Rabu, 22 Jul 2026 12:27 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Rajin Turun Lapangan Jelang Pilwali, Pengamat: Citra Positif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Feb 2024 20:36 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau banjir di Surabaya barat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau banjir di Surabaya barat

selalu.id - Respon cepat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menangani masalah warga terutama banjir menuai beberapa reaksi. Beberapa kalangan menyebut sebagai langkah taktis menjelang pemilihan Wali Kota (Pilwali) yang bakal digelar tahun 2024 ini, tak sedikit pula yang memberikan apresiasi positif tanpa melihat adanya tendensi.

Terbaru, beberapa hari lalu, Wali Kota Eri Cahyadi terjun memantau sekaligus menangani banjir kiriman yang terjadi di Jalan Tengger Raya, Kecamatan Sambikerep, serta di kawasan Jalan Raya Pakal Jaya 1, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Sabtu (17/2/2024) malam.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Kegiatan tersebut diunggah dalam akun media sosial pribadinya. Eri membagikan video bersama warga setempat saat meninjau banjir.

Menyikapi pendapat masyarakat tersebut, Eri mengaku dirinya selalu turun ke lapangan saat ada peristiwa yang membutuhkan konsentrasinya untuk ditangani, namun kegiatannya tersebut jarang terpublikasi dan memang sengaja menolak dipublikasikan.

"Ketika banjir itu, saya turun. Tapi tidak pernah saya tampilkan di muka umum. Karena apa, pernah ta aku foto ta lebokno TikTok. Ternyata saya turun tiba-tiba ada TikTok saya juga ndak tahu. Buat saya apa, itu amanah gusti Allah dan dilakukan yang tidak perlu kita tunjukkan kepada manusia. Manusia mau bicara apa, terserah. Tapi sejatinya orang baik memberikan bantuan, tangan kanan memberi bantuan, tangan kiri tak boleh tahu. Enggak pernah saya minta teman teman mau shoting. Eh gak usah shoting-shoting saya bilang gitu. Ya cukuplah satu dua kali untuk edukasi tapi jangan berkali-kali. Ya lapo setiap pemimpin di shoting,"kata Eri.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Universitas Surabaya (UNESA) Moch Mubarok Muharam menilai orang nomor satu di Surabaya itu ingin mempertahankan majunya kembali dalam kontestasi Pilkada 2024 nanti.

Menurut Mubarok Eri Cahyadi terlihat tentu ingin memaksimalkan pencitraan dengan bertemu masyarakat ataupun memberikan bantuan-bantuan, terlebih lagi di tahun politik Pemilu 2024.

"Dia ingin menunjukkan bahwa ia peduli dengan persoalan rakyat, termasuk melakukan pekerjaan yang mungkin tidak dilakukan sebelumnya, demi upaya mendapatkan citra positif dari masyarakat," kata Mubarok, kepada selalu.id, Minggu (18/2/2024).

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Mubarok juga menilai Eri Cahyadi dikritik oleh publik karena jarang terlihat turun ke lapangan ketika Surabaya dilanda banjir, kini memperlihatkan aksinya di lapangan, hal itu tentunya agar bisa menaikkan elektabilitasnya dengan pencitraan positif kepada masyarakat.

"Dalam upaya untuk menaikkan elektabiltas, tentu dia mengerjakan apapun demi menarik simpati warga, termasuk juga mngerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak dilakukan," terangnya.

Sebelumnya Eri Cahyadi juga memberi sinyal dan yakin dirinya bakal diusung kembali oleh Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju kembali ke Pilihan Wali Kota (Pilwali) 2024.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Ya kita yakin ya (Bu Mega usung saya lagi) tetap di Surabaya," kata Eri, usai pencoblosan, Rabu (14/2/2024) lalu.

Eri Cahyadi menyatakan keinginananya untuk menjadi Wali Kota Periode dua menyelesaikan hutangnya dalam permasalahan Kota Surabaya, khususnya masalah banjir hingga membangun jalan.

Eri menilai penyelesaian tersebut harus butuh waktu lima tahun lamanya.

"Saya masih punya hutang dengan warga surabaya. Saya itu lima tahun, ada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) karena itulah selalu saya katakan, membangun jalan, menyelesaikan banjir, itu punya RPJMD kalau orang tidak mengerti, loh pak saiki kok gak mari (sekarang kok belum selesai) loh lima tahun jadi tiga tahun, yak opo menyelesaikannya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.