Jumat, 04 Sep 2026 16:07 WIB

Dibantu Kemensos, Roya Bisa Lihat Jelas Anak Kembarnya

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 13 Mar 2024 13:55 WIB
Foto: Roya usai operasi katarak
Foto: Roya usai operasi katarak

selalu.id - Seorang ibu dari Sulawesi Tengah mendapat bantuan operasi katarak gratis dari Kementerian Sosial. Ialah Roya (35) yang sudah 3 tahun tidak bisa melihat setelah melahirkan anak kembarnya.

"Kemarin pas hamil masih normal, tetapi setelah melahirkan mata sudah mulai kabur (pandangannya) dan tidak melihat selama 3 tahun ini," jelas Roya pada saat ditemui pasca operasi katarak gratis yang digelar Kemensos di RSUD Anuntaloko, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bukan tanpa sebab, saat melahirkan anak kembarnya, tekanan darah Roya tinggi. Kondisi ini yang mengakibatkan matanya tidak dapat melihat.

Ekonomi yang sulit juga membuatnya tak bisa tuntas menjalani pengobatan. "Tidak ada biaya untuk berobat ke dokter. Suami petani, saya hanya ibu rumah tangga," tambahnya.

Mendengar kabar dari desa bahwa ada operasi katarak gratis dari Kemensos, Roya pun ikut menjalani proses screening sampai akhirnya layak dioperasi. pada tanggal 9 Maret 2024, Roya menjalani operasi mata kanan dahulu. Operasi berjalan lancar dan Roya bisa melihat kembali.

Di tanggal 10 Maret 2024, Roya kembali menjalani operasi untuk mata kirinya. "Terima kasih Tuhan, terima kasih dokter, saya saat ini bisa melihat kembali,” ucap Roya penuh syukur.

Di hadapan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menyapanya di RSUD Anuntaloko Minggu (10/3), Roya tak henti menebar senyum. Mensos pun ikut senang melihatnya.

Tidak lupa, Mensos berpesan kepada suami Roya untuk tetap menjaga kondisi Roya pasca operasi. "Bapak, ini ibunya selama 1 minggu jangan gendong anak dulu, jangan angkat-angkat berat dulu ya," pesan Mensos.

Dalam waktu kurang lebih 3 hari pasca kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu lalu, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyiapkan bakti sosial operasi katarak di wilayah tersebut.

Hal ini dilakukan setelah Mensos menemukan cukup banyak kasus sakit katarak yang diderita oleh masyarakat di wilayah Parigi Moutong dan sekitarnya.

"Sebetulnya ini kemarin saat ada agenda kesini, ternyata banyak yang tidak bisa melihat, sehingga inisiatif untuk agendakan operasi katarak dengan dr. Andreas hanya dalam waktu 3 hari, padahal sebelumnya perlu 2-3 minggu persiapannya," jelas Mensos Risma.

Mensos mengatakan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini terlaksana dan berjalan lancar juga berkat kerjasama dengan berbagai pihak, yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) serta Himpunan Bersatu Teguh.

Sebanyak 273 orang yang mengidap penyakit katarak mendapatkan kesempatan untuk menjalani proses operasi katarak yang sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.