• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 20 Apr 2024 12:01 WIB

Dinsos Jatim Sebut Trauma Gempa Lebih Banyak Dialami Orang Tua di Bawean

Foto: Sesi Trauma Healing di Bawean

Foto: Sesi Trauma Healing di Bawean

selalu.id - Tim relawan psikologi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur memberikan sesi trauma healing terhadap masyarakat Kepulau Bawean, Gresik, yang dilanda gempa beruntun sejak Jumat (25/3/2024 lalu.

Ketua Tim Bencana Sosial dan Layanan Dukungan Psikososial Bidang Penanganan Bencana Dinsos Jatim Liawati Suntiana mengatakan bahwa orang tua paling banyak mengalami trauma.

“Orang tua yang paling ketakutan karena lebih percaya berita hoaks daripda BMKG,” kata Liawati, usai memberi healing di halaman SMPN 19 Tambak, Bawean, Gresik, Rabu (26/3/2023).

Liawati menjelaskan salah satunya mereka mengalami ketakutan hingga trauma karena percayai berita hoaks sehingga memilih tidur di luar rumah.

“BMKG menyampaikan gempa pertama itu adalah gempa terbesar yang susulannya kecil-kecil. Kenyataannya, beda dan ada gempa susulan yang lebih besar jadi mereka lebih mempercayai berita hoax. Makanya tidur di luar tidak mau masuk di rumah,” ujarnya.

Ia menyebut awalnya trauma healing ini sasaran ke anak-anak. Tetapi ternyata antusias justru ke orang tua, hingga lansia. Bahkan paling banyak bapak-bapak yang menyampaikan rasa traumanya.

“Kita lihat masih banyak warga di luar karena masih trauma. Mereka yang ikut sesi konseling terang terang menyampaikan bahwa takut saat sujud salat, apalagi masuk ke rumah. Ini trauma healing justru ke bapak-bapaknya," ungkap Liawati.

Lebih lanjut Liawati menyampaikan upaya mereka memberikan trauma healing khusus untuk anak-anak dengan memberi materi soal gempa agar tidak panik ataupun nangis.

“Kita sisipin edukatif tentang harus sama orang tua pokoknya. Dan tidak menjadi kesempatan gempa ini karena tidak sekolah mereka main hape sepuasnya, tapi harus diisi dengan kegiatan. Belajar, tadarus, ngaji seperti itu,” terangnya.

Sementara untuk orang tua, pihaknya memberikan tahap perkenalan dengan cara harus mempercayai Tim relawan Psikologis.

“Orang tua tahap perkenalan harus percaya dulu kita ini siapa. Karena pertama kali datang Dinsos pasti bawa bantuan padahal kita gak bawa apa-apa. Paling tidak mereka percaya sama kita untuk menghilangkan trauma,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa trauma healing terhadap warga Bawean terus berlanjut selama tiga hari ini. Pihaknya, akan terus mendatangi sejumlah tempat pengungsian untuk memberi edukasi.

“Trauma healing jadwal masih tiga hari, dirasa kami dibutuhkan disini kita lanjut seminggu selesaikan dapur rumah. Jumlah titik yang ada di depan mata dulu kita selesaikan sampai nanti kita evaluasi Mungkin besok kita lakukan lagi,” pungkasnya.

Baca Juga: Truk Bantuan Tak Bisa Menyeberang, Logistik Warga Bawean Terhambat

Editor : Ading