Selasa, 20 Okt 2026 05:47 WIB

Dibantu Kemensos, Roya Bisa Lihat Jelas Anak Kembarnya

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 13 Mar 2024 13:55 WIB
Foto: Roya usai operasi katarak
Foto: Roya usai operasi katarak

selalu.id - Seorang ibu dari Sulawesi Tengah mendapat bantuan operasi katarak gratis dari Kementerian Sosial. Ialah Roya (35) yang sudah 3 tahun tidak bisa melihat setelah melahirkan anak kembarnya.

"Kemarin pas hamil masih normal, tetapi setelah melahirkan mata sudah mulai kabur (pandangannya) dan tidak melihat selama 3 tahun ini," jelas Roya pada saat ditemui pasca operasi katarak gratis yang digelar Kemensos di RSUD Anuntaloko, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bukan tanpa sebab, saat melahirkan anak kembarnya, tekanan darah Roya tinggi. Kondisi ini yang mengakibatkan matanya tidak dapat melihat.

Ekonomi yang sulit juga membuatnya tak bisa tuntas menjalani pengobatan. "Tidak ada biaya untuk berobat ke dokter. Suami petani, saya hanya ibu rumah tangga," tambahnya.

Mendengar kabar dari desa bahwa ada operasi katarak gratis dari Kemensos, Roya pun ikut menjalani proses screening sampai akhirnya layak dioperasi. pada tanggal 9 Maret 2024, Roya menjalani operasi mata kanan dahulu. Operasi berjalan lancar dan Roya bisa melihat kembali.

Di tanggal 10 Maret 2024, Roya kembali menjalani operasi untuk mata kirinya. "Terima kasih Tuhan, terima kasih dokter, saya saat ini bisa melihat kembali,” ucap Roya penuh syukur.

Di hadapan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menyapanya di RSUD Anuntaloko Minggu (10/3), Roya tak henti menebar senyum. Mensos pun ikut senang melihatnya.

Tidak lupa, Mensos berpesan kepada suami Roya untuk tetap menjaga kondisi Roya pasca operasi. "Bapak, ini ibunya selama 1 minggu jangan gendong anak dulu, jangan angkat-angkat berat dulu ya," pesan Mensos.

Dalam waktu kurang lebih 3 hari pasca kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu lalu, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyiapkan bakti sosial operasi katarak di wilayah tersebut.

Hal ini dilakukan setelah Mensos menemukan cukup banyak kasus sakit katarak yang diderita oleh masyarakat di wilayah Parigi Moutong dan sekitarnya.

"Sebetulnya ini kemarin saat ada agenda kesini, ternyata banyak yang tidak bisa melihat, sehingga inisiatif untuk agendakan operasi katarak dengan dr. Andreas hanya dalam waktu 3 hari, padahal sebelumnya perlu 2-3 minggu persiapannya," jelas Mensos Risma.

Mensos mengatakan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini terlaksana dan berjalan lancar juga berkat kerjasama dengan berbagai pihak, yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) serta Himpunan Bersatu Teguh.

Sebanyak 273 orang yang mengidap penyakit katarak mendapatkan kesempatan untuk menjalani proses operasi katarak yang sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).