Sabtu, 06 Jun 2026 09:55 WIB

Dinsos Jatim Sebut Trauma Gempa Lebih Banyak Dialami Orang Tua di Bawean

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mar 2024 15:34 WIB
Foto: Sesi Trauma Healing di Bawean
Foto: Sesi Trauma Healing di Bawean

selalu.id - Tim relawan psikologi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur memberikan sesi trauma healing terhadap masyarakat Kepulau Bawean, Gresik, yang dilanda gempa beruntun sejak Jumat (25/3/2024 lalu.

Ketua Tim Bencana Sosial dan Layanan Dukungan Psikososial Bidang Penanganan Bencana Dinsos Jatim Liawati Suntiana mengatakan bahwa orang tua paling banyak mengalami trauma.

“Orang tua yang paling ketakutan karena lebih percaya berita hoaks daripda BMKG,” kata Liawati, usai memberi healing di halaman SMPN 19 Tambak, Bawean, Gresik, Rabu (26/3/2023).

Liawati menjelaskan salah satunya mereka mengalami ketakutan hingga trauma karena percayai berita hoaks sehingga memilih tidur di luar rumah.

“BMKG menyampaikan gempa pertama itu adalah gempa terbesar yang susulannya kecil-kecil. Kenyataannya, beda dan ada gempa susulan yang lebih besar jadi mereka lebih mempercayai berita hoax. Makanya tidur di luar tidak mau masuk di rumah,” ujarnya.

Ia menyebut awalnya trauma healing ini sasaran ke anak-anak. Tetapi ternyata antusias justru ke orang tua, hingga lansia. Bahkan paling banyak bapak-bapak yang menyampaikan rasa traumanya.

“Kita lihat masih banyak warga di luar karena masih trauma. Mereka yang ikut sesi konseling terang terang menyampaikan bahwa takut saat sujud salat, apalagi masuk ke rumah. Ini trauma healing justru ke bapak-bapaknya," ungkap Liawati.

Lebih lanjut Liawati menyampaikan upaya mereka memberikan trauma healing khusus untuk anak-anak dengan memberi materi soal gempa agar tidak panik ataupun nangis.

“Kita sisipin edukatif tentang harus sama orang tua pokoknya. Dan tidak menjadi kesempatan gempa ini karena tidak sekolah mereka main hape sepuasnya, tapi harus diisi dengan kegiatan. Belajar, tadarus, ngaji seperti itu,” terangnya.

Sementara untuk orang tua, pihaknya memberikan tahap perkenalan dengan cara harus mempercayai Tim relawan Psikologis.

“Orang tua tahap perkenalan harus percaya dulu kita ini siapa. Karena pertama kali datang Dinsos pasti bawa bantuan padahal kita gak bawa apa-apa. Paling tidak mereka percaya sama kita untuk menghilangkan trauma,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa trauma healing terhadap warga Bawean terus berlanjut selama tiga hari ini. Pihaknya, akan terus mendatangi sejumlah tempat pengungsian untuk memberi edukasi.

“Trauma healing jadwal masih tiga hari, dirasa kami dibutuhkan disini kita lanjut seminggu selesaikan dapur rumah. Jumlah titik yang ada di depan mata dulu kita selesaikan sampai nanti kita evaluasi Mungkin besok kita lakukan lagi,” pungkasnya.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.