Pemkot Surabaya Beri Beasiswa Anak Ketua KPPS yang Meninggal saat Bertugas
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 25 Feb 2024 13:15 WIB
selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berencana memberikan bantuan pendidikan terhadap anak almarhum Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tempat pemungutan suara (TPS) 42, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, bernama Joko Budiono.
Eri Cahyadi mengatakan, tiga anak almarhum Ketua KPPS tersebut mendapatkan bantuan melalui program yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya.
"Nanti anak-anaknya kami masukkan ke program beasiswa," kata Eri, Minggu (25/2/2024).
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Ia menyampaikan salah satu anak almarhum berkuliah universitas swasta di Kota Surabaya yang tak memiliki kerja sama Program Beasiswa Pemuda Tangguh, maka bantuan pendidikannya diberikan melalui cara lain.
"Nanti bisa dapat, tetapi lewatnya mungkin Baznas Kota Surabaya atau lewat yang lain. Kami upayakan harus bisa mendapatkan beasiswa," ucapnya.
Kata dia, Pemkot Surabaya juga mempersiapkan intervensi untuk istri almarhum Joko Budiono adalah program pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Ketika suaminya meninggal, maka istrinya kami beri pekerjaan yang cocok, seperti jahit atau lainnya," ujarnya.
Tak hanya itu, Eri menerangkan bahwa seluruh KPPS merupakan pejuang demokrasi, pemerintah harus turun tangan menjamin kesejahteraan keluarganya.
"KPPS yang meninggal, maka kami harus dukung keluarganya, termasuk anaknya," katanya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Sekedar diketahui, almarhum Ketua KPPS TPS 42 Kelurahan Ngagel Rejo Joko Budiono meninggal pada Jumat (16/2/2024). Setelah tak sadarkan diri saat bertugas pada hari pemungutan suara, Rabu (14/2/2024) lalu.
Setelah tak sadarkan diri, almarhum juga menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya. Jenazah warga Krukah Utara, Surabaya itu pun dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.
Editor : Arif Ardianto