPM, sehingga yang telah digradurasi tahun 2023 sampai dengan  Maret 2024 sebanyak 21.333 KPM

“Meskipun sudah digraduasi, tetap kami pantau. Bahkan kami waspadai agar  jangan sampai mereka pendapatannya turun lagi di bawah UMR,” kata Mensos Risma.

Mensos Risma juga menjelaskan anggaran untuk PENA tahun 2024 hanya untuk 85.000 keluarga penerima manfaat.  Meski demikian Kementerian Sosial menargetkan bisa mengraduasi 100.000 keluarga penerima manfaat. Graduasi artinya, penerima manfaat tidak lagi menerima bansos dan sudah bisa mandiri karena penghasilannya diatas UMK.

“Saya tidak tahu anggarannya dari mana untuk mencapai target 100.000. Target itu dicanangkan untuk memotivasi dan menyemangati teman-teman. Kini  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  sudah membantu sehingga mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai,”kata Mensos Risma.

Mensos menjelaskan tidak mudah meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga bisa graduasi karena selama ini mereka menerima bantuan sosial secara rutin. “Yang paling penting adalah merubah mindset dari yang biasanya menerima bansos menjadi berwirausaha dan bisa mandiri,” jelas Mensos. Butuh kerja keras, tetapi bukan mustahil untuk diwujudkan.

Baca Juga: Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Pasuruan Benahi Data Bansos dan Perluas Program Sosial

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.