Rabu, 26 Jun 2024 01:26 WIB

Harga Beras Meroket, Bulog Jatim Pastikan Stok Aman

Ilustrasi beras

Ilustrasi beras

selalu.id - Harga beras di Jawa Timur selama 30 hari terakhir, kian terus alami peningkatan. Diantaranya   harga beras medium yang masih berada pada kisaran Rp10.900 hingga Rp14.500 per kilogram (kg), sedangkan untuk beras premium seharga Rp12.000 hingga Rp16.000 per kg.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata untuk komoditas beras medium Rp11.868. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sumenep Rp14.650.

Baca Juga: Harga Beras Diprediksi Bakal Naik Lagi, Ini Penyebabnya

Pimpinan Wilayah Bulog Jatim Ermin Tora mengatakan, harga rata-rata terendah di Kabupaten Tulungagung Rp10.866. Kemudian untuk harga rata-rata beras premium Rp15.153, Harga rata-rata tertinggi di Kota Probolinggo Rp16.500. Sedangkan harga rata-rata terendah di Kabupaten Mojokerto Rp12.487.

Meski demikian, pihaknya mengklaim stok beras aman hingga beberapa bulan kedepan. "Stok beras di Bulog Jatim sebanyak 150.000 ton. Jumlah ini masih akan terus bertambah dalam waktu dekat sekitar 100.000 ton, dan akan nambah terus," ucapnya, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga: Catat! Pemkot Surabaya Bakal Gelar Pasar Murah di Setiap Kecamatan

Dikatakannya, dengan jumlah stok yang cukup banyak tersebut, pihaknya memastikan kebutuhan beras masih bisa dipenuhi dan cukup, khususnya untuk bulan puasa dan lebaran. Bahkan Jatim juga masih mampu memenuhi kebutuhan Bulog yang ada di luar Jatim seperti yang ada di Kalimantan, Papua, Maluku termasuk juga NTT.

"Kita masih bisa bantu penuhi kebutuhan mereka dari stok yg ada. Stok saat ini masih cukup," ungkapnya.

Baca Juga: Digelontor 1 Ton Beras Murah, Pengelola Pasar Semolowaru Surabaya: Terima Kasih Pak Eri Cahyadi

Agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan (SPHP), Ermin mengaku, jika pihaknya sudah menyiapkan strategi jitu dengan memperbanyak titik-titik pelayanan untuk penyaluran beras. Langkah ini telah dilakukan Bulog dalam beberapa Minggu ini.

"Jadi kita distribusi ke pasar-pasar tradisional. Kita kerjasama juga dengan Pemerintah Daerah untuk di pasar tradisional kita buka kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Alhamdulillah hampir setiap kota/kabupaten membuka kios TPID," tandasnya.

Editor : Arif Ardianto