Senin, 02 Feb 2026 20:06 WIB

KPU dan Bawaslu Surabaya Diancam Demo Tiga Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Mar 2024 14:26 WIB
Ketua Umum AMI, Bahaiki Akbar
Ketua Umum AMI, Bahaiki Akbar

selalu.id - Kecewa dengan kinerja KPU dan Bawaslu Surabaya dalam menggelar Pemilu 2024, Aliansi Madura Indonesia (AMI) berencana menggelar aksi tiga hari berturut-turut di depak kantor penyelenggara pemilu tersebut.

Ketua Umum AMI, Bahaiki Akbar mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera menggelar aksi demo besar-besaran, selama tiga hari-hari berturut-turut, mulai Rabu tanggal 6 dan Jumat, 8 Maret 2024.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ia menilai bahwa KPU dan Bawaslu tidak profesional dalam menangani laporan-laporan dugaan kecurangan.

"Kami akan menggelar aksi demo besar-besaran selama tiga hari berturut-turut, KPU dan Bawaslu tidak profesional terkesan lamban untuk menindaklanjuti laporan dari AMI," tegasnya, melalui keterangan rilisnya, Minggu (3/2/2024).

Terlebih lagi, Bahaiki menyampaikan laporan-laporannya tidak digubris, salah satunya terkait oknum Bacaleg berijazah SMP lolos dan mengikuti pemilu 2024 sebagai caleg DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Sangat mencolok KPU Kota Surabaya diduga membiarkan oknum Bacaleg berijazah SMP lolos dan mengikuti pemilu 2024," ujarnya.

Tak hanya itu, Bawaslu Surabaya juga lamban menangani kasus laporan seperti dugaan Money Polityc yang dilakukan oleh oknum caleg DPR RI Dapil 1 Jawa Timur, Caleg DPRD Prov Jatim Dapil 1 Jawa Timur, dan Caleg DPRD Kota Surabaya Dapil 2 Surabaya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Dalam aksinya, AMI membawa sejumlah tuntutan, diantaranya meminta diskualifikasi oknum caleg yang menggunakan ijazah SMP, penjarakan oknum Caleg DPR RI, DPRD Provinsi Jatim, dan DPRD Surabaya yang melakukan Money Polityc. Kemudian, copot dan pecat KPU dan Bawaslu di Surabaya serta seluruh jajarannya,

"Kami laksanakan karna kami sebagai rakyat Indonesia tidak menginginkan para pemimpin yang lahir dari Money Polityc (Serangan Fajar)," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.