Rabu, 22 Mei 2024 03:39 WIB

Antisipasi Omicron, Pemkot Surabaya Perketat Prokes dan Aktifkan Kampung Tangguh

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Des 2021 18:05 WIB
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto

Surabaya (selalu.id) - Mengantisipasi masuknya Covid-19 varian omicron, Pemkot Surbaya memperketat protokol kesehatan (Prokes) serta megaktifkan kembali kampung tangguh.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat lebih diketatkan dan operasi prokes sewaktu-waktu juga digalakkan.

Baca Juga: Begini Langkah Pemkot Surabaya Cegah Covid di Penghujung Tahun 2023

"Jadi, kita lebih menggencarkan prokes, dan itu dibantu oleh Kapolrestabes, TNI, dan jajaran 3 pilar. Operasi prokes dan swab massal tetap kita lakukan pada waktu-waktu tertentu," kata Irvan di ruang kerjanya, Jumat (17/12/2021).

Untuk mencegah masuknya varian Omicron itu, kata dia, bahwa Pemkot telah mengaktifkan dan menggerakkan kembali Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo.

"Pak Wali Kota Eri meminta camat dan lurah agar mengaktifkan kembali Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di wilayah masing-masing,"ujar Irvan, yang juga sebagai Kepala BPB Linmas Kota Surabaya.

Dengan satgas Kampung Tangguh ini, lanjut ia, diberdayakan untuk tetap waspada, kemudian mengantisipasi, dan melaporkan warganya, terutama yang melakukan perjalanan dari luar kota dan juga luar negeri.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar kota maupun luar negeri, juga akan diperhatikan.

Baca Juga: Menhub Imbau Masyarakat Kembali Gunakan Masker Saat Perjalanan Libur Nataru

"Jadi, bukan hanya perjalanan luar negeri saja yang dicatat dan diawasi, tapi pelaku perjalanan luar kota, satgas kampung wani bisa melakukan pencatatan dan pengamatan jika seandainya terjadi apa-apa kepada warga tersebut," ujarnya.

Pemkot surabaya tidak melarang masyarakat dalam beraktivitas. Namun, harus mengedepankan Prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Setiap kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan mengumpulkan orang banyak, diminta rekomendasi ke satgas. Supaya dipastikan pelaksanaannya itu betul-betul menjalankan Prokes," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Pemkot Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Orang dari Luar Negeri

Dinkes Surabaya juga diminta untuk melakukan aktif case finding, sehingga testing secara masif akan terus dilakukan, baik di perkantoran swasta maupun pemerintah.

Ia menambahkan, bahwa selama ini, testing di perkantoran itu sudah dilakukan dan akan terus digalakkan lagi.

"Testing ini akan terus digalakkan sebagai langkah antisipasi. Jadi, Ayo kita selalu disiplin menjaga protokol kesehatan dengan biasakan yang tidak biasa," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi