Kamis, 05 Nov 2026 23:29 WIB

Asosiasi Pengusaha Ajukan Roadmap Perekonomian untuk Kepemimpinan Baru Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani

selalu.id - Indonesia baru saja menyelesaikan pesta demokrasi diajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sejumlah pengusaha pun menyampaikan harapan kepada calon pemimpin baru yang bakal memimpin negara kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani mengatakan, pihaknya telah bertemu dan memberi roadmap perekonomian kepada semua calon presiden. Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga telah menyampaikan saran kebijakan yang dibutuhkan oleh pengusaha.

"Kami sudah sampaikan kebijakan-kebijakan ke semua calon presiden melalui roadmap perekonomian. Semua masukan-masukan sektoral dan lintas sektoral berupa kebijakan kebijakan yang dibutuhkan oleh pengusaha," kata Shinta pada selalu.id, Kamis (15/2/2024).

Dengan begitu, dia berharap siapapun pemimpin yang terpilih nanti dapat mengadopsi kebijakan-kebijakan tersebut dalam program ekonominya. Sebab, pihaknya lah yang mengetahui persis kondisi di lapangan seperti apa.

"Sehingga mereka tidak perlu lagi mulai dari awal. Kami yang tahu apa yang di lapangan seperti apa kondisinya. Apindo sudah sampaikan aspirasinya ke semua calon pemimpin," jelasnya.

Sementara itu, disisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja juga menyebut, pihaknya saat ini telah menyampaikan kepada pemerintah terkait hal-hal yang dapat mengganggu iklim usaha sehingga berdampak pada pertumbuhan ritel.

Untuk itu, dia berharap pemerintah ke depannya dapat menjaga iklim usaha tetap kondusif. "Kalau pemerintah tetap menjaga kondisi (iklim usaha yang kondusif) ini terus menerus, saya yakin di 2024 jauh lebih baik," ungkapnya.

Dikatakannya, pada tahun dimana terjadi pemilu, tidak berdampak pada usaha ritel. Sebab, pemilu ini menjadi momen yang setiap lima tahun sekali selalu terjadi.

Justru, yang membuatnya resah adalah iklim usaha dan juga regulasi yang kemungkinan dapat mengancam usaha ritel. Sebab, sampai saat ini pemerintah belum menentukan aturan-aturan.

Untuk itu, dia bilang pentingnya menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Jangan sampai pemerintah membuat aturan-aturan yang mengganggu pertumbuhan usaha ritel.

"Ini kan bukan Pemilu pertama, semua berjalan baik, damai, biar ada riak-riak sedikit, tapi berjalan damai. Yang kami khawatirkan itu iklim usaha, regulasi, justru akan mengancam karena pemerintah belum memutuskan," pungkasnya.

Baca Juga: Tanggapi Moratorium Pendirian Indomaret dan Alfamart, Apindo: Baru Wacana Pak Menteri Saja

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.