Senin, 02 Feb 2026 05:12 WIB

Mensos Risma Tinjau Korban Banjir-Longsor di Bandung Barat

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 26 Mar 2024 12:13 WIB
Foto: Mensos Risma kunjungi korban banjir dan longsor di Bandung Barat
Foto: Mensos Risma kunjungi korban banjir dan longsor di Bandung Barat

selalu.id –  Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelang tengah malam mengunjungi serta memberikan berbagai bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat pada Senin (25/3/2024).

Sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras menimpa Desa Cibenda yang terletak sekitar 60  kilometer dari pusat Kota Bandung  pada Minggu (24/3) malam sekitar pukul 23.00. Bencana tersebut mengakibatkan rusaknya sejumlah rumah, jembatan dan lahan pertanian.



Tak sampai 24 jam, Mensos Risma langsung datang ke lokasi untuk melihat kondisi para korban dan menyalurkan berbagai bantuan. Tercatat 436 jiwa dari 115 keluarga mengungsi ke GOR Betah dan SDN Padakati, Desa Cibenda serta sejumlah warga masih dalam pencarian.

Baca Juga: Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara



Siti Nurjamila (30) penyintas yang kini tinggal di penampungan,  meminta bantuan kepada Mensos Risma agar mengerahkan petugas untuk mencari tetangganya yang hilang. Ia juga menyampaikan kesedihannya karena rumah serta harta bendanya hancur.
Menanggapi hal tersebut Mensos memberikan penguatan sambil memegang erat tangan Siti.

Baca Juga: Tiga Wisatawan dan Tujuh Motor Tercebur ke Telaga Sarangan Magetan, Begini Kronologinya



"Yang penting sekarang Ibu sehat, Ibu semangat.  Kalau rumah pasti nanti ada gantinya" ujar Mensos Risma.

Penyintas lainnya, Arifin (40) menyatakan, kakak  beserta dua anggota keluarganya masih hilang. Arifin masih menunggu sambil berdoa agar tim bisa menemukan anggota keluarganya yang hilang terbawa banjir dan longsor.

Mensos Risma pada kesempatan tersebut menyatakan, sedang memikirkan penghidupan para penyintas ke depannya karena mereka kehilangan lahan pertanian sebagai sumber ekonomi keluarga. Mensos menawarkan kepada penyintas untuk menjadi peternak serta kepada ibu-ibu ditawarkan latihan menjahit.

Selain tawaran tersebut, Kemensos juga telah menyalurkan berbagai bantuan dari empat  gudang yaitu Sentra Wyata Guna Bandung, Dinsos Provinsi Jawa Barat, Sentra Abiyoso Cimahi, serta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung.

Bantuan tersebut berupa kasur, selimut, family kit, kidsware kit, sandang dewasa, sandang anak, serta berbagai bantuan lainnya. Selain itu Kemensos juga mendirikan tenda serta dapur umum. “Kami menyediakan sebanyak 550 porsi makanan siap saji sekali produksi,”kata  Soleh, Ketua Tim Dapur Umum dari Tagana Bandung Barat.

Besarnya kepedulian Kemensos terhadap para korban, membuat Arifin merasa sangat diperhatikan. “Terima kasih kepada Bu Menteri Sosial yang jauh-jauh bersedia datang mengunjungi  dan memberikan berbagai bantuan kepada kami. "Terima kasih kasih Bu…” kata Arifin.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.