Rabu, 09 Sep 2026 21:04 WIB

PLN Percepat Proses Transisi Energi Menuju Zero Carbon 2060

Foto: Panel Surya
Foto: Panel Surya

selalu.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengikuti diskusi publik yang diselenggarakan oleh Badan Keahlian DPR (BKD) RI yang membahas sistem kelistrikan dan peluang serta tantangan pemanfaatan energi baru terbarukan di Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Pusat Perancangan Undang-Undang Bidang Ekkuinbangkesra BKD RI, Arif Usman.

Guna mempercepat proses transisi energi menuju zero carbon pada 2060, General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyebut, jika PLN telah menciptakan RUPTL paling hijau, dekarbonisasi pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

"PLN juga menggandeng IPP untuk pengembangan EBT di Jawa Timur yang telah kita susun roadmap nya hingga 2040. Untuk Jawa Timur kami berfokus pada upgrade kapasitas pembangkit di 32 lokasi hingga tahun 2027, penggantian baterai menjadi lithium ion di 22 lokasi dan dedieselisasi Hybrid PLTS di 10 lokasi kepulauan," terang Agus kepada selalu.id di Surabaya, Jumat (8/3/2024).

Tahun 2024, lanjut Agus menjelaskan, komposisi pembangkit EBT di Jawa Timur didominiasi air sebesar 46,59 persen, gas 7,44 persen, dan tenaga surya maupun sampah serta lainnya sebesar 13,46 persen. Rencana akan dipercepat hingga pada tahun 2030 total kapasitas EBT Jawa Timur mencapai 13,7 GW.

Dalam kegiatan tersebut, PLN juga memaparkan rasio elektrifikasi di seluruh Jawa Timur sudah mencapai 99,94 persen. Hanya ada 4 desa di Kabupaten Sumenep yang belum teraliri listrik. Dan direncanakan 2025 nanti Jatim akan mencapai rasio elektrifikasi sejumlah 100 persen.

"Kami mengusulkan perlunya dibentuk aturan terkait dengan jaringan-jaringan yang melewati lokasi hutan lindung, cagar alam dan sejenisnya, yang dapat mempermudah daerah-daerah tertentu untuk mendapatkan aliran listrik, serta ketentuan yang jelas terkait dengan pemindahan tiang," ungkapnya.

Sementara itu, Ia juga menambahkan dengan kecukupan daya di sistem kelistrikan Jawa Timur sebesar 2.317 MW masih sangat mampu menampung pelanggan-pelanggan daya besar. Mulai dari pelanggan bisnis, industri bahkan rumah tangga yang membutuhkan listrik PLN.

Baca Juga: Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Entas Kemiskinan, Pemkab Sidoarjo dan BAZNAS Genjot Potensi ZIS hingga Desa

Program ini akan disinergikan dengan lima pilar BAZNAS Sidoarjo, yakni Sidoarjo Cerdas, Sidoarjo Makmur, Sidoarjo Sehat, Sidoarjo Taqwa, dan Sidoarjo Peduli.

Telusuri Dokumen Pengadilan, PT Kedap Sayaaq Bongkar Jejak Kecurangan Proses Kepailitan

Kuasa hukum PT Kedap Sayaaq, Prayogha Rizky, menegaskan bahwa meski secara formal prosedur terlihat sah, terdapat indikasi kuat iktikad tidak baik di baliknya.

Kali Surabaya Tercemar Berat, PJT I Buka-bukaan soal Penyebabnya

Uniknya, status tercemar berat ini bukan melulu imbas dari insiden kebakaran industri yang belakangan menyita perhatian publik.

Kursi Jabatan Strategis di Sidoarjo Banyak yang Kosong, BKD Mulai Buka Seleksi

Tak hanya itu, nasib sekitar 1.300 tenaga non-ASN juga masih menggantung menunggu kejelasan.

Demokrat Setujui Raperda Penyertaan Modal Jamkrida Jatim, Minta Tambahan Rp100 Miliar Berdampak Nyata

Jamkrida Jatim dituntut tak sekadar menjadi BUMD yang sehat secara finansial, tetapi juga menjalankan peran strategis sebagai penggerak pembangunan.

97 Sertifikat Tanah Warga Pranti Tersandera 10 Tahun di BPN Sidoarjo, DPRD Desak Tuntaskan

Padahal, tahapan pengukuran telah tuntas dan Peta Bidang Tanah (PBT) tercatat sudah dua kali diterbitkan, yakni pada 2015 dan 2024.