Sabtu, 05 Sep 2026 23:48 WIB

RS UNAIR Kembalikan Pasien ke Kamar  Perawatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Mar 2024 11:24 WIB
Foto: Pasien RSUA kembali masuk kamar perawatan
Foto: Pasien RSUA kembali masuk kamar perawatan

selalu.id - Rumah Sakit Univerisitas Airlangga (RSUA) mulai memasukkan ratusan pasien yang dievakuasi ke luar ruangan, pasca gempa susulan tuban 6.5 Magnitudo terasa di Surabaya, Jumat (22/3/2024). Mereka secara bertahap masuk ke kamar perawatan.

Hal itu disampikan Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) UNAIR Martha Kurnia. Ia mengatakan gempa susulan yang terasa di Surabaya dipastikan tidak ada korban jiwa saat evakuasi pasien ke luar ruangan.

“Pasien yang telah dievakuasi ke luar gedung, secara bertahap sejak sore tadi telah dimasukkan kembali ke dalam kamar perawatan rumah sakit dengan tetap mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi,” kata Martha, melalui keterangan rilisnya.

Martha juga menyampaikan ditemukan adanya kerusakan nonstruktur di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) bukan di RSUA.

“Kerusakan itu terjadi di sisi luar dan sambungan antarbagian. Gedung RSKI selama ini lebih banyak dipakai untuk aktivitas riset sehingga minim pasien,” ujarnya.

Tak hanya itu, RSUA juga memastikan keamanan dengan prosedur baku dan SOP apabila terjadi gempa bumi (code Green) adalah pasien dan semua pengunjung dievakuasi dari gedung rumah sakit.

“Ini juga  untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada pasien,” jelasnya.

“termasuk dengan mengamankan pasien serta pasien rentan (bayi). RSUA juga telah memastikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan bayi dan anak (code Pink) serta pasien ICU,” lanjutnya.

Sebelumnya,Manajer Penunjang Medis RSUA,Nur Cahyo Wibisono mengatakan, data pasien yang dievakuasi sebanyai 190 pasien. Namun, 30 di antaranya sudah boleh pulang

“160an [pasien yang dievakuasi]. Dari pasien ICU 60 pasien, kemudian pasien dewasa 80 pasien. Sisanya anak-anak,” ucapnya.

Namun Nur Cahyo memastikan akan mengutamakan pasien ICU karena mereka membutuhkan alat bantu inkubator. Sedangkan pasien yang ringan berada di  tenda dan lobby rumah sakit.

“Untuk pasien di ICU kami siapkan di ruang IGD, untuk pasien-pasien menengah kami siapkan di lobby, tapi untuk pasien-pasien yang berat kami akan rawat di tenda sehingga apabila terjadi gempa susulan pasien bisa segra dievakuasi,” terangnya.

Baca Juga: Perayaan Kemerdekaan di Sidoarjo Diwarnai Aksi Peduli Korban Gempa NTT

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.