Jumat, 05 Jun 2026 05:03 WIB

Tak Hanya Hafidz, Intensif Penghapal Kitab Suci Agama Lain di Surabaya Juga Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Des 2021 11:30 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara silaturahmi bersama para kiai dan Ulama di Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara silaturahmi bersama para kiai dan Ulama di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berencana menaikkan intensif kepada para penghafal Alquran yang biasa disebut hafidz atau hafidzah di tahun 2022. Tak hanya penghafal Alquran saja, Eri juga akan menaikkan intensif untuk penghafal semua kitab suci dari agama lain.

Eri menjelaskan, hal tersebut juga merupakan salah satu pesan dari para kiai dan ulama untuk memberi intensif kepada para penghafal Alquran. Sehingga pesan itu dilakukan dipertengahan 2021 setelah perubahan anggaran atau PAPBD 2021.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Untuk nilai insentif itu, tahun ini kan (2021) sebesar Rp 600 ribu per bulan, untuk tahun 2022 naik menjadi Rp 800 ribu per bulan,"kata Eri, usai acara silaturrahim dan doa bersama dengan kiai dan ulama se-Kota Surabaya, di rumah dinas wali kota kemarin, Rabu (15/12/2021).

Eri meminta kepada para penghafal kitab suci untuk dapat menularkan ilmunya kepada yang lain. Khusus untuk Hafidz agar menjadi imam salat di masjid dan mushola di kampung-kampung di Surabaya.

"Harapan saya, dengan adanya doa dari para kiai, doa para hafidz di setiap masjid dan musholla akan mendapat berkah dari Allah SWT," ujar Eri.

Pemberian intensif bagi penghapal kitab suci ini dengan harapan untuk menciptakan nuansa agamis di Kota Surabaya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Harapannya akan banyak lagi warga Surabaya yang ingin menghafal kitab suci,"ungkapnya.

Eri berencana akan menggelar acara istighosah di setiap kelurahan secara serentak.

"Nanti saat istighosah itu dihadiri para kiai dan ulama. Doa bersama dengan istighosah di setiap kelurahan. Saya yakin dengan doa-doa itu, Surabaya akan menjadi lebih adem. Penyakit-penyakit akan hilang," tandasnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH Mas Sulaiman mengatakan, selain memberikan insentif kepada hafidz atau hafidzah, ia berharap agar Wali Kota Eri juga memperhatikan guru-guru di pondok pesantren khususnya guru-guru madin. Sebab, kata dia, selama ini belum ada perhatian dari pemerintah seperti pemberian insentif untuk para guru madin.

"Untuk guru TPQ sudah ada pemberian insentif. Harapan saya, para guru diniyah ini juga mendapat insentif," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.