Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Selasa, 21 Jul 2026 18:59 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat sinergi dengan kalangan pondok pesantren melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan).
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Seger Nusantara pada Senin malam (20/7/2026), itu Bupati Jember Muhammad Fawait bertemu langsung dengan para pengasuh pondok pesantren dari berbagai kecamatan.
Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara pemerintah daerah dengan para kiai guna menyerap aspirasi serta menyampaikan berbagai program yang disiapkan untuk mendukung kemajuan pesantren dan kesejahteraan para santri.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian lebih terhadap guru ngaji, santri, dan para pengasuh pesantren.
Menurutnya, salah satu komitmen yang mulai direalisasikan adalah pemberian insentif bagi guru ngaji yang disalurkan secara terhormat setiap bulan Ramadan. Selain itu, anak-anak guru ngaji juga diprioritaskan dalam program beasiswa pendidikan.
"Guru ngaji merupakan penjaga akhlak generasi muda. Sudah selayaknya mereka memperoleh perhatian dan penghargaan dari pemerintah," tegasGus Fawait.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi untuk mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh pondok pesantren.
Forum tersebut akan dipimpin secara ex-officio oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), sementara di tingkat kecamatan akan melibatkan camat bersama perwakilan pesantren.
Tak hanya itu, Pemkab Jember juga akan membentuk grup komunikasi yang beranggotakan para kiai, gus, dan lora agar penyampaian informasi program pemerintah maupun aspirasi dari lingkungan pesantren dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Di bidang kesehatan, Gus Fawait kembali menegaskan bahwa masyarakat yang memiliki KTP Jember kini dapat memanfaatkan layanan berobat gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun
Ia juga mengungkapkan rencana peluncuran program Home Care yang memungkinkan tenaga medis mendatangi warga kurang mampu di rumah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hingga memberikan rujukan apabila diperlukan.
Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah mulai menyalurkan bantuan kepada seluruh pondok pesantren di Kabupaten Jember sebagai bentuk dukungan terhadap peran pesantren dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berkualitas.
Program beasiswa tahun 2026 juga diperluas dengan enam kategori, termasuk kategori khusus santri.
Program tersebut disiapkan untuk mengakomodasi santri yang memiliki kompetensi di bidang kitab kuning agar mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Gus Fawait menyebut, pada tahun sebelumnya Pemkab Jember telah menyalurkan sekitar 7.000 beasiswa kepada mahasiswa, termasuk ribuan santri.
Baca Juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga
Selain bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), penerima beasiswa santri juga memperoleh bantuan biaya hidup hingga sekitar Rp11 juta per tahun.
Ke depan, Pemkab Jember menargetkan terjalinnya kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar Mesir dan beberapa universitas di China, sehingga santri asal Jember memiliki peluang melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa internasional.
Gus Fawait memohon doa kepada para kiai agar dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Ia juga menginstruksikan rumah sakit daerah agar menyediakan layanan fast track bagi para pengasuh pondok pesantren sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam membina umat.
"Kami ingin para pengasuh pondok pesantren memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah ketika membutuhkan. Karena itu, saya minta data para pengasuh pondok pesantren disampaikan kepada direktur rumah sakit agar pelayanan dapat diberikan secara optimal," tegasnya.
Editor : Zein Muhammad