Rabu, 22 Jul 2026 20:04 WIB

Asosiasi Pengusaha Ajukan Roadmap Perekonomian untuk Kepemimpinan Baru Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani

selalu.id - Indonesia baru saja menyelesaikan pesta demokrasi diajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sejumlah pengusaha pun menyampaikan harapan kepada calon pemimpin baru yang bakal memimpin negara kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani mengatakan, pihaknya telah bertemu dan memberi roadmap perekonomian kepada semua calon presiden. Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga telah menyampaikan saran kebijakan yang dibutuhkan oleh pengusaha.

"Kami sudah sampaikan kebijakan-kebijakan ke semua calon presiden melalui roadmap perekonomian. Semua masukan-masukan sektoral dan lintas sektoral berupa kebijakan kebijakan yang dibutuhkan oleh pengusaha," kata Shinta pada selalu.id, Kamis (15/2/2024).

Dengan begitu, dia berharap siapapun pemimpin yang terpilih nanti dapat mengadopsi kebijakan-kebijakan tersebut dalam program ekonominya. Sebab, pihaknya lah yang mengetahui persis kondisi di lapangan seperti apa.

"Sehingga mereka tidak perlu lagi mulai dari awal. Kami yang tahu apa yang di lapangan seperti apa kondisinya. Apindo sudah sampaikan aspirasinya ke semua calon pemimpin," jelasnya.

Sementara itu, disisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja juga menyebut, pihaknya saat ini telah menyampaikan kepada pemerintah terkait hal-hal yang dapat mengganggu iklim usaha sehingga berdampak pada pertumbuhan ritel.

Untuk itu, dia berharap pemerintah ke depannya dapat menjaga iklim usaha tetap kondusif. "Kalau pemerintah tetap menjaga kondisi (iklim usaha yang kondusif) ini terus menerus, saya yakin di 2024 jauh lebih baik," ungkapnya.

Dikatakannya, pada tahun dimana terjadi pemilu, tidak berdampak pada usaha ritel. Sebab, pemilu ini menjadi momen yang setiap lima tahun sekali selalu terjadi.

Justru, yang membuatnya resah adalah iklim usaha dan juga regulasi yang kemungkinan dapat mengancam usaha ritel. Sebab, sampai saat ini pemerintah belum menentukan aturan-aturan.

Untuk itu, dia bilang pentingnya menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Jangan sampai pemerintah membuat aturan-aturan yang mengganggu pertumbuhan usaha ritel.

"Ini kan bukan Pemilu pertama, semua berjalan baik, damai, biar ada riak-riak sedikit, tapi berjalan damai. Yang kami khawatirkan itu iklim usaha, regulasi, justru akan mengancam karena pemerintah belum memutuskan," pungkasnya.

Baca Juga: Pengusaha Surabaya Diduga Paksa Siswa SMA Sujud dan Menggonggong

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.