Kamis, 20 Jun 2024 00:57 WIB

NasDem Tuding Ada Jual Beli Kertas Suara Tidak Sah di Surabaya

  • Reporter : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Mar 2024 14:54 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Surabaya, Imam Syafi'i

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Surabaya, Imam Syafi'i

selalu.id - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem sebut ada dugaan kecurangan pada Pemilihan Caleg DPRD Kota Surabaya di Dapil tiga. Disebutkan kecurangan itu terjadi pada salah satu partai saat rekapitulasi perhitungan suara pada tingkat kecamatan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Surabaya, Imam Syafi'i menyebut kecurangan berupa ‘penggelembungan' suara Caleg dari partai lain.

Baca Juga: Perjuangkan PKL Kenjeran, Warga Pesisir Doakan Arif Fathoni jadi Wali Kota Surabaya

Kecurangan itu, kata dia, terjadi ketika rekapitulasi tingkat kecamatan yang molor, untuk memanipulasi suara.

"Kami menduga dan mencurigai ada ketidakberesan rekapitulasi di tingkat kecamatan itu kan belum selesai. Ini kami menduga ada deal yang belum selesai juga, kalau sudah ngomong deal, berarti kan sudah ada kecurangan. Maka kalau semuanya dilalui dengan tanpa kecurangan itu bisa lancar," kata Imam, kepada selalu.id, Minggu (3/3/2024).

Imam menilai adanya indikasi kecurangan ditingkat kecamatan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berlarut-larut.

Bahkan dari beberapa saksi partainya di tingkat kecamatan, yang menemukan surat suara tidak sah, laku keras dibeli oleh oknum Caleg.

"Ada beberapa temuan surat suara tidak sah ternyata laku dibeli, dijadikan sah, oleh salah satu Parpol untuk menambah suaranya. Sehingga di konversi menjadi kursi (legislatif). Ini kan bahaya," ujarnya.

Karena itu, Imam yang juga anggota DPRD Surabaya ini berharap seluruh Parpol peserta Pemilu 2024 dapat mengawal Pemilu 2024 yang bermartabat.

Sebab, tambah Imam, temuan surat suara tidak sah itu berubah menjadi sah untuk oknum Caleg, hanya diberikan sisa tiga puluh persen.

Baca Juga: Seleksi KPU Jatim, 10 Besar Diusulkan Naik ke Pusat, Tiga dari Surabaya

Menurutnya ini untuk mengelabui saksi Parpol lain yang kemudian di sah kan dalam rapat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan. Dengan demikian, rakyat yang memilih Caleg yang seharusnya terpilih, menjadi tidak terpilih akibat kecurangan itu.

"Kalau kemudian si partai a dengan Caleg partai a b c dapat sekian tidak sah, jangan kemudian itu di akal-akali. Maka yang seharusnya berhak menjadi tidak berhak," jelasnya.

Lebih lanjut Imam menegaskan akan melaporkan pihak yang melakukan kecurangan Pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan kepolisian untuk urusan pidana.

Pelaporan itu, lanjutnya, dapat menjadikan Pemilu yang jujur dan rakyat mendapatkan wakil yang berasal dari proses pemilihan bersih kecurangan.

"Karena merubah suara tidak sah menjadi sah. Karena itu, kalau kami menemukan, kami akan melaporkan ke DKPP sekaligus dengan kepolisian, ini sudah urusan pidana," tegasnya.

Baca Juga: KPU Surabaya Buka Pendaftaran PPK Pilkada Serentak 2024, Begini Cara Daftarnya

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya, Isa Ansori. Ia mengaku juga menemukan kecurangan yang sama yaitu penggelembungan suara di seluruh kelurahan pada Kecamatan Wonocolo.

Hal itu diketahui saat PPK memberikan D Hasil rekapitulasi suara tingkat kecamatan berupa soft copy atau file, yang kemudian di kroscek lebih mendalam dengan menyandingkan C Hasil dari saksi partainya.

Bahkan ia mengaku telah mengambil sampling tiga puluh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Wonocolo.

"Ada indikasi penggelembungan suara yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Ada penambahan suara di beberapa Caleg, dari partai tertentu, ndak usahlah kami sebutkan. Tapi kayaknya semua sudah tahu," terangnya.

Editor : Arif Ardianto