Senin, 02 Feb 2026 07:39 WIB

Dilema Peternak Ayam Diantara Harga Pakan dan Telur

Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur
Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur

selalu.id - Kestabilan harga telur serta keterjangkauan harga pakan tentu menjadi dua hal yang paling diharapkan oleh peternak ayam petelur di Jawa Timut. Jika kedua hal ini tidak pernah tercapai maka keberadaan peternak ayam khususnya di Jatim sendiri akan terancam.

Bahkan dengan kondisi saat ini tidak sedikit peternak ayam di Blitar, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Mojokerto dan Sidoarjo yang berguguran, gulung tikar. Hutang yang ditanggung oleh peternak untuk biaya pakan dan akomodasi lainnya, tidak berbanding dengan harga jual telur.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Para peternak di Jatim disebutkan terpaksa mengurangi jumlah populasi ayam petelurnya. Hal itu dilakukan demi mengurangi biaya pakan yang semakin hari tidak terjangkau. Salah satunya Heru (46) peternak asal Pare-Kediri yang mengeluhkan soal naiknya harga pakan.

"Populasi berkurang drastis, dulu ayam saya 12 ribu ekor. Tapi sekarang tidak sampai 3 ribu ekor. Biaya pakan mahal sedang harga telur di peternak sedang tidak bagus," ujarnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (12/3/2024).

Kendati demikian, para peternak ayam petelur ini menjadi kambing hitam saat harga telur di pasaran melonjak. Padahal, di tingkat peternakan harga telur belum tentu naik. Ditambah lagi biaya pakan yang setiap tahunnya selalu meningkat, adapun kenaikan tersebut berkisar antara 1-5 persen dari harga sebelumnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Senada dengan Heru, Andik Suseno (51) salah satu peternak ayam di Blitar menyebut, jika ditelaah lebih dalam para peternak ayam rakyat ini sebenarnya tidak bisa menentukan harga telur di pasaran. Mereka hanya mengikuti mekanisme pasar yang telah dibuat oleh para pebisnis besar.

Kehadiran pemerintah untuk mengintervensi harga pakan serta mengatur keseimbangan harga telur dipasaran tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Jika tidak, para peternak ayam petelur rakyat ini akan berguguran akibat kebangkrutan yang mereka alami.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

"Disini jumlah peternaknya dulu banyak sekarang yang bertahan hanya 2000 an orang dengan populasi ayam yang sedikit," tegasnya.

Seperti diketahui, jumlah peternak ayam petelur di Blitar sendiri kini terus menyusut dari yang sebelumnya mencapai 4.000 an orang. Kini yang bertahan di tengah mahalnya harga pakan hanya berkisar 2.000 orang.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.