Minggu, 06 Sep 2026 05:25 WIB

Dilema Peternak Ayam Diantara Harga Pakan dan Telur

Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur
Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur

selalu.id - Kestabilan harga telur serta keterjangkauan harga pakan tentu menjadi dua hal yang paling diharapkan oleh peternak ayam petelur di Jawa Timut. Jika kedua hal ini tidak pernah tercapai maka keberadaan peternak ayam khususnya di Jatim sendiri akan terancam.

Bahkan dengan kondisi saat ini tidak sedikit peternak ayam di Blitar, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Mojokerto dan Sidoarjo yang berguguran, gulung tikar. Hutang yang ditanggung oleh peternak untuk biaya pakan dan akomodasi lainnya, tidak berbanding dengan harga jual telur.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Para peternak di Jatim disebutkan terpaksa mengurangi jumlah populasi ayam petelurnya. Hal itu dilakukan demi mengurangi biaya pakan yang semakin hari tidak terjangkau. Salah satunya Heru (46) peternak asal Pare-Kediri yang mengeluhkan soal naiknya harga pakan.

"Populasi berkurang drastis, dulu ayam saya 12 ribu ekor. Tapi sekarang tidak sampai 3 ribu ekor. Biaya pakan mahal sedang harga telur di peternak sedang tidak bagus," ujarnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (12/3/2024).

Kendati demikian, para peternak ayam petelur ini menjadi kambing hitam saat harga telur di pasaran melonjak. Padahal, di tingkat peternakan harga telur belum tentu naik. Ditambah lagi biaya pakan yang setiap tahunnya selalu meningkat, adapun kenaikan tersebut berkisar antara 1-5 persen dari harga sebelumnya.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Senada dengan Heru, Andik Suseno (51) salah satu peternak ayam di Blitar menyebut, jika ditelaah lebih dalam para peternak ayam rakyat ini sebenarnya tidak bisa menentukan harga telur di pasaran. Mereka hanya mengikuti mekanisme pasar yang telah dibuat oleh para pebisnis besar.

Kehadiran pemerintah untuk mengintervensi harga pakan serta mengatur keseimbangan harga telur dipasaran tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Jika tidak, para peternak ayam petelur rakyat ini akan berguguran akibat kebangkrutan yang mereka alami.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

"Disini jumlah peternaknya dulu banyak sekarang yang bertahan hanya 2000 an orang dengan populasi ayam yang sedikit," tegasnya.

Seperti diketahui, jumlah peternak ayam petelur di Blitar sendiri kini terus menyusut dari yang sebelumnya mencapai 4.000 an orang. Kini yang bertahan di tengah mahalnya harga pakan hanya berkisar 2.000 orang.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.