Sabtu, 20 Jul 2024 20:43 WIB

Padamkan Listrik, Hotel Morazen Ajak Anak-anak Rasakan Permainan Tradisional dengan Suasana Jadul

  • Reporter : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Mar 2024 16:08 WIB
Beberapa jenis permainan anak tradisional

Beberapa jenis permainan anak tradisional

selalu.id - Hotel Morazen merayakan hari bumi atau Earth Hour 2023 dengan cara unik yakni memperkenalkan kesadaran generasi alfa akan budaya tradisional.

Mengusung tema ‘Disconnect to Reconnect’ hotel yang terletak di Jalan Kayoon ini menggandeng Kampoeng Dolanan yang merupakan komunitas pelestarian permainan tradisional.

Baca Juga: Sambut Agustus, Kader PDIP Surabaya Kompak Kerja Bakti Bareng Masyarakat

Tampak Morazen juga mengubah suasana lobi yang semula mewah dengan dominasi interior modern menjadi sebuah arena bermain anak-anak.

Tersedia beragam jenis permainan tradisional seperti engklek, kelereng, bola bekel, congklak, lompat tali, egrang, hulahop, gasing bambu, serta tenda wayang.

Marketing Communications dan Public Relations MORAZEN Surabaya, Litania Utami mengatakan, Earth Hour tahun ini pihaknya berusaha untuk tidak hanya menekankan pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga untuk membawa kembali nilai-nilai tradisional yang mungkin terlupakan.

Selain itu, pihaknya juga berkontribusi mematikan lampu serta alat elektronik yang tidak diperlukan pukul 20.30 sampai 21.30 di area lobby dan outdoor hotel.

"Dalam suasana tersebut kami mengajak sedikitnya 25 anak-anak kisaran usia 3 – 11 tahun yang malam ini berpartisipasi dalam acara ‘Disconnect to Reconnect’ untuk mengenal suasana pada jaman dahulu serta aktifitas yang dilakukan ketika terjadi pemadaman listrik," kata Litania, Sabtu (23/3/2023) malam.

Baca Juga: Awas! Parkir Liar di Kota Lama Surabaya Bakal Digembok

Tak hanya itu, pihaknya juga menyalakan lilin dengan simbol 60+, ada makna dan pesan mendalam untuk sampaikan kepada generasi penerus tentang kesadaran krisis iklim yang juga dimulai dari diri kita masing-masing.

Mustofa atau yang akrab disapa Cak Mus yang merupakan salah satu penggagas komunitas Kampoeng Dolanan menuturkan dalam permainan tradisional, ada dua generasi yang berperan. Anak-anak dilibatkan dalam permainan. Orang tua dilibatkan untuk mengetahui filosofi dari permainan.

Baca Juga: Info! Pemkot Surabaya Gelar Pertandingan Tinju Piala Wali Kota di Alun-Alun Sore ini

"Agar orang tua tau bahwa permainan yang dilalui anak-anaknya punya pesan moral yang dekat dengan budaya kita, budaya Indonesia. Sehingga harapannya ketika sampai di rumah, orang tua bisa memaknai pesan dari permainan dan mampu membangun pondasi mengenai komunikasi dalam keluarga," tutur Cak Mus.

Acara yang melibatkan para orang tua dan anak-anak ini mendapat respon positif salah satu nya adalah Rahmawati, seorang pengikut di akun Instagram Kampoeng Dolanan.

"Begitu saya tau Kampoeng Dolanan akan ada di hotel MORAZEN, saya jadi penasaran seperti apa kemasan acaranya terlebih ini acaranya malam hari. Ternyata keren banget soalnya pihak hotel juga menyediakan music akustik dan biola yang memainkan lagu anak-anak. Saya jadi bisa punya quality time dan bermain bersama putri saya yang saat ini usia nya 7 tahun" tutur Rahmawati.

Editor : Arif Ardianto