Rabu, 22 Jul 2026 02:30 WIB

Dilema Peternak Ayam Diantara Harga Pakan dan Telur

Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur
Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur

selalu.id - Kestabilan harga telur serta keterjangkauan harga pakan tentu menjadi dua hal yang paling diharapkan oleh peternak ayam petelur di Jawa Timut. Jika kedua hal ini tidak pernah tercapai maka keberadaan peternak ayam khususnya di Jatim sendiri akan terancam.

Bahkan dengan kondisi saat ini tidak sedikit peternak ayam di Blitar, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Mojokerto dan Sidoarjo yang berguguran, gulung tikar. Hutang yang ditanggung oleh peternak untuk biaya pakan dan akomodasi lainnya, tidak berbanding dengan harga jual telur.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Para peternak di Jatim disebutkan terpaksa mengurangi jumlah populasi ayam petelurnya. Hal itu dilakukan demi mengurangi biaya pakan yang semakin hari tidak terjangkau. Salah satunya Heru (46) peternak asal Pare-Kediri yang mengeluhkan soal naiknya harga pakan.

"Populasi berkurang drastis, dulu ayam saya 12 ribu ekor. Tapi sekarang tidak sampai 3 ribu ekor. Biaya pakan mahal sedang harga telur di peternak sedang tidak bagus," ujarnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (12/3/2024).

Kendati demikian, para peternak ayam petelur ini menjadi kambing hitam saat harga telur di pasaran melonjak. Padahal, di tingkat peternakan harga telur belum tentu naik. Ditambah lagi biaya pakan yang setiap tahunnya selalu meningkat, adapun kenaikan tersebut berkisar antara 1-5 persen dari harga sebelumnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Senada dengan Heru, Andik Suseno (51) salah satu peternak ayam di Blitar menyebut, jika ditelaah lebih dalam para peternak ayam rakyat ini sebenarnya tidak bisa menentukan harga telur di pasaran. Mereka hanya mengikuti mekanisme pasar yang telah dibuat oleh para pebisnis besar.

Kehadiran pemerintah untuk mengintervensi harga pakan serta mengatur keseimbangan harga telur dipasaran tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Jika tidak, para peternak ayam petelur rakyat ini akan berguguran akibat kebangkrutan yang mereka alami.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

"Disini jumlah peternaknya dulu banyak sekarang yang bertahan hanya 2000 an orang dengan populasi ayam yang sedikit," tegasnya.

Seperti diketahui, jumlah peternak ayam petelur di Blitar sendiri kini terus menyusut dari yang sebelumnya mencapai 4.000 an orang. Kini yang bertahan di tengah mahalnya harga pakan hanya berkisar 2.000 orang.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.