Rabu, 21 Okt 2026 09:14 WIB

Dilema Peternak Ayam Diantara Harga Pakan dan Telur

Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur
Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur

selalu.id - Kestabilan harga telur serta keterjangkauan harga pakan tentu menjadi dua hal yang paling diharapkan oleh peternak ayam petelur di Jawa Timut. Jika kedua hal ini tidak pernah tercapai maka keberadaan peternak ayam khususnya di Jatim sendiri akan terancam.

Bahkan dengan kondisi saat ini tidak sedikit peternak ayam di Blitar, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Mojokerto dan Sidoarjo yang berguguran, gulung tikar. Hutang yang ditanggung oleh peternak untuk biaya pakan dan akomodasi lainnya, tidak berbanding dengan harga jual telur.

Baca Juga: Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Para peternak di Jatim disebutkan terpaksa mengurangi jumlah populasi ayam petelurnya. Hal itu dilakukan demi mengurangi biaya pakan yang semakin hari tidak terjangkau. Salah satunya Heru (46) peternak asal Pare-Kediri yang mengeluhkan soal naiknya harga pakan.

"Populasi berkurang drastis, dulu ayam saya 12 ribu ekor. Tapi sekarang tidak sampai 3 ribu ekor. Biaya pakan mahal sedang harga telur di peternak sedang tidak bagus," ujarnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (12/3/2024).

Kendati demikian, para peternak ayam petelur ini menjadi kambing hitam saat harga telur di pasaran melonjak. Padahal, di tingkat peternakan harga telur belum tentu naik. Ditambah lagi biaya pakan yang setiap tahunnya selalu meningkat, adapun kenaikan tersebut berkisar antara 1-5 persen dari harga sebelumnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Senada dengan Heru, Andik Suseno (51) salah satu peternak ayam di Blitar menyebut, jika ditelaah lebih dalam para peternak ayam rakyat ini sebenarnya tidak bisa menentukan harga telur di pasaran. Mereka hanya mengikuti mekanisme pasar yang telah dibuat oleh para pebisnis besar.

Kehadiran pemerintah untuk mengintervensi harga pakan serta mengatur keseimbangan harga telur dipasaran tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Jika tidak, para peternak ayam petelur rakyat ini akan berguguran akibat kebangkrutan yang mereka alami.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

"Disini jumlah peternaknya dulu banyak sekarang yang bertahan hanya 2000 an orang dengan populasi ayam yang sedikit," tegasnya.

Seperti diketahui, jumlah peternak ayam petelur di Blitar sendiri kini terus menyusut dari yang sebelumnya mencapai 4.000 an orang. Kini yang bertahan di tengah mahalnya harga pakan hanya berkisar 2.000 orang.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.