Rabu, 19 Jun 2024 23:30 WIB

Harga Telur Masih Melambung di Hari Kedua Ramadan

Foto: telur ayam

Foto: telur ayam

selalu.id - Memasuki hari kedua umat muslim menjalankan ibadah puasa ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya telur ayam ras, di Kota Surabaya kian terus melambung tinggi. Pasalnya, lonjakan harga pada telur ayam ras tersebut mengalami kenaikan tiap harinya.

Berdasarkan pantauan selalu.id, hingga sore hari ini (13/32024), harga ecer telur ayam ras sudah mencapai Rp37.000 - Rp 38.000 per kg. Salah satu pemilik agen telur ayam ras di Surabaya, Chandra mengatakan, bahwa kenaikan harga telur ini diprediksi akan terus melambung hingga saat lebaran nanti.

Sekadar diketahui, saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok di kota Surabaya terjadi kenaikan pada harga beberapa kebutuhan pokok, terutama telur ayam ras, yang naik hingga mencapai Rp38.000 per kg dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang berada dikisaran Rp28.000 - Rp 30.000 per kg.

"Harga telur sekarang ini naik terus mas dari Rp28 ribu per kilogram menjadi Rp38 ribu per kilogramnya," terang Chandra kepada selalu.id saat di temui di salah satu kiosnya yang berada di Jl. Raya Menur Surabaya, Rabu (13/3/2024).

Meski begitu, Chandra menyebut kenaikan ini tidak hanya dipicu oleh banyaknya permintaan telur ayam ras di pasaran karena seluruh umat muslim dunia akan merayakan ibadah suci Ramadan pada bulan Maret ini. Melainkan, juga dipicu oleh naiknya harga bahan pokok pembuatan pakan yang notabenenya adalah kedelai, jagung dan gandum.

Terpisah, Muhammad Faiz pemilik toko UD Subur Makmur, Menganti-Gresik yang notabenenya selaku agen dan distributor pakan ternak, juga mengakui jika harga pakan ternak saat ini mengalami kenaikan. Khususnya, pada pakan ternak unggas seperti Ayam, Puyuh dan Itik.

"Harga pakan sekarang ini naik mas. Jadi, kalau sebelumnya bisa ambil 20 ton dari pabrik, sekarang cuma bisa datangin sekitar 10-13 ton saja. Yaa, paling banyak 15 ton lah mas," ungkapnya.

Meski begitu, antusiasme terkait daya minat beli masyarakat masih terbilang cukup banyak, walau ada penurunan kapasitas pembelian.

Baca Juga: Pemprov Jatim Rumuskan Strategi Pengendalian Inflasi Harga Pangan

Editor : Ading