Kamis, 22 Okt 2026 04:55 WIB

Anggarkan RP 45 Miliar, Pemkot Surabaya Bakal Lanjutkan Proyek Box Culvert Babat Jerawat-Pakal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Feb 2024 11:18 WIB
Proyek box culvert di Pakal
Proyek box culvert di Pakal

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melanjutkan pembangunan box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal. Pembangunan proyek dengan anggaran multi years tersebut, bertujuan untuk mencegah banjir dan menanggulangi kemacetan di wilayah barat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi menyatakan bahwa pada pekan depan proyek box culvert Jalan Raya Babat Jerawat mulai proses lelang. Ia menargetkan dalam kurun waktu 1 bulan sudah ada pemenang lelang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Minggu depan proses lelang, paling sebulan lagi sudah ada pemenangnya," kata Syamsul Hariadi, Jumat (23/2/2024).

Pada tahun 2024 ini, Syamsul menyebut proyek untuk mencegah banjir itu diperkirakan sebesar Rp 45 miliar.

"Untuk anggarannya sekitar Rp 45 miliar, dengan panjang sekitar 400 meter," jelas Syamsul.

Pihaknya menargetkan, sebelum musim hujan pada akhir tahun 2024, pembangunan box culvert dengan panjang sekitar 400 meter tersebut bisa rampung. Di sisi lain, ia juga memastikan akan membersihkan kisdam ketika saluran itu rampung.

"Itu (box culvert) segera kita kerjakan dan target saya Agustus-September (2024), sebelum musim hujan berikutnya itu harus sudah selesai,"ujarnya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Kisdamnya nanti juga dibersihkan semua, sehingga airnya bisa mengalir. Jadi sebelum musim hujan berikutnya, itu (box culvert) sudah siap menerima air hujan," jelasnya

Tak berhenti di sana, di tahun 2025, pemkot akan kembali melanjutkan proyek box culvert Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal dengan panjang sekitar 1.600 meter. Panjang saluran yang akan dibangun tersebut direncanakan menggunakan anggaran Rp 250 miliar.

"Tahun depan rencana anggaran kalau saya hitung sekitar Rp250 miliar. Jadi (total) kurangnya 2 kilometer, sekarang (2024) sekitar 400 meter dan tahun depan sekitar 1.600 meter," bebernya.

Syamsul memastikan pihaknya akan mendorong percepatan pembangunan box culvert Jalan Babat Jerawat - Pakal. Termasuk pula yang akan dikerjakan pada tahun 2025 mendatang.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Saya juga tidak ingin berlama-lama, jadi misalkan nanti kalau mengerjakan (tahun 2025) bisa dari dua sisi, di sisi timur dan barat, ketemu di tengah,Sehingga speed (kecepatan) pengerjaannya bisa dua kali lebih cepat. Jadi tidak sampai melewati tahun anggaran, biar tidak lama lagi," sambungnya.

Di samping itu, Syamsul juga memastikan jika di tahun 2024, pihaknya juga terus berupaya menuntaskan sisa 245 titik banjir yang tersebar di Kota Surabaya. Meski, kata dia, 245 titik banjir itu sebelumnya telah berkurang drastis di masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Jadi sudah banyak berkurang dan kebanyakan yang 245 titik itu karena sampah dan menyumbat. Karena sebenarnya saluran kita sudah besar, dan sumbatan itu diantaranya plastik, daun-daun dan ranting," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).