Rabu, 22 Jul 2026 00:09 WIB

Tak Hanya Hafidz, Intensif Penghapal Kitab Suci Agama Lain di Surabaya Juga Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Des 2021 11:30 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara silaturahmi bersama para kiai dan Ulama di Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara silaturahmi bersama para kiai dan Ulama di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berencana menaikkan intensif kepada para penghafal Alquran yang biasa disebut hafidz atau hafidzah di tahun 2022. Tak hanya penghafal Alquran saja, Eri juga akan menaikkan intensif untuk penghafal semua kitab suci dari agama lain.

Eri menjelaskan, hal tersebut juga merupakan salah satu pesan dari para kiai dan ulama untuk memberi intensif kepada para penghafal Alquran. Sehingga pesan itu dilakukan dipertengahan 2021 setelah perubahan anggaran atau PAPBD 2021.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Untuk nilai insentif itu, tahun ini kan (2021) sebesar Rp 600 ribu per bulan, untuk tahun 2022 naik menjadi Rp 800 ribu per bulan,"kata Eri, usai acara silaturrahim dan doa bersama dengan kiai dan ulama se-Kota Surabaya, di rumah dinas wali kota kemarin, Rabu (15/12/2021).

Eri meminta kepada para penghafal kitab suci untuk dapat menularkan ilmunya kepada yang lain. Khusus untuk Hafidz agar menjadi imam salat di masjid dan mushola di kampung-kampung di Surabaya.

"Harapan saya, dengan adanya doa dari para kiai, doa para hafidz di setiap masjid dan musholla akan mendapat berkah dari Allah SWT," ujar Eri.

Pemberian intensif bagi penghapal kitab suci ini dengan harapan untuk menciptakan nuansa agamis di Kota Surabaya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Harapannya akan banyak lagi warga Surabaya yang ingin menghafal kitab suci,"ungkapnya.

Eri berencana akan menggelar acara istighosah di setiap kelurahan secara serentak.

"Nanti saat istighosah itu dihadiri para kiai dan ulama. Doa bersama dengan istighosah di setiap kelurahan. Saya yakin dengan doa-doa itu, Surabaya akan menjadi lebih adem. Penyakit-penyakit akan hilang," tandasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH Mas Sulaiman mengatakan, selain memberikan insentif kepada hafidz atau hafidzah, ia berharap agar Wali Kota Eri juga memperhatikan guru-guru di pondok pesantren khususnya guru-guru madin. Sebab, kata dia, selama ini belum ada perhatian dari pemerintah seperti pemberian insentif untuk para guru madin.

"Untuk guru TPQ sudah ada pemberian insentif. Harapan saya, para guru diniyah ini juga mendapat insentif," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.