Sabtu, 20 Jul 2024 20:27 WIB

Fenomena Penyaluran Bansos Tanpa Mensos, Begini Pendapat Pengamat Politik

  • Reporter : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Feb 2024 18:41 WIB
Presiden Jokowi membagikan bansos

Presiden Jokowi membagikan bansos

selalu.id - Gencarnya pemberian bantuan sosial yang dilakukan Presiden Jokowi disela kunjungan kerja selama 2024 ini menyebabkan pendapat yang pro kontra.

Hal itu dipantik dari ketakterlibatan Kemensos sebagai kemeterian yang menaungi program bansos tersebut. Juga perihal data yang digunakan dalam pemberian bansos tersebut bukan dari data yang dimiliki Kemensos, melainkan diambil dari data P3KE dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Terlebih Mensos Risma tidak pernah dilibatkan sama sekali.

Menanggapi itu, Pengamat Politik Univeristas Negeri Surabaya (UNESA) Dian Hijrah Saputra menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi dalam membagikan bansos tanpa meilibatkan Kementerian Sosial di masa pemilu justru bersifat substantif atau adanya kepentingan pribadi.

“Karena itu bisa saja khalayak menilai bahwa ada kepentingan yang dilakukan oleh pak Jokowi terhadap bansos,” kata Dian, saat dihubungi selalu.id, Selasa (13/2/2024).

Menurutnya, penolakan Risma dalam membagikan bansos di masa tahun Politik ini tidak hanya menunjukkan menolak. Namun, mantan Wali Kota Surabaya ingin mempertanyakan bagaimana alur bansos yang akan dibagikan.

“Kementrian sosial bukan hanya menolak namun kemudian mempertanyakan bagaimana alur dan jumlah yang akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dian menilai bahwa hal ini diluar panikan bahwa pembagian bansos yang dilakukan Jokowi ini dari pandangan masyarakat bukanlah tugas Presiden. Melainkan, seharusnya tugas yang berwenang yakni Kemensos, atau pejabat-pejabat bawahnya.

“Akhirnya kemudian masyarakat menilai ini merupakan bentuk aktivitas presiden yang tidak sesuai dengan kaidahnya. Karena sebenarnya cukup pejabat seperti camat lurah yang melaksanakannya dengan disalurkan melalui kementrian sosial,” jelasnya.

“Saya melihat bahwa apa yang dilakukan presiden dalam pembagian bansos ini justru keluar dari hal yang bersifat substantif dalam bansos tersebut,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Dian, khalayak menilai bertepatan di masa Pemilu ini bahwa ada kepentingan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi terhadap Bansos tersebut. Sebab, tidak melalui kaidah-kaidah yang harus diterapkan.

“Saya kira tidak hanya di masa pemilu. Justru pembagian bansos ini seharusnya dikembalikan kepada kaidah penyalurannya seperti melalui camat lurah yang kemudian bersentuhan langsung dengan masyarakat,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden sendiri seharusnya masih banyak tugas-tugas negara yang lebih penting selain membagikan bansos.

“Masih banyak tugas lain dari presiden selain membagi bansos. Dimana bansos berasal dari dana APBN. Jika bansos dibagikan presiden apa fungsi aparatur sipil yang lain?" pungkasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tandai Pembangunan PLN Hub di IKN

Editor : Ading