Sabtu, 05 Sep 2026 17:25 WIB

Tak Hanya Hafidz, Intensif Penghapal Kitab Suci Agama Lain di Surabaya Juga Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Des 2021 11:30 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara silaturahmi bersama para kiai dan Ulama di Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara silaturahmi bersama para kiai dan Ulama di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berencana menaikkan intensif kepada para penghafal Alquran yang biasa disebut hafidz atau hafidzah di tahun 2022. Tak hanya penghafal Alquran saja, Eri juga akan menaikkan intensif untuk penghafal semua kitab suci dari agama lain.

Eri menjelaskan, hal tersebut juga merupakan salah satu pesan dari para kiai dan ulama untuk memberi intensif kepada para penghafal Alquran. Sehingga pesan itu dilakukan dipertengahan 2021 setelah perubahan anggaran atau PAPBD 2021.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Untuk nilai insentif itu, tahun ini kan (2021) sebesar Rp 600 ribu per bulan, untuk tahun 2022 naik menjadi Rp 800 ribu per bulan,"kata Eri, usai acara silaturrahim dan doa bersama dengan kiai dan ulama se-Kota Surabaya, di rumah dinas wali kota kemarin, Rabu (15/12/2021).

Eri meminta kepada para penghafal kitab suci untuk dapat menularkan ilmunya kepada yang lain. Khusus untuk Hafidz agar menjadi imam salat di masjid dan mushola di kampung-kampung di Surabaya.

"Harapan saya, dengan adanya doa dari para kiai, doa para hafidz di setiap masjid dan musholla akan mendapat berkah dari Allah SWT," ujar Eri.

Pemberian intensif bagi penghapal kitab suci ini dengan harapan untuk menciptakan nuansa agamis di Kota Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Harapannya akan banyak lagi warga Surabaya yang ingin menghafal kitab suci,"ungkapnya.

Eri berencana akan menggelar acara istighosah di setiap kelurahan secara serentak.

"Nanti saat istighosah itu dihadiri para kiai dan ulama. Doa bersama dengan istighosah di setiap kelurahan. Saya yakin dengan doa-doa itu, Surabaya akan menjadi lebih adem. Penyakit-penyakit akan hilang," tandasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH Mas Sulaiman mengatakan, selain memberikan insentif kepada hafidz atau hafidzah, ia berharap agar Wali Kota Eri juga memperhatikan guru-guru di pondok pesantren khususnya guru-guru madin. Sebab, kata dia, selama ini belum ada perhatian dari pemerintah seperti pemberian insentif untuk para guru madin.

"Untuk guru TPQ sudah ada pemberian insentif. Harapan saya, para guru diniyah ini juga mendapat insentif," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.