Selasa, 21 Jul 2026 11:23 WIB

Dibantu Kemensos, Roya Bisa Lihat Jelas Anak Kembarnya

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 13 Mar 2024 13:55 WIB
Foto: Roya usai operasi katarak
Foto: Roya usai operasi katarak

selalu.id - Seorang ibu dari Sulawesi Tengah mendapat bantuan operasi katarak gratis dari Kementerian Sosial. Ialah Roya (35) yang sudah 3 tahun tidak bisa melihat setelah melahirkan anak kembarnya.

"Kemarin pas hamil masih normal, tetapi setelah melahirkan mata sudah mulai kabur (pandangannya) dan tidak melihat selama 3 tahun ini," jelas Roya pada saat ditemui pasca operasi katarak gratis yang digelar Kemensos di RSUD Anuntaloko, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bukan tanpa sebab, saat melahirkan anak kembarnya, tekanan darah Roya tinggi. Kondisi ini yang mengakibatkan matanya tidak dapat melihat.

Ekonomi yang sulit juga membuatnya tak bisa tuntas menjalani pengobatan. "Tidak ada biaya untuk berobat ke dokter. Suami petani, saya hanya ibu rumah tangga," tambahnya.

Mendengar kabar dari desa bahwa ada operasi katarak gratis dari Kemensos, Roya pun ikut menjalani proses screening sampai akhirnya layak dioperasi. pada tanggal 9 Maret 2024, Roya menjalani operasi mata kanan dahulu. Operasi berjalan lancar dan Roya bisa melihat kembali.

Di tanggal 10 Maret 2024, Roya kembali menjalani operasi untuk mata kirinya. "Terima kasih Tuhan, terima kasih dokter, saya saat ini bisa melihat kembali,” ucap Roya penuh syukur.

Di hadapan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menyapanya di RSUD Anuntaloko Minggu (10/3), Roya tak henti menebar senyum. Mensos pun ikut senang melihatnya.

Tidak lupa, Mensos berpesan kepada suami Roya untuk tetap menjaga kondisi Roya pasca operasi. "Bapak, ini ibunya selama 1 minggu jangan gendong anak dulu, jangan angkat-angkat berat dulu ya," pesan Mensos.

Dalam waktu kurang lebih 3 hari pasca kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu lalu, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyiapkan bakti sosial operasi katarak di wilayah tersebut.

Hal ini dilakukan setelah Mensos menemukan cukup banyak kasus sakit katarak yang diderita oleh masyarakat di wilayah Parigi Moutong dan sekitarnya.

"Sebetulnya ini kemarin saat ada agenda kesini, ternyata banyak yang tidak bisa melihat, sehingga inisiatif untuk agendakan operasi katarak dengan dr. Andreas hanya dalam waktu 3 hari, padahal sebelumnya perlu 2-3 minggu persiapannya," jelas Mensos Risma.

Mensos mengatakan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini terlaksana dan berjalan lancar juga berkat kerjasama dengan berbagai pihak, yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) serta Himpunan Bersatu Teguh.

Sebanyak 273 orang yang mengidap penyakit katarak mendapatkan kesempatan untuk menjalani proses operasi katarak yang sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.