Senin, 20 Jul 2026 07:37 WIB

KPU dan Bawaslu Surabaya Diancam Demo Tiga Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Mar 2024 14:26 WIB
Ketua Umum AMI, Bahaiki Akbar
Ketua Umum AMI, Bahaiki Akbar

selalu.id - Kecewa dengan kinerja KPU dan Bawaslu Surabaya dalam menggelar Pemilu 2024, Aliansi Madura Indonesia (AMI) berencana menggelar aksi tiga hari berturut-turut di depak kantor penyelenggara pemilu tersebut.

Ketua Umum AMI, Bahaiki Akbar mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera menggelar aksi demo besar-besaran, selama tiga hari-hari berturut-turut, mulai Rabu tanggal 6 dan Jumat, 8 Maret 2024.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Ia menilai bahwa KPU dan Bawaslu tidak profesional dalam menangani laporan-laporan dugaan kecurangan.

"Kami akan menggelar aksi demo besar-besaran selama tiga hari berturut-turut, KPU dan Bawaslu tidak profesional terkesan lamban untuk menindaklanjuti laporan dari AMI," tegasnya, melalui keterangan rilisnya, Minggu (3/2/2024).

Terlebih lagi, Bahaiki menyampaikan laporan-laporannya tidak digubris, salah satunya terkait oknum Bacaleg berijazah SMP lolos dan mengikuti pemilu 2024 sebagai caleg DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Sangat mencolok KPU Kota Surabaya diduga membiarkan oknum Bacaleg berijazah SMP lolos dan mengikuti pemilu 2024," ujarnya.

Tak hanya itu, Bawaslu Surabaya juga lamban menangani kasus laporan seperti dugaan Money Polityc yang dilakukan oleh oknum caleg DPR RI Dapil 1 Jawa Timur, Caleg DPRD Prov Jatim Dapil 1 Jawa Timur, dan Caleg DPRD Kota Surabaya Dapil 2 Surabaya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Dalam aksinya, AMI membawa sejumlah tuntutan, diantaranya meminta diskualifikasi oknum caleg yang menggunakan ijazah SMP, penjarakan oknum Caleg DPR RI, DPRD Provinsi Jatim, dan DPRD Surabaya yang melakukan Money Polityc. Kemudian, copot dan pecat KPU dan Bawaslu di Surabaya serta seluruh jajarannya,

"Kami laksanakan karna kami sebagai rakyat Indonesia tidak menginginkan para pemimpin yang lahir dari Money Polityc (Serangan Fajar)," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.