Rabu, 26 Jun 2024 00:39 WIB

Asosiasi Pengusaha Ajukan Roadmap Perekonomian untuk Kepemimpinan Baru Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani

selalu.id - Indonesia baru saja menyelesaikan pesta demokrasi diajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sejumlah pengusaha pun menyampaikan harapan kepada calon pemimpin baru yang bakal memimpin negara kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani mengatakan, pihaknya telah bertemu dan memberi roadmap perekonomian kepada semua calon presiden. Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga telah menyampaikan saran kebijakan yang dibutuhkan oleh pengusaha.

"Kami sudah sampaikan kebijakan-kebijakan ke semua calon presiden melalui roadmap perekonomian. Semua masukan-masukan sektoral dan lintas sektoral berupa kebijakan kebijakan yang dibutuhkan oleh pengusaha," kata Shinta pada selalu.id, Kamis (15/2/2024).

Dengan begitu, dia berharap siapapun pemimpin yang terpilih nanti dapat mengadopsi kebijakan-kebijakan tersebut dalam program ekonominya. Sebab, pihaknya lah yang mengetahui persis kondisi di lapangan seperti apa.

"Sehingga mereka tidak perlu lagi mulai dari awal. Kami yang tahu apa yang di lapangan seperti apa kondisinya. Apindo sudah sampaikan aspirasinya ke semua calon pemimpin," jelasnya.

Sementara itu, disisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja juga menyebut, pihaknya saat ini telah menyampaikan kepada pemerintah terkait hal-hal yang dapat mengganggu iklim usaha sehingga berdampak pada pertumbuhan ritel.

Untuk itu, dia berharap pemerintah ke depannya dapat menjaga iklim usaha tetap kondusif. "Kalau pemerintah tetap menjaga kondisi (iklim usaha yang kondusif) ini terus menerus, saya yakin di 2024 jauh lebih baik," ungkapnya.

Dikatakannya, pada tahun dimana terjadi pemilu, tidak berdampak pada usaha ritel. Sebab, pemilu ini menjadi momen yang setiap lima tahun sekali selalu terjadi.

Justru, yang membuatnya resah adalah iklim usaha dan juga regulasi yang kemungkinan dapat mengancam usaha ritel. Sebab, sampai saat ini pemerintah belum menentukan aturan-aturan.

Untuk itu, dia bilang pentingnya menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Jangan sampai pemerintah membuat aturan-aturan yang mengganggu pertumbuhan usaha ritel.

"Ini kan bukan Pemilu pertama, semua berjalan baik, damai, biar ada riak-riak sedikit, tapi berjalan damai. Yang kami khawatirkan itu iklim usaha, regulasi, justru akan mengancam karena pemerintah belum memutuskan," pungkasnya.

Baca Juga: Perekonomian Indonesia Lesu Sebabkan Penjualan Mobil Anjlok

Editor : Ading