Wow! Perusahaan Ini Berhasil Buat 'HALO', Alat Pengendali Mimpi
- Penulis : Ading
- | Senin, 26 Feb 2024 09:05 WIB
selalu.id - Pernah nonton Inception? Film yang dibintangi Leonardo de Caprio ini menggabungkan elemen-elemen ilusi mimpi, dan realitas yang telah membuatnya menjadi karya ikonik besutan Christoper Nolan.
Penggabungan elemen mimpi dan realitas itu biasa disebut fenomena Lucid Dream alis Mimpi Sadar. 14 tahun lalu, saat Inception pertama kali dirilis, seseorang yang mampu menciptakan dan mengendalikan Lucid Dream hanya ada di film tersebut.
Namun kali ini, kita semua bisa melakukannya. Prophetic sebuah startup yang didukung oleh ventura yang didirikan awal tahun ini, mewujudkan fiksi menjadi pengendali mimpi menjadi nyata.
Prophetic membuat HALO, bandana pengendali mimpi yang menyebabkan keadaan mimpi sadar atau Lucid Dream. Tujuannya adalah untuk memberikan orang kendali atas mimpinya, sehingga mereka dapat menggunakan waktu tersebut secara produktif.
Seorang CEO dapat berlatih untuk rapat dewan yang akan datang, seorang atlet dapat menjalankan permainan, seorang desainer web dapat membuat template baru— “faktor pembatasnya adalah imajinasi Anda,” kata pendiri dan CEO Eric Wollberg kepada Fortune.
Potensi dari lucid dream bukanlah tentang mengatasi masalah tertentu, melainkan tentang menemukan cara-cara baru dan kreatif untuk mendekati topik-topik yang sebelumnya tidak dapat dipahami oleh orang yang sedang tidur. Misalnya, seorang ahli matematika mungkin tidak mencapai jawaban numerik yang spesifik untuk soal matematika saat tidur, tetapi mimpi sadar memungkinkan mereka mengeksplorasi strategi baru untuk mengatasi persamaan tersebut saat terjaga.

HALO didesign berbentuk seperti ikat kepala yang dipakai seperti mahkota. Cara kerjanya adalah dengan melepaskan sinar ultrasonografi terfokus—atau gelombang suara yang juga digunakan untuk memantau kesehatan bayi dalam kandungan—ke wilayah otak yang terlibat dalam lucid dream.
Sinar tersebut akan mengaktifkan bagian otak yang mengontrol pengambilan keputusan dan kesadaran, memulai mimpi sadar, kata perusahaan tersebut. Untuk membuat Halo, Prophetic bekerja sama dengan pendiri Card79 Afshin Mehin, yang merancang perangkat Neuralink N1 untuk perusahaan implan otak Elon Musk.
Mendapatkan kendali atas impian sangat penting untuk aplikasi kerja seperti berlatih untuk wawancara atau merancang sebuah bangunan— “Kontrol adalah apa yang kita inginkan,” kata Wollberg kepada Fortune.
Namun, Antonio Zadra, seorang profesor psikologi di Universitas Montreal yang berspesialisasi dalam tidur dan bermimpi (dan sering mengalami lucid dream), masih memiliki skeptisme atas hal itu.
“Tidak sesederhana itu,” kata Antonio.
Ia pun menerangkan bahwa dengan teknologi pemicu lucid dream lainnya, orang yang tidur bisa memasuki kondisi lucid dream, namun mereka bisa dengan cepat lupa bahwa mereka sedang bermimpi atau menjadi terlalu bersemangat dan terbangun, katanya. Mampu mengendalikan mimpi, yang melangkah lebih jauh daripada seseorang yang hanya menyadari bahwa mereka sedang bermimpi, bahkan lebih sulit dan merupakan sesuatu yang sulit dihadapi oleh para pemimpi sadar.
"HALO dan ikat kepala lainnya mungkin membantu menginduksi mimpi sadar, tetapi ini adalah kombinasi perangkat dan teknik kesadaran lainnya yang dapat membantu orang sampai pada titik mengendalikan mimpi," kata Antonio.
Teknik-teknik tersebut antara lain meditasi, menulis jurnal mimpi, dan memvisualisasikan apa yang akan terjadi dalam mimpi sebelum tidur.
Menanggapi klaim ini, Wollberg mengutip serangkaian penelitian yang menghubungkan tingkat aktivasi korteks prefrontal dengan kemampuan mengendalikan mimpi.
"Singkatnya, semakin banyak rangsangan yang diberikan, semakin baik kemampuan pengguna dalam mengendalikan mimpinya," katanya.
Produk Prophetic bergantung pada penelitian yang dilakukan oleh Donders Institute, sebuah pusat penelitian otak di Belanda. Dari penelitian yang dilakukan oleh institut tersebut, Prophetic akan menentukan area spesifik otak mana yang perlu ditargetkan dan dengan frekuensi gelombang ultrasonik berapa untuk menginduksi lucid dream. Perusahaan mengharapkan untuk mendapatkan data ini pada musim semi 2024 dan mulai mengirimkan perangkat pada musim semi 2025.
HALO akan berharga sekitar $1.500 hingga $2.000 atau Rp30 juta hingga Rp31 juta, perkiraan Wollberg.
Konsumen dapat memesan produk terlebih dahulu dengan uang muka sebesar $100 yang dapat dikembalikan. Wollberg tidak mau mengungkapkan berapa banyak orang yang telah mendaftar namun mengatakan dalam beberapa minggu pertama setelah perusahaan membuka sistem reservasinya, mereka menghasilkan “pendapatan pemesanan beberapa ratus ribu dolar,” yang menunjukkan bahwa daftar tunggunya mencapai ribuan.
URL : https://selalu.id/news-6586-wow-perusahaan-ini-berhasil-buat-halo-alat-pengendali-mimpi
