• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 20 Apr 2024 10:47 WIB

Dievakuasi Pascagempa, Ratusan Pasien RS UNAIR Dirawat di Tenda Darurat

Foto: Tenda darurat RS UNAIR

Foto: Tenda darurat RS UNAIR

selalu.id - Puluhan pasien di Rumah Sakit Umum UNAIR (RSUA) terpaksa melakukan perawatan di tenda darurat pasca gempa susulan yang berpusat Tuban sebesar 6,5 Magnitudo, Jumat (22/3/2023).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan pihaknya mendirikan sejumlah tenda darurat untuk  pasien guna antisipasi gempa susulan terjadi lagi.



“Untuk yang RSUA ini kami dibantu Mustika dan juga pihak kampus UNAIR  sendiri untuk peningkatan kewaspadaan maka didirikan tenda, ada tiga tenda, dari BPBD kota, provinsi juga dari Dinsos meluncur,” kata Hebi saat ditemui selalu.id.

Hebi mengatakan pemasangan tenda darurat dipastikan sudah selesai malam ini. Ia menyebut satu tenda bisa menampung 12-13 pasien di dalamnya.

Baca Juga: Rumah Guru Dibobol Maling, Uang SPP Murid Rp10 Juta Ludes di Surabaya

Baca Juga: Taman Kenjeran Surabaya Dipadati Pengunjung selama Libur Lebaran


“Apabila tenda nanti kurang akan kita tambahkan. UNAIR yang meminta kita fasilitasi. Kewaspadaan ini harus kita jaga, tidak perlu panik. Tidak perlu cemas. Mudah-mudahan menurut informasi tidak ada gempa susulan seperti tadi sore,” ujarnya.

Manajer Penunjang Medis RSUA, Nur Cahyo mengatakan, data pasien yang dievakuasi sebanyak 160 pasien. Diantaranya ada pasien sangat darurat yang ICU pasang inkubator.

“Memang ada tingkatan bermacam-macam ada darurat sekali, yang ICU dan pasang inkubator, dan juga ada kedaruratan menengah, dan juga ada pasien anak-anak,” jelasnya.

Namun Nur Cahyo memastikan akan mengutamakan pasien ICU disiapkan ruangan di ruang IGD, sedangkan yang ringan berada di lobby rumah sakit.

“Untuk pasien di ICU kami siapkan di ruang IGD untuk pasien-pasien menengah kami siapkan di loby, tapi untuk pasien-pasien yang berat kami akan rawat di tenda sehingga apabila terjadi gempa susulan pasien bisa segra dievakuasi,” pungkasnya.

Editor : Ading