Rabu, 26 Jun 2024 01:11 WIB

Dilema Peternak Ayam Diantara Harga Pakan dan Telur

Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur

Hasil telur di salah satu peternakan ayam di Jawa Timur

selalu.id - Kestabilan harga telur serta keterjangkauan harga pakan tentu menjadi dua hal yang paling diharapkan oleh peternak ayam petelur di Jawa Timut. Jika kedua hal ini tidak pernah tercapai maka keberadaan peternak ayam khususnya di Jatim sendiri akan terancam.

Bahkan dengan kondisi saat ini tidak sedikit peternak ayam di Blitar, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Mojokerto dan Sidoarjo yang berguguran, gulung tikar. Hutang yang ditanggung oleh peternak untuk biaya pakan dan akomodasi lainnya, tidak berbanding dengan harga jual telur.

Baca Juga: PAN Jatim Kecewa Hasil Penghitungan Suara Ulang Pemilu 2024, Ini Alasannya

Para peternak di Jatim disebutkan terpaksa mengurangi jumlah populasi ayam petelurnya. Hal itu dilakukan demi mengurangi biaya pakan yang semakin hari tidak terjangkau. Salah satunya Heru (46) peternak asal Pare-Kediri yang mengeluhkan soal naiknya harga pakan.

"Populasi berkurang drastis, dulu ayam saya 12 ribu ekor. Tapi sekarang tidak sampai 3 ribu ekor. Biaya pakan mahal sedang harga telur di peternak sedang tidak bagus," ujarnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (12/3/2024).

Kendati demikian, para peternak ayam petelur ini menjadi kambing hitam saat harga telur di pasaran melonjak. Padahal, di tingkat peternakan harga telur belum tentu naik. Ditambah lagi biaya pakan yang setiap tahunnya selalu meningkat, adapun kenaikan tersebut berkisar antara 1-5 persen dari harga sebelumnya.

Baca Juga: Golkar Surabaya Mulai Bergerak Kampanyekan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

Senada dengan Heru, Andik Suseno (51) salah satu peternak ayam di Blitar menyebut, jika ditelaah lebih dalam para peternak ayam rakyat ini sebenarnya tidak bisa menentukan harga telur di pasaran. Mereka hanya mengikuti mekanisme pasar yang telah dibuat oleh para pebisnis besar.

Kehadiran pemerintah untuk mengintervensi harga pakan serta mengatur keseimbangan harga telur dipasaran tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Jika tidak, para peternak ayam petelur rakyat ini akan berguguran akibat kebangkrutan yang mereka alami.

Baca Juga: TPID Jatim Klaim Berhasil Kendalikan Inflasi Sesuai Target, Segini Besarannya

"Disini jumlah peternaknya dulu banyak sekarang yang bertahan hanya 2000 an orang dengan populasi ayam yang sedikit," tegasnya.

Seperti diketahui, jumlah peternak ayam petelur di Blitar sendiri kini terus menyusut dari yang sebelumnya mencapai 4.000 an orang. Kini yang bertahan di tengah mahalnya harga pakan hanya berkisar 2.000 orang.

Editor : Arif Ardianto